Selasa, 9 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kebakaran di Manado

Duka Kebakaran LPK Salon Meity Manado, Kenangan Terindah Warga Musnah

Kebakaran salon LPK Salon Meity mendatangkan duka, bukan hanya pemilik tapi juga warga Manado.

Tayang:
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Dewangga Ardhiananta
Tribun Manado/Arthur_Rompis
HANGUS - LPK Salon Meity di Kelurahan Tanjung Batu, Kecamatan Wanea, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), dilalap si jago merah dalam peristiwa kebakaran, Senin (8/6/2026). Kebakaran salon tersebut mendatangkan duka, bukan hanya pemilik tapi juga warga Manado. 
Ringkasan Berita:
  • Kebakaran salon LPK Salon Meity mendatangkan duka, bukan hanya pemilik tapi juga warga Manado
  • Banyak warga yang menikah dengan memakai jasa salon LPK Salon Meity
  • Yang membuat airmatanya menetes dan hatinya remuk adalah kala baju pengantin terbakar

TRIBUNMANADO.CO.ID - LPK Salon Meity di Kelurahan Tanjung Batu, Kecamatan Wanea, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), dilalap si jago merah dalam peristiwa kebakaran, Senin (8/6/2026).

Kebakaran salon tersebut mendatangkan duka, bukan hanya pemilik tapi juga warga Manado.

Pasalnya tempat itu adalah salon "legend" di Manado.

Banyak warga yang menikah dengan memakai jasa salon tersebut.

Seperti Grace Sally.

Ia terkejut begitu mendengar kebakaran LPK tersebut.

Kenangan membawanya pada peristiwa belasan tahun silam.

Kala itu anaknya menikah dan menggunakan jasa tempat itu.

Sang anak tampil ganteng di pernikahan dan seterusnya pernikahan itu sukses.

"Ini karena juga jasa LPK itu," katanya.

Dirinya berharap LPK tersebut jangan sampai lenyap.

Dia mendoakan LPK tersebut bangkit.

Fiandi, penghuni LPK menuturkan, LPK tersebut dikelola sang ibu.

"Ibu saya memang punya keahlian salon," kata dia.

Ia menuturkan, salon tersebut sempat jaya di tahun 90-an.

Namun belakangan pesaing mulai banyak.

Meski demikian, pesonanya tak memudar.

"Selain di sini ada lagi di sebuah tempat lainnya," katanya.

Ia menuturkan, kebakaran tersebut menghanguskan semua peralatan salon.

Yang membuat airmatanya menetes dan hatinya remuk adalah kala baju pengantin terbakar.

"Hati saya sedih sekali," katanya. 

Kebakaran Seusai Gempa Bumi

Kebakaran menghanguskan LPK "legend" tersebut, menyisakan tembok serta tiang-tiang yang telah menghitam.

Tribunmanado.co.id sambangi lokasi tersebut pada Senin pagi pasca kebakaran, rumah itu nampak porak poranda.

Seng tak beraturan lagi.

Begitupun isi rumah.

Dinding yang sebelumnya putih kini menghitam.

Police line berwarna kuning melingkari rumah tersebut.

Bau hangus masih tercium pekat.

Sekeliling rumah tampak genangan air sisa pemadam kebakaran

Fiandi, penghuni LPK terlihat pasrah.

Ia duduk di kompleks pertokoan di seberang jalan depan rumahnya.

Kemeja dan bajunya sudah menghitam.

Celakanya hanya itu yang ia punyai kini.

"Semua harta sudah lenyap, tak ada yang bisa saya selamatkan, hanya pakaian di badan ini yang bersama saya," kata dia.

Ia mengaku tak ada di rumah sewaktu kebakaran terjadi.

Dirinya tengah belanja di pasar.

"Sepulang dari pasar, rumah sudah berasap," katanya.

Fiandi coba menerobos ke dalam rumah untuk selamatkan barang berharga.

Tapi langkahnya tertahan oleh asap kian yang kian banyak disertai kobaran api.

Ia mencoba lagi, tapi api telah jadi pagar raksasa yang menahannya sekaligus membakar semua isi rumah.

"Saya hanya bisa menangis, shock dan sangat sedih," katanya.

Ungkap dia, semua dalam rumah hangus terbakar.

Termasuk pakaian pengantin yang sering disewakan sang ibu serta berbagai peralatan salon.

Dikatakannya, menurut sejumlah saksi mata, kebakaran terjadi tak lama setelah gempa berakhir.

Ia menduga bisa saja gempa adalah pemicu kebakaran.

"Tadi ada yang katakan tampak ada percikan api di kabel setelah gempa terjadi," katanya.

(TribunManado.co.id/Art)

Baca Berita Tribun Manado di Google News

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved