Sabtu, 2 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Menteri Pertanian di Manado

Sidak Mentan di Manado, Bongkar Dugaan Permainan Nakal Bibit Kelapa: Data Disunat, Ancam Pecat Oknum

Andi Amran Sulaiman, menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik dalam berbagai program dan proyek di sektor pertanian.

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Gryfid Talumedun
Tribun Manado/Arthur_Rompis
SIDAK - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat melakukan melakukan sidak di kebun bibit kelapa CV Angin Utara di Desa l Raya Bengkol, Bengkol, Kec. Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara, Jumat (1/5/2026). Sidak Mentan di Manado, Bongkar Dugaan Permainan Nakal Bibit Kelapa: Data Disunat, Ancam Pecat Oknum 
Ringkasan Berita:
  • Amran menyoroti praktik “setor fee” oleh oknum dalam program pertanian dan berkomitmen memberantasnya.
  • Sidak menemukan kejanggalan bibit: kualitas buruk dan data tak sinkron (44 ribu vs 17 ribu).
  • Oknum terancam dipecat, kasus diminta diusut aparat, serta perbaikan menyeluruh langsung diperintahkan.

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kembali menegaskan perang terhadap praktik nakal di sektor pertanian.

Usai sidak di Manado, ia mengungkap dugaan permainan oknum yang merugikan negara dan petani.

Andi Amran Sulaiman, menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik dalam berbagai program dan proyek di sektor pertanian.

Baca juga: Buntut Sidak Mentan di Bengkol Manado, Sejumlah Oknum Pegawai Kementerian di Sulut Terancam Sanksi

Dalam keterangannya, Amran menyoroti masih adanya oknum yang mencoba mengambil keuntungan pribadi dengan meminta imbalan atau fee dari kegiatan yang seharusnya murni untuk kepentingan petani dan pembangunan pertanian.

Ancam Pecat Oknum

Sanksi dipastikan bakal dijatuhkan para personel Kementerian Pertanian di Sulut. 

Hal ini buntut dari temuan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat melakukan melakukan sidak di kebun bibit kelapa CV Angin Utara di Desa l Raya Bengkol, Bengkol, Kec. Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara, Jumat (1/5/2026). 

"Itu di internal saya nanti," katanya. 

Ia mengaku telah menegur Petugas Penyuluh Lapangan. 

Keterangan mereka, beber dia, pihaknya sudah menegur soal rumput dan kondisi. Tapi pelanggaran tetap terjadi. 

Ia mengaku kecewa dengan Balai Riset dan Direkturnya yang tidak pernah turun lokasi. 

"Kalau ada yang menyimpang, saya pecat, bukan mutasi atau peringatan, tapi saya pecat," kata dia. 

Menurutnya, hal ini sudah sering mereka lakukan pada pegawai yang melakukan pelanggaran. 

Ungkap Andi, ia pernah mengirim seorang direktur ke penjara. 

"Saya juga minta pengembalian dana 27 M yang diselewengkan," kata dia. 

Minta Polisi Usut

Dalam sidak tersebut, ditemukan sejumlah kejanggalan. 

Andi pun berang. 

Dirinya langsung meminta Reskrim Polresta Manado dan Kejaksaan untuk melakukan pemeriksaan. 

"Saya minta segera diperiksa, saat ini juga," katanya. 

Menurut Andi, pihaknya juga memberi teguran keras kepada semua pihak yang terlibat, khususnya di bawah kementerian pertanian. 

Andi menuturkan, saat ini bukan lagi era pencitraan. 

"Harus kita buka apa adanya yang terjadi di lapangan, ini perintah pak presiden," katanya. 

Andi meminta agar semua temuan diperbaiki. 

Ini demi memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat. 

"Memang tak ada yang sempurna. 

Tapi jangan salahnya lebih banyak daripada benarnya," katanya. 

Adapun temuan itu, beber dia, adalah bibit yang tak layak. 

Kemudian jumlah kuantum yang tak sesuai. 

"Yang dilaporkan 44 ribu, tapi nyatanya hanya 17 ribu," katanya. 

Temuan lainnya adalah rumput yang tampak sama tinggi dengan bibit sebagian. 

Pada kesempatan itu, Andi mengapresiasi kepemimpinan Gubernur Sulut Yulius Selvanus dan Wagub Victor Mailangkay. 

Menurut dia, kepemimpinan keduanya sangat sinergis dengan pusat. 

"Bibitnya kami perbaiki, kami yakin dengan kepemimpinan keduanya, maka program pemerintah pusat di bidang pertanian bakal bergulir dengan baik di Sulawesi Utara," katanya. (Art)

-

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Baca berita lainnya di: Google News

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved