Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Minut Sulawes Utara

Dampak Cuaca Ekstrem, 15 Pohon Tumbang di Minahasa Utara dalam 3 Bulan, Ini Daftarnya

Bencana pohon tumbang, terjadi di jalan ruas Manado Bitung tepatnya Desa Watudambo Kecamatan Kauditan.

Tayang:
Tribun Manado/Kolase Tribunmanado/BPBD Minut
EVAKUASI - TRC BPBD Minut dan warga setempat evakuasi sebuah pohon Mangga tumbang di Desa Watudambo Kecamatan Kauditan Minut. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Cuaca ekstrim hujan deras disertai angin, yang melanda Kabupaten Minahasa Utara (Minut) mengakibatkan terjadi bencana, Senin (1/12/2025) malam.

Bencana pohon tumbang, terjadi di jalan ruas Manado Bitung tepatnya Desa Watudambo Kecamatan Kauditan.

"Pohon jenis Mangga, kejadiannya masuk lewat Aplikasi Si Gesit pukul 20.30 Wita," ujar Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa Utara Gerald Dotulong kepada Tribun Manado, Senin (1/12) malam.

Baca juga: Daftar Kejadian Pohon Tumbang di Minahasa Utara dari September-November 2025: Terbaru di Sawangan

Si Gesik adalah sebuah aplikasi inovasi dari  Bupati Minut Joune Ganda.

Akronim dari Sistem Gerakan Semua Ingin Selamat.

Bersama dengan inovasi lainnya yaitu, Koin perak lapis emas atau kios inflasi perdagangan antar kecamatan layani pembeli sembako masyarakat.

Mengantarkan Bupati Joune, masuk dalam nominasi Innovative Government Award (IGA) 2025.

Pohon tumbang itu tumbang ke tepi jalan.

Tim reaksi cepat (TRC) BPBD Minut dibantu warga sekitar langsung melakukan pembersihan.

Menyikapi peralihan dan cuaca ekstrim di Minut, seharian ini pihaknya telah dua kali menyampaikan informasi peringatan dini cuaca dari BMKG ke masyarakat lewat sosial media (Sosmed) dan pesan WhatsApp.

Dalam informasi tersebut, pada pukul 09.20 wita - 12.00 wita wilayah di Kabupaten Minut yang berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir atau kilat dan angin kencang terjadi di sembilan kecamatan.

Mulai dari Kecamatan Kauditan, Airmadidi, Wori, Dimembe, Likupang Barat, Likupang Timur, Kalawat, Talawaan dan Likupang Selatan.

Kemudian pada pukul 15.54 Wita - 18.54 wita, wilayah berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir atau kilat dan angin kencang di Kecamatan Wori.

Lalu meluas ke Kecamatan Airmadidi, Dimembe, Likupang Barat, Likupang Timur, Kalawat, Talawaan dan Likupang Selatan.

Berdasarkan data yang di rangkum, ada 16 kejadian pohon tumbang selang tiga bulan terakhir ini.

Daftar Dampak Peralihan Cuaca di Minut, Kejadian Pohon Tumbang selang tiga bulan terakhir di 2025:

Bulan September:

- 29 September di Desa Tarabitan

Bulan Oktober:

- 06 Oktober di Desa Termaal

- 06 Oktober di Desa Kolongan Kalawat (jln Soekrano) 

- 06 Oktober di desa Tiwoho

- 07 Oktober di Desa Gangga satu

- 29 Oktober di Desa Paniki Atas

- 29 Oktober di Desa Matungkas

- 29 Oktober jln Minaesa - Budo Kec. Wori

- 30 Oktober di desa Warukapas

Bulan November:

- DESA KAWANGKOAN BARU KEC. KALAWAT 07 NOVEMBER 2025

- KEL. AIRMADIDI BAWAH KEC. AIRMADIDI 07 NOVEMBER 2025

- DESA SAWANGAN KEC. AIRMADIDI 07 NOVEMBER 2025

- DESA MATUNGKAS KEC. DIMEMBE (Jl. Ir. Soekarno) 14 NOVEMBER 2025

- DESA KAWILEY KEC. KAUDITAN (Jl. Bypass) 16 NOVEMBER 2025

- Desa Suwaan Kecamatan Kalawat (Jln ruas Manado Bitung) 26 November 2025.

Bulan Desember 2025:

- Ruas jalan Manado Bitung, Desa Watudambo Kecamatan Kauditan (2 Desember 2025).

Bupati Minut Joune Ganda bilang, kejadian di Provinsi Aceh, Sumbar dan Sumut menjadi acuan untuk meningkat kewaspadaan di Kabupaten Minut.

Kondisi cuaca ekstrim yang terjadi di beberapa daerah termasuk Kabupaten Minut yang sudah di tetapkan siaga darurat bencana.

"Semua pihak tingkatkan kewaspadaan di tempat masing-masing, utamanya di wilayah rawan bencana harus peka, mampu melihat situasi dan kondisi serta tanggap bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan cepat tanggap melakukan antisipasi atau mitigasi bencana," kata Bupati Joune di upacar HUT ke 54 Korpri dan usai Paripurna di DPRD Minut, Senin (1/12/2025).

Lanjut Bupati, pihaknya sudah memiliki sistem terintegrasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), BMKG dan stekholder terkait.

Sehingga kepada semua pihak yang ada di Bumi Tonsea Kabupaten Minut, harus melakukan antisipasi.

Lewat informasi potensi cuaca ekstrem dan perubahan cuaca yang berdampak, mengharuskan semua pihak waspada.

"Kepala Desa tingkat kewaspadaan lewat kegiatan siskamling. Apapun informasi dan kejadian yang terjadi bisa cepat di tangani," tandasnya.

-

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Baca berita lainnya di: Google News

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved