Jumat, 5 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Selebrasi Lokal 2026

Kampung Warna Warni Sindulang Manado Bersolek Jelang Piala Dunia 2026, Bertabur Bendera Negara

Amatan Tribun manado.com Kamis (4/6/2026) dari pasar Bersehati, nampak bendera negara peserta Piala Dunia terpasang di kampung itu. 

Tayang:
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Gryfid Talumedun
Tribun Manado/Arthur_Rompis
SEMARAK - Euforia Piala Dunia 2026 mulai terasa di Manado, terlihat dari banyaknya bendera negara peserta yang menghiasi Kampung Warna-Warni Sindulang Dua, termasuk Argentina, Jerman, Portugal, dan Spanyol. 
Ringkasan Berita:
  • Euforia Piala Dunia 2026 mulai terasa di Manado, terlihat dari banyaknya bendera negara peserta yang menghiasi Kampung Warna-Warni Sindulang Dua, termasuk Argentina, Jerman, Portugal, dan Spanyol.
  • Kampung Warna-Warni semakin menarik perhatian, dengan deretan bendera yang mempercantik kawasan dan menambah daya tarik wisata.
  • Kampung ini memiliki sejarah transformasi yang unik, dari kawasan yang pernah menjadi lokasi pemakaman dan pembuangan sampah menjadi destinasi wisata penuh warna.

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Animo Piala Dunia 2026 kian terasa di kota Manado, provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Bendera-bendera negara peserta piala Dunia terpasang di mana-mana. 

Dari rumah, pagar, pohon, mobil, sepeda motor hingga perahu. 

Bahkan kampung warna warni Sindulang dua pun marak dengan bendera, seolah telah jadi kampung sepakbola. 

Baca juga: Kadis Kominfo Sangihe Ronald Lumiu Jagokan Jerman Juara Grup E Piala Dunia 2026

Amatan Tribun manado.com Kamis (4/6/2026) dari pasar Bersehati, nampak bendera negara peserta Piala Dunia terpasang di kampung itu. 

Bendera terbanyak adalah Argentina. 

Ada pula Jerman, Portugal dan Spanyol. 

Diperkirakan bendera benderaakan bertambah banyak jelang Piala Dunia

Munculnya bendera Piala dunia membuat kampung itu semakin berwarna. 

Dan semakin cantik dilihat dari Selat Manado. 

Sejarah Kampung Warna Warni

Dulunya, kawasan ini memang jauh dari kesan wisata. 

Sebagian lahannya merupakan tempat pemakaman dan sebagian lagi pernah difungsikan sebagai tempat pembuangan sampah.

Namun titik balik mulai terjadi ketika warga dan pemerintah berkolaborasi menata ulang kampung mereka.

Satu perubahan paling mencolok adalah taman kecil di tengah kampung. 

Tempat yang dulunya hanyalah tanah kosong kini menjadi pusat aktivitas warga dan wisatawan. 

Di sinilah banyak pengunjung bersantai, berswafoto, atau sekadar menikmati hembusan angin laut.

Rumah-rumah warga dicat ulang dengan warna-warni terang: merah, kuning, biru, hijau, oranye, bahkan ungu. 

Proses pengecatan dilakukan secara berkala, termasuk pada bulan Juli 2025 lalu.

Kini, tidak ada sudut kampung yang tidak berwarna. (Art)

-

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Baca berita lainnya di: Google News

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved