Senin, 18 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kebakaran di Megamall

Update Kebakaran Megamall Manado, Polisi Sedang Olah TKP di Lantai 3 dan Buka Suara Soal Sumber Api

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sulut, Kombes Pol Suryadi, mengatakan proses olah TKP difokuskan di lantai tiga gedung Megamall.

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Indry Panigoro
Tribun Manado/Indry Panigoro
KEBAKARAN - Megamall Manado saat terbakar pada Sabtu 16 Mei 2026. Update terbaru Tim Inafis bersama Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sulawesi Utara (Sulut) melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kebakaran Mega Mall Manado, Sabtu (16/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Tim Inafis, Labfor Polda Sulut, dan penyidik Polresta Manado melakukan olah TKP kebakaran Mega Mall Manado pada Sabtu (16/5/2026).
  • Polisi memfokuskan pemeriksaan di lantai tiga Mega Mall karena lokasi tersebut disebut sebagai titik awal atau sumber munculnya api.
  • Kebakaran yang terjadi Sabtu malam menyebabkan satu orang meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka-luka, sementara penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tim Inafis bersama Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sulawesi Utara (Sulut) melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kebakaran Mega Mall Manado, Sabtu (16/5/2026).

Megamall Manado adalah pusat perbelanjaan yang berada di kawasan bisnis dan pusat perdagangan Megamas, tepatnya di Jalan Piere Tendean Boulevard, Kelurahan Wenang Selatan, Kecamatan Wenang, Kota Manado.

Lokasinya berada di kawasan pesisir Boulevard yang dikenal sebagai pusat bisnis dan kuliner Kota Manado.

Jarak Megamall ke pusat Kota Manado sangat dekat, hanya sekitar 5-10 menit perjalanan kendaraan karena masih berada di kawasan inti perdagangan kota.

Sementara jarak dari Megamall menuju Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado sekitar 14-17 kilometer, dengan waktu tempuh normal sekitar 30-40 menit tergantung kondisi lalu lintas.

Lokasi strategis ini membuat Megamall menjadi salah satu pusat perbelanjaan utama yang mudah dijangkau baik dari pusat pemerintahan maupun dari akses bandara.

Namun pada Sabtu malam sekitar 21.00 Wita, Megamall Manado terbakar.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sulut, Kombes Pol Suryadi, mengatakan proses olah TKP difokuskan di lantai tiga gedung Megamall.

Menurutnya, lantai tersebut menjadi perhatian utama karena disebut sebagai titik awal munculnya api saat insiden kebakaran terjadi.

“Kami fokus di lantai tiga, sebagaimana diinformasikan sebagai asal api,” ujar Suryadi kepada Tribunmanado.co.id.

Ia menjelaskan, proses pemeriksaan lokasi melibatkan tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis), Laboratorium Forensik (Labfor), serta penyidik dari Polresta Manado.

Polisi masih terus melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kebakaran yang melanda pusat perbelanjaan tersebut.

Suryadi menegaskan, hasil lengkap dari olah TKP akan disampaikan setelah seluruh proses penyelidikan selesai dilakukan.

Sebelumnya, kebakaran hebat melanda Mega Mall Manado pada Sabtu (16/5/2026) malam.

Dalam peristiwa tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara empat orang lainnya mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.

Raut Cemas Amelia Tungka Tak Bisa Disembunyikan Saat Megamall Manado Terbakar: Mereka Karyawan Mal

Kepulan asap hitam membumbung tinggi, terlihat dari berbagai sudut kota pukul 21.00 Wita.

Suara sirene mobil pemadam kebakaran bersahutan, memecah keramaian akhir pekan di pusat bisnis tersebut.

Di tengah situasi yang kacau itu, Direksi Megamas Amelia Tungka tampak terus mondar-mandir di sekitar lokasi.

Wajahnya tegang, langkahnya cepat, tak bisa menyembunyikan rasa cemas yang sejak awal terlihat jelas.

Ia beberapa kali mendekati petugas pemadam kebakaran, lalu berpindah ke sisi lain berbicara dengan pihak kepolisian.

Setiap perkembangan terus dipantau, seolah tak ingin ada satu informasi pun yang terlewat.

Sesekali ia berdiri mematung, menatap ke arah gedung yang masih diselimuti asap tebal.

Tatapannya kosong, seperti menahan banyak hal sekaligus.

Malam itu bukan hanya soal bangunan yang terbakar.

Ada orang-orang yang masih berada di dalam.

Saat kabar lima karyawan terjebak di lantai atas mulai terdengar, suasana semakin berat.

Mereka diketahui merupakan staf engineering yang berusaha naik ke bagian atas gedung untuk memadamkan api menggunakan cooling water.

“Mereka awalnya di bawah, lalu ke atas berupaya memadamkan api dari cooling water kami di paling atas,” kata Amelia kepada wartawan Tribunmanado.co.id.

Harapan sempat menggantung panjang di tengah proses evakuasi.

Namun ketika satu korban perempuan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, raut wajah di sekitar lokasi langsung berubah.

Tak ada lagi kata-kata yang terasa cukup.

Amelia hanya bisa menarik napas panjang. 

Nada bicaranya pelan saat memastikan seluruh korban adalah bagian dari keluarga besar Megamall sendiri.

“Mereka karyawan mal, staff engineering,” ujarnya lirih.

Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi menyimpan luka yang dalam.

Sebab yang menjadi korban bukan sekadar pekerja, melainkan orang-orang yang setiap hari ada di sana, menjaga roda operasional tetap berjalan.

Rasa lelah terlihat jelas dari wajahnya malam itu.

Namun kegelisahan jauh lebih terasa.

Ia tetap berdiri di lokasi hingga proses evakuasi selesai, menunggu kabar, memastikan keadaan, dan menghadapi kenyataan yang tidak pernah ingin terjadi.

“Kita tidak pernah mau ada musibah seperti ini,” katanya.

KEBAKARAN - Suasana di Megamall Manado setelah mengalami kebakaran, Sabtu 16 Mei 2026 jelang pergantian hari. Satu korban meninggal dalam peristiwa ini.
KEBAKARAN - Suasana di Megamall Manado setelah mengalami kebakaran, Sabtu 16 Mei 2026 jelang pergantian hari. Satu korban meninggal dalam peristiwa ini. (Tribun Manado/Fernando_Lumowa)

Megamall Manado Hentikan Operasional untuk Sementara Waktu

Akibat kebakaran, Mall pertama di kota Manado tersebut untuk sementara menghentikan operasinya. 

Pengumuman itu beredar di medsos. 

"Megamall Manado untuk sementara tidak beroperasi hingga pemberitahuan lebih lanjut," demikian tulis akun Megamall Manado.

Direksi Megamas, Amelia Tungka memastikan Megamall Manado belum beroperasi hingga waktu yang belum ditentukan. 

"Untuk operasional kita lihat nanti, seperti apa," kata dia. 

Amelia menyatakan, musibah itu memukul segenap keluarga besar Megamas. 

Baik manajemen maupun karyawan. 

Lima orang dinyatakan menjadi korban dalam kebakaran yang terjadim Sabtu (16/5/2026) tersebut.

Kapolresta Manado, Kombes Pol Irham Halid menyatakan, saat kejadian ada lima korban terjebak di lantai atas titik kebakaran. 

Satu korban, perempuan, meninggal dunia.

Empat korban lainnya, semuanya pria, selamat. 

Empat korban selamat tersebut, berdasarkan pernyataan Kapolresta pasca evakuasi ialah:

  • Stenly
  • Gilbert Sanger
  • Adit Rumese
  • Nando Tara

Empat warga itu selamat tanpa mengalami luka bakar.

Saat ini mereka menjalani perawatan di RS Bhayangkara Manado

Sementara, korban meninggal atas nama Pricilia Tamawiwy.

Korban ditemukan meninggal di tempat

Jenazah Pricilia juga dibawa ke RS Bhayangkara Manado untuk mendapatkan tindakan lanjutan. 

"Kami menyatakan turut berdukacita untuk korban meninggal," kata Irham. 

Terkait itu, Kapolresta Manado menyatakan Mega Mall belum dapat beroperasi. 

"Sehubungan dengan peristiwa ini, status quo, menunggu hasil penyelidikan," ujarnya lagi.

Kapolresta menyatakan, penyebab kebakaran dan sumber api belum bisa dipastikan. 

"Kami belum bisa pastikan. Demikian juga nilai kerugiannya. Masih akan didalami," katanya lagi. 

Ia memastikan, olah TKP akan dilaksanakan Minggu 17 Mei 2026.

Prosedur ini akan melibatkan tim gabungan Dirkrimum dan Bidlabfor Polda Sulut dan Reskrim Polresta. 

Saksi Mata Cerita Detik-detik Evakuasi Korban Kebakaran Megamall Manado: Wajah Hitam Pakai Kemeja

Di tengah puing-puing dan sisa kebakaran, satu korban perempuan ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Relawan Aeri Sulawesi Utara Oktavianus, menjadi salah satu orang yang ikut langsung dalam proses evakuasi tersebut.

Ia mengatakan, sejak awal informasi yang diterima menyebutkan ada seorang perempuan yang masih berada di dalam gedung.

“Tadi tinggal evakuasi. Dari awal info yang masuk itu perempuan,” ujarnya saat diwawancarai wartawan Tribunmanado.co.id, Indri Panigoro.

Korban ditemukan di lantai atas, dua tingkat setelah area bioskop XXI, di lokasi yang dipenuhi bilik-bilik ruangan, asap tebal, dan puing-puing yang menyulitkan proses penyelamatan.

Saat tim masuk kepulan asap hitam masih sangat pekat memenuhi ruangan.

Menurut Oktavianus, medan di dalam sangat sulit dilalui karena banyak reruntuhan dan sisa material kebakaran yang berserakan.

Meski begitu, korban berhasil ditemukan dalam kondisi tubuh masih utuh, meski sudah tidak bernyawa.

“Korban ditemukan dalam kondisi masih utuh. Saya tinggal jemput dari tangga,” ungkapnya.

Ia mengaku tidak terlalu memperhatikan korban selamat lainnya karena fokus utamanya saat itu adalah mengevakuasi korban perempuan tersebut.

“Untuk korban selamat lainnya saya tidak terlalu fokus, karena ada tim lain. Saya mengevakuasi yang korban perempuan,” jelasnya.

Korban disebut memiliki rambut panjang sebahu, bertubuh berisi, dan saat ditemukan masih mengenakan kemeja.

Wajah korban terlihat hitam dipenuhi kotoran akibat asap pekat, namun secara kasat mata tidak ditemukan luka fisik pada tubuhnya.

“Wajahnya hitam kotor. Saat dievakuasi saya tidak melihat ada luka,” katanya.

Saat ditemukan, posisi korban memang sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Oktavianus juga mengaku saat naik ke lokasi kebakaran, api masih sempat terlihat bersama asap hitam yang terus mengepul. Namun saat proses pengangkatan korban dilakukan, kondisi api sudah padam.

Ia bahkan melakukan evakuasi tanpa menggunakan bantuan oksigen, hanya mengandalkan keberanian menembus asap pekat di dalam gedung.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran Megamall Manado masih belum diketahui dan masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.

Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid mengungkapkan, kelima korban sempat terjebak di lantai atas, tepat di lokasi utama munculnya api.

Dari lima korban tersebut, satu orang berjenis kelamin perempuan dinyatakan meninggal dunia.

Sementara empat korban lainnya yang semuanya laki-laki berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. (Art/Ind/Ndo)

Baca Berita Lainnya di: Google News

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Trheads Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved