Kamis, 7 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penikaman Mat Ular

Warga Sebut Ada Lebih dari 4 Orang yang Diduga Aniaya Eks Preman Manado Mat Ular: Banyak Sekali

Warga setempat menyebut jumlah orang yang terlibat dalam penganiayaan terhadap mantan preman terkenal itu diduga lebih dari empat orang.

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Indry Panigoro
Tribun Manado/Kolase Tribun Manado/HO
PELAKU DAN KORBAN - Potret 4 terduga pelaku dan korban Mat Ular. Kasus penikaman terhadap Muhammad Chalim alias Mat Ular di Lorong Anoa, Teling Bawah, Manado, Sulawesi Utara (Sulut) Selasa (5/5/2026) malam, masih terus menjadi perhatian publik. 
Ringkasan Berita:
  • Mat Ular, eks preman terkenal asal Manado, menjadi korban penikaman di Lorong Anoa, Teling Bawah, saat menghadiri acara duka yang disertai pesta minuman keras pada Selasa (5/5/2026) malam.
  • Cekcok yang dipicu persoalan sepele dalam kondisi dipengaruhi alkohol berkembang menjadi perkelahian besar hingga Mat Ular ditikam dan mengalami luka serius.
  • Polisi telah menangkap empat tersangka, namun warga menyebut pelaku diduga lebih dari empat orang.

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Kasus penikaman terhadap Muhammad Chalim alias Mat Ular di Lorong Anoa, Teling Bawah, Manado, Sulawesi Utara (Sulut) Selasa (5/5/2026) malam, masih terus menjadi perhatian publik.

Warga setempat menyebut jumlah orang yang terlibat dalam penganiayaan terhadap mantan preman terkenal itu diduga lebih dari empat orang.

“Banyak sekali yang lakukan penganiayaan, kita juga tidak bisa pastikan siapa-siapa saja soalnya sudah kacau jadi lebih dari 4 orang,” ujar warga yang meminta namanya tidak ditulis, Rabu (6/5/2026).

Tak hanya itu, warga juga menduga ada pelaku yang berasal dari luar lingkungan Teling Bawah. 

Hal ini dilihat dari beberapa wajah yang dianggap tidak dikenal oleh masyarakat setempat.

“Ada yang kami tidak kenal. Sepertinya bukan orang sini,” ungkapnya.

Menurutnya, penganiayaan tersebut terjadi di acara malam duka almarhum Michael Lantu.

“Kemungkinan sudah minum semua jadi terjadi perkelahian,” tuturnya.

Mat Ular dikenal sebagai eks preman senior asal Manado yang namanya cukup disegani, bahkan hingga di Palu dan Makassar. 

Ia pernah dikenal sebagai preman kelas berat yang kerap terlibat kasus kriminal dan beberapa kali keluar masuk penjara.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, Mat Ular disebut telah meninggalkan kehidupan lamanya, berhijrah, dan aktif mengikuti dakwah serta tabligh.

Peristiwa penikaman itu bermula saat korban menghadiri acara duka di Lorong Anoa.

Dalam suasana tersebut, sejumlah warga berkumpul sambil mengonsumsi minuman keras.

Situasi yang awalnya biasa berubah menjadi tegang setelah terjadi adu mulut yang dipicu persoalan sepele.

Karena dipengaruhi alkohol, pertengkaran berkembang menjadi perkelahian besar.

Dalam keributan itu, Mat Ular menjadi korban penikaman dengan senjata tajam dan mengalami luka serius hingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Polisi yang menerima laporan langsung bergerak cepat dan berhasil mengamankan empat orang terduga pelaku di beberapa lokasi berbeda di wilayah Manado. 

PENIKAMAN - Detik-detik Mat Ular Eks Preman Manado Ditikam di Lorong Anoa Teling Bawah, Cekcok Hal Sepele. Di tengah kekacauan tersebut, Mat Ular diduga diserang menggunakan senjata tajam hingga mengalami luka serius.
PENIKAMAN - Detik-detik Mat Ular Eks Preman Manado Ditikam di Lorong Anoa Teling Bawah, Cekcok Hal Sepele. Di tengah kekacauan tersebut, Mat Ular diduga diserang menggunakan senjata tajam hingga mengalami luka serius. (Tribun Manado)

Ini yang Terjadi sebelum Mat Ular Ditikam

Insiden itu disebut bermula dari pesta minuman keras di sebuah acara duka yang dihadiri korban bersama sejumlah warga lainnya.

Menurut Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Elwin Kristanto, suasana yang awalnya berlangsung biasa berubah panas setelah terjadi adu mulut antar peserta pesta miras. 

Perselisihan yang diduga dipicu masalah sepele itu membesar karena para pihak berada dalam pengaruh alkohol hingga berujung perkelahian.

Dalam keributan tersebut, Mat Ular menjadi korban penikaman dan mengalami luka serius akibat senjata tajam.

Ia langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis dan hingga kini masih menjalani perawatan.

Polisi yang menerima laporan segera melakukan penyelidikan dan memburu para pelaku.

Hasilnya, empat orang berhasil diamankan pada malam yang sama di sejumlah lokasi berbeda di wilayah Manado.

Keempat tersangka kini ditahan di Mapolresta Manado untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam kasus tersebut. Para tersangka terancam dijerat pasal penganiayaan berat secara bersama-sama dengan ancaman hukuman penjara.

Kasat Reskrim Polresta Manado itu juga mengingatkan masyarakat agar menghindari konsumsi minuman keras berlebihan karena sering menjadi pemicu terjadinya tindak kriminal.

“Stop konsumsi miras karena ini jadi salah satu pemicu terjadinya tindak kriminal,” pungkasnya.

KORBAN & PELAKU - Foto Korban Mat Ular (kiri) dan 2 di antara 4 terduga pelaku (kanan) yang telah ditangkap polisi. Kasus penikaman terjadi di Lorong Anoa, Kelurahan Teling Bawah, Manado, Sulawesi Utara, Selasa (5/5/2026). Dari informasi yang didapat di lokasi kejadian, warga menyebut pelaku yang terlibat dalam aksi tersebut diduga lebih dari empat orang.
KORBAN & PELAKU - Foto Korban Mat Ular (kiri) dan 2 di antara 4 terduga pelaku (kanan) yang telah ditangkap polisi. Kasus penikaman terjadi di Lorong Anoa, Kelurahan Teling Bawah, Manado, Sulawesi Utara, Selasa (5/5/2026). Dari informasi yang didapat di lokasi kejadian, warga menyebut pelaku yang terlibat dalam aksi tersebut diduga lebih dari empat orang. (Istimewa)

4 Tersangka Ditangkap

Aparat kepolisian berhasil menangkap empat tersangka dalam kasus penikaman terhadap pria yang dikenal dengan julukan Mat Ular.

Keempat pelaku diamankan setelah tim kepolisian melakukan serangkaian penyelidikan dan pengumpulan keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian. 

Penangkapan dilakukan di beberapa titik berbeda di wilayah Manado.

Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Elwin Kristanto, mengatakan setelah peristiwa itu tim langsung bergerak untuk memburu para pelaku.

 “Tadi malam sudah diamankan,” tutur Kasat, Rabu (6/5/2026).

Menurutnya keempat tersangka kini telah diamankan di Mapolresta Manado guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. 

Ia menambahkan tim masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Kita masih mendalami tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain,” tandasnya.

Kasat mengatakan para tersangka ini bisa dijerat dengan pasal terkait penganiayaan berat secara bersama-sama, dengan ancaman hukuman penjara. (FER)

Baca Berita Lainnya di: Google News

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Trheads Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved