Kebakaran di Megamall
Megamall Terbakar, Hati Warga Manado Terasa Hancur, Doakan Segera Beroperasi Kembali
Biasanya sepulang dari ibadah Gereja Minggu pagi, Grace sekeluarga menyempatkan singgah di Mega Mall, Manado, Sulut.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Glendi Manengal
Ringkasan Berita:
TRIBUNMANADO.CO.ID - Biasanya sepulang dari ibadah Gereja Minggu pagi, Grace sekeluarga menyempatkan singgah di Mega Mall, Manado, Sulut.
Gerejanya berada di jalan Pierre Tendean, dekat dengan Mega Mall.
Di Mall pertama di Manado tersebut, Grace sekeluarga biasa makan bersama sembari jalan keliling Mall.
Tapi Minggu (17/5/2026) itu, Grace hanya bisa menatap Mall itu dari kejauhan.
Dilihatnya sesuatu yang belum pernah ada.
"Ada banyak mobil polisi, banyak polisi dan Mall kosong, pita kuning terpasang depan lobby," katanya kepada Tribunmanado Minggu (17/5/2026) siang saat diwawancarai di depan Mega Mall.
Mega Mall terbakar pada sehari sebelumnya. Seorang staf tewas, empat lainnya luka luka.
Operasional Mall pun dihentikan sementara, sembari polisi melakukan penyelidikan.
Grace mengaku terkejut kala pertama kali beroleh kabar terbakarnya Mall tersebut dari medsos.
Saat melihat langsung keadaannya Minggu siang sepulang dari Grace, ia merasakan hatinya hancur. "Ini Mall tempat kami biasa jalan, bukan hanya kini tapi saat saya masih kuliah dulu, banyak kenangan disini, rasanya hancur melihat keadaannya kini," kata dia.
Grace hanya bisa berharap dan berdoa agar Mall segera pulih seperti sediakala.
Hal yang sama dirasakan Frando.
Dirinya merasakan kesedihan saat melihat Mall terbakar.
"Tempat itu punya banyak kenangan bagi saya, dan bagi orang Manado umumnya," kata dia.
Ia ingat ketika Mall itu pertama dibangun dan mendatanginya adalah sebuah kebanggaan.
Dengan berlalunya waktu, Mall tersebut terus mempertahankan branding sebagai pusat ekonomi Manado lewat pelayanan kelas satu.
"Ini Mall kebanggaan orang Manado," katanya.
Ungkap dia, Mega Mall punya arti penting bagi warga Manado.
Disana bertabur lapangan kerja hingga turut menopang ekonomi Manado.
"Bisa dibayangkan jika Mall ini tak ada lagi, wah bisa banyak orang kehilangan lapangan kerja," kata dia.
Baca juga: Harga Jual Beli Emas di Pegadaian Senin 18 Mei 2026, Buyback Kini Rp 2,5 Jutaan per Gram
Tim Inafis dan Labfor Polda lakukan olah TKP
Tim Inafis dan Labfor Polda Sulut melakukan olah TKP di lokasi kebakaran Mega Mall, Manado, Sulut, Minggu (17/5/2026).
Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sulawesi Utara (Sulut) diemban oleh Kombes Pol Suryadi kepada Tribunmanado.com mengatakan, olah TKP berlangsung di lantai tiga Mega Mall.
"Kami fokus di lantai tiga, sebagaimana diinformasikan sebagai asal api," katanya.
Dikatakannya olah TKP melibatkan unsur Inafis, Labfor serta penyidik Polresta Manado.
Ungkap dia, hasil olah TKP akan disampaikan lebih lanjut.
Megamall Belum Beroperasi
Kebakaran menimpa Mega Mall Manado, Sabtu (16/5/2026) malam.
Satu orang meninggal dunia dan empat lainnya alami luka luka.
Akibat kebakaran, Mall pertama di kota Manado tersebut untuk sementara menghentikan operasinya.
Pengumuman itu beredar di medsos.
"Megamall Manado untuk sementara tidak beroperasi hingga pemberitahuan lebih lanjut," demikian tulis akun Megamall Manado.
Direksi Megamas, Amelia Tungka membenarkan hal tersebut.
Dirinya memastikan Megamall Manado belum beroperasi hingga waktu yang belum ditentukan.
"Untuk operasional kita lihat nanti, seperti apa," kata dia.
Amelia menyatakan, musibah itu memukul segenap keluarga besar Megamas.
Baik manajemen maupun karyawan.
"Kita tidak pernah mau ada musibah seperti ini," katanya sendu.
Empat Korban Selamat dan 1 Meninggal
Lima orang dinyatakan menjadi korban kebakaran pusat perbelanjaan Megamall Manado, Sabtu 16 Mei 2026.
Kapolresta Manado, Kombes Pol Irham Halid menyatakan, lima korban terjebak di lantai atas titik kebakaran.
Satu korban, perempuan meninggal dunia. Empat korban lainnya, semuanya pria selamat.
Empat korban selamat tersebut, berdasarkan pernyataan kapolresta pasca evakuasi ialah:
Stenly
Gilbert Sanger
Adit Rumese
Nando Tara
Empat warga tersebut selamat tanpa mengalami luka bakar. Saat ini mereka menjalani perawatan di RS Bhayangkara Manado.
Sementara, korban meninggal atas nama Pricilia Tamawiwy. Korban ditemukan meninggal di tempat
Jenazah Pricilia juga dibawa ke RS Bhayangkara Manado untuk mendapatkan tindakan lanjutan.
"Kami menyatakan turut berdukacita untuk korban meninggal," kata Irham.
Terkait itu, Kapolresta Manado menyatakan Megamall belum dapat beroperasi.
"Sehubungan dengan peristiwa ini, status quo, menunggu hasil penyelidikan," ujarnya lagi.
Kapolresta menyatakan, penyebab kebakaran dan sumber api belum bisa dipastikan.
"Kami belum bisa pastikan. Demikian juga nilai kerugiannya. Masih akan didalami," katanya lagi.
Ia memastikan, olah TKP akan dilaksanakan Minggu 17 Mei 2026. Prosedur ini akan melibatkan tim gabungan Dirkrimum dan Bidlabfor Polda Sulut dan Reskrim Polresta.(Art)
(TribunManado.co.id/Art)
_
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
Baca berita lainnya di: Google News
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini
| Sosok Pricilia Tamawiwy Korban Tewas Dalam Kebakaran Megamall Manado, Punya Anak yang Masih 11 Bulan |
|
|---|
| Kenangan tentang Pricilia Tamawiwy Korban Kebakaran Mega Mall Manado, Dikenal Jujur dan Berdedikasi |
|
|---|
| Almarhumah Pricilia 10 Tahun Kerja di Mega Mall Manado, Keluarga: Ia Punya Anak Masih 11 Bulan |
|
|---|
| Hampir 10 Tahun Bekerja di Megamall, Kepergian Pricilia Jadi Pukulan Berat Bagi Keluarga |
|
|---|
| Rekan Kerja Ungkap Komunikasi Terakhir dengan Pricilia Tamawiwy Saat Kebakaran di Mega Mall Manado |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Suasana-pusat-perbelanjaan-Megamall-Manado-Sulawesi-Utara-Pascakebakaran.jpg)