Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Dampak Dollar Menguat

Harga Pangan Naik, Ibu Rumah Tangga di Manado Perketat Pengeluaran Keluarga

"Kalau bisa malah beli rica dari daerah lain seperti Makassar meskipun kurang pedas dibanding rica Gorontalo,”

Tayang:
Penulis: Isvara Savitri | Editor: Isvara Savitri
Tribun Manado/Isvara Savitri
BAHAN PANGAN - Ilustrasi bahan pangan yang dijual di Pasar Bersehati, Manado, Sulawesi Utara. IRT di Manado memperketat pengeluaran. 

Ringkasan Berita:
  • Hingga saat ini tagihan listrik dan air bersih masih tergolong normal.
  • Biaya listrik bulanan berkisar Rp 200 ribuan, sedangkan tagihan air PDAM sekitar Rp 100 ribuan.
  • Beban yang paling dirasakan saat ini adalah kenaikan harga bahan pangan.

 

TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok membuat masyarakat semakin selektif dalam mengatur pengeluaran rumah tangga. 
Salah satunya dirasakan Joyce Rumbayan, seorang ibu rumah tangga yang mengaku harus menghemat untuk menjaga kondisi keuangan keluarganya.

Joyce mengatakan, hingga saat ini tagihan listrik dan air bersih masih tergolong normal dan belum mengalami lonjakan yang signifikan. 

Biaya listrik bulanan berkisar Rp 200 ribuan, sedangkan tagihan air PDAM sekitar Rp 100 ribuan.

“Kalau tagihan listrik dan PDAM masih normal-normal saja sejauh ini. Listrik sekitar Rp 200 ribuan dan air Rp 100 ribuan. Memang pemakaian normal biasanya segitu,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).

Namun, beban yang paling dirasakan saat ini adalah kenaikan harga bahan pangan, terutama beras dan bumbu dapur. 

Joyce mengungkapkan, harga beras premium yang biasa dibeli keluarganya kini mencapai Rp 100 ribuan untuk kemasan 5 kilogram.

"Itu terasa berat sekali, akhirnya kami berpindah ke beras SPHP,” katanya.

BAHAN BAKU - Suasana area warung nasi campur di seputaran Kampus Unsrat Manado, Sulawesi Utara, Selasa (9/6/2026). Kenaikan harga bahan baku seperti beras, minyak goreng, tahu tempe dan lainnya memicu pedagang menaikkan harga jual.
BAHAN BAKU - Suasana area warung nasi campur di seputaran Kampus Unsrat Manado, Sulawesi Utara, Selasa (9/6/2026). Kenaikan harga bahan baku seperti beras, minyak goreng, tahu tempe dan lainnya memicu pedagang menaikkan harga jual. (Tribun Manado/Fernando_Lumowa)

Beruntung SPHP masih mudah ditemukan meski pembelian dibatasi.

Selain beras, harga cabai rawit atau rica yang menembus Rp 100 ribu per kilogram juga memaksa keluarganya mengurangi penggunaan bumbu dapur. 

Untuk menghemat pengeluaran, ia memilih membeli cabai dari daerah lain yang harganya lebih terjangkau.

"Kalau bisa malah beli rica dari daerah lain seperti Makassar meskipun kurang pedas dibanding rica Gorontalo,” ujarnya.

Di tengah kondisi tersebut, Joyce berusaha membiasakan anggota keluarganya untuk tidak terlalu memilih makanan. 

Sikap menerima apa yang tersedia menjadi salah satu cara agar kebutuhan rumah tangga tetap dapat terpenuhi.

“Saya memang melatih keluarga agar tidak rewel soal makanan. Apa yang ada harus mau,” katanya.

Baca juga: Kejati Sulut Serahkan 93 Barang Bukti dalam Sidang Praperadilan Penetapan Tersangka Chyntia Kalangit

Baca juga: Kejati Sulawesi Utara Sebut Penetapan Tersangka Chyntia Kalangit Berdasarkan Alat Bukti yang Cukup

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved