Jumat, 15 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Info BMKG

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 21 Oktober 2025, Daftar Wilayah Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

Menurut BMKG, kondisi seperti itu terjadi sampai dengan akhir Oktober atau awal November 2025.

Tayang:
Tribun Manado/Gryfid Joysman
CUACA EKSTREM - Ilustrasi Peringatan Dini Cuaca BMKG. Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 21 Oktober 2025, Daftar Wilayah Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang 
Ringkasan Berita:
  • BMKG memprediksi potensi hujan lebat disertai angin kencang di berbagai wilayah Indonesia pada Selasa (21/10/2025).
  • Cuaca ekstrem ini akibat kombinasi gerak semu Matahari dan Monsun Australia yang memicu ketidakstabilan atmosfer.
  • Cuaca ekstrem berpotensi terjadi di lebih dari 25 provinsi, termasuk Aceh, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, NTT, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Beberapa daerah seperti Bogor, Malang, dan Banjarmasin diperkirakan mengalami hujan sangat lebat.

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut ini wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat dan angin kencang pada Selasa 21 Oktober 2025.

Di tengah teriknya cuaca yang melanda berbagai wilayah Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem pada Selasa (21/10/2025).

BMKG memprediksi akan terjadi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah daerah.

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Sulawesi Utara 20 Oktober 2025 Siang, Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Fenomena ini muncul akibat kombinasi antara gerak semu Matahari dan masih aktifnya Monsun Australia, yang menyebabkan peningkatan suhu udara dan ketidakstabilan atmosfer di beberapa wilayah Tanah Air.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca yang cepat, termasuk risiko pohon tumbang, genangan air, dan aktivitas luar ruangan yang terganggu akibat hujan deras maupun angin kencang.

"Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun cuaca panas dan terik masih mendominasi pada pagi hingga siang hari di sejumlah wilayah Indonesia, potensi pembentukan awan konvektif dengan intensitas hujan pada sore hingga malam hari masih tetap signifikan," tulis BMKG.

Menurut BMKG, kondisi seperti itu terjadi sampai dengan akhir Oktober atau awal November 2025.

Lantas, mana saja wilayah yang berpotensi hujan lebat dan angin kencang selama dua hari kedepan?

Wilayah yang berpotensi hujan lebat dan angin kencang

Dikutip dari Peringatan Dini Cuaca Indonesia BMKG, berikut ini wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat dan angin kencang pada 21 Oktober 2025:

Selasa, 21 Oktober 2025

1. Wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat

  • Aceh
  • Sumatera Utara
  • Sumatera Barat
  • Riau
  • Kepulauan Riau
  • Jambi
  • Sumatera Selatan
  • Kepulauan Bangka Belitung
  • Bengkulu
  • Lampung
  • Banten
  • DKI Jakarta
  • Jawa Tengah
  • Bali
  • Nusa Tenggara Timur
  • Kalimantan Utara
  • Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Selatan
  • Sulawesi Tenggara
  • Maluku Utara
  • Maluku
  • Papua Barat Daya
  • Papua Barat
  • Papua Tengah
  • Papua Pegunungan
  • Papua.

2. Wilayah yang berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat

  • Jawa Barat: Bogor, Karawang, Purwakarta, Sumedang, Majalengka, Kuningan, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar
  • Daerah Istimewa Yogyakarta: Kota Yogyakarta, Kab Kulon Progo, Sleman, Gunungkidul
  • Jawa Timur: Kab. Ngawi, Kab. Magetan, Kab. Madiun, Kab. Ponorogo, Kab. Nganjuk, Kab. Trenggalek, Kab. Tuban, Kab. Tulungagung, Kab. Kediri, Kab. Bojonegoro, Kab. Jombang, Kab. Malang, Kab. Probolinggo, Kab. Jember, Kab Lumajang, dan Kab Pacitan
  • Nusa Tenggara Barat: Gunungsari, Lingsar, Narmada, Brang Rea
  • Kalimantan Barat: Ketapang, Sanggau
  • Kalimantan Tengah: Kapuas, Pulang Pisau, Katingan
  • Kalimantan Timur: Mahakam Ulu, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Kutai Barat
  • Kalimantan Selatan: Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan, Tabalong, Tanah Laut
  • Sulawesi Barat: Majene, Polewali Mandar, Mamasa, Mamuju Tengah.

Penyebab hujan lebat dan angin kencang

Menurut BMKG, potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah hujan di Indonesia diperkirakan terjadi selama sepekan kedepan.

Hal ini disebabkan karena fenomena global, regional, dan lokal yang mendukung pembentukan awan konvektif sehingga menyebabkan hujan.

Di skala global, indikator Dipole Mode Index saat ini menunjukkan nilai negatif sehingga mengindikasikan peningkatan suplai uap air sehingga mendukung pembentukan awan hujan.

Selain itu, aktivitas gelombang Rossby Ekuator dan gelombang Kelvin juga menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia.

Adapun fenomena lain yang juga memengaruhi cuaca di Indonesia adalah kemunculan Bibit Siklon Tropis 96W.

"Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar bibit siklon tropis/sirkulasi siklonik," tulis BMKG.

Adapun Bibit Siklon Tropis 96W terpantau berada di wilayah Samudra Pasifik timur Filipina hingga Maluku Utara dan Papua.

Imbauan BMKG:

  • Waspadai kemungkinan hujan lebat secara tiba-tiba di sejumlah wilayah, termasuk Manado dan sekitarnya.
  • Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan disarankan untuk membawa payung atau jas hujan.
  • Pengendara diminta lebih berhati-hati karena hujan dapat mengurangi jarak pandang dan menyebabkan jalanan licin.
  • Warga di daerah rawan longsor diimbau tetap siaga apabila hujan berlangsung dalam durasi lama.

Pengertian prakiraan cuaca

Prakiraan cuaca adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memperkirakan keadaan atmosfer di waktu yang akan datang dan di wilayah tertentu.

Saat ini, prakiraan cuaca dilakukan dengan mengumpulkan data mengenai keadaan atmosfer dengan menggunakan ilmu pengetahuan tentang proses-proses yang terjadi di atmosfer.

Sebagian artikel tayang di Kompas.com

-

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Baca berita lainnya di: Google News

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved