Breaking News
Minggu, 26 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Idul Fitri 2026

Beda Waktu Idul Fitri 2026 di Sulawesi Utara, Muhamadiyah Duluan

Idul Fitri di kota Manado berlangsung penuh rahmat dan harmoni di tengah perbedaan waktu pelaksanaannya. 

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Alpen Martinus
Tribun Manado/Arthur Rompis
SALAT: Salat Ied digelar di Masjid Darul Arqom, Kelurahan Ternate Tanjung, Kecamatan Singkil, kota Manado, provinsi Sulut, Jumat (20/3/2026) pagi. Jemaah Muhammadiyah duluan Idul Fitri. 
Ringkasan Berita:1. Idul Fitri di kota Manado berlangsung penuh rahmat dan harmoni di tengah perbedaan waktu pelaksanaannya. 
 
2. Hari itu, warga Muhamadiyah seluruh Indonesia telah merayakan Idul Fitri, sehari lebih dahulu dari versi pemerintah
 
3. Kata dia, banyak tamu yang akan datang nanti. Termasuk kerabat istrinya yang beragama Kristen. 

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Waktu Idul Fitri di kota Manado kini berbeda.

Umat Muhamadiyah sudah melaksanakan salat Idul Fitri hari ini.

Sementara NU dan pemerintah baru pada Sabtu 21 Maret 2026.

Baca juga: 30 Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Kata-katanta Menyentuh Hati Cocok Jadi Caption Medsos

Meski berbeda waktu, namun tak mengurangi maksa idul fitri.

Idul Fitri di kota Manado berlangsung penuh rahmat dan harmoni di tengah perbedaan waktu pelaksanaannya. 

Tiba di Mesjid Darul Arqom di Kelurahan Ternate Tanjung, Kecamatan Singkil, kota Manado, provinsi Sulut, Candra langsung bergabung dengan ratusan umat Muslim yang menggelar Salat Ied, Jumat (20/3/2026). 

Hari itu, warga Muhamadiyah seluruh Indonesia telah merayakan Idul Fitri, sehari lebih dahulu dari versi pemerintah

Kawasan seputaran Mesjid Darul Arqom selama ini dikenal sebagai pusat dari kegiatan Muhamadiyah di Manado. 

Selain Mesjid, di sana ada sekolah serta panti asuhan Muhamadiyah

Candra adalah warga Desa Sawangan Kamangta. 

Merasa diri sebagai Muhamadiyah, ia mencari Mesjid Muhamadiyah

"Saya scroll di medsos dan dapat Mesjid ini," katanya. 

Pagi-pagi benar ia menuju ke Mesjid tersebut dari rumah kediamannya dengan sepeda motor. 

Usai sholat, ia tampak bahagia. 

Sempat ia berfoto di depan Mesjid.

Ia mengaku datang sendiri. 

Sang istri ternyata ikut pemerintah

"Ia masih puasa," kata dia. 

Sebut dia, perbedaan tersebut bukan masalah. Tapi malah sesuatu yang mendatangkan harmoni. 

Layaknya warga Sulut, ia mengaku menyiapkan hidangan bagi orang pesiar. 

"Tapi nanti sekaligus esok," katanya. 

Kata dia, banyak tamu yang akan datang nanti. Termasuk kerabat istrinya yang beragama Kristen. 

"Biasanya mereka pesiar dan kami kumpul bersama," katanya. 

Shalat Ied digelar di Mesjid Darul Arqom, Kelurahan Ternate Tanjung, Kecamatan Singkil, kota Manado, Provinsi Sulut, Jumat (20/3/2026) pagi. 

Ratusan umat Muslim dari Muhammadiyah mengikutinya dengan khusyuk.

Amatan Tribunmanado.com, shalat dimulai tepat pukul 07.00 Wita. 

Namun Mesjid itu sudah penuh sejak setengah jam sebelumnya.

Pengunjung membludak. 

Halaman tak cukup. 

Banyak jemaah sholat di jalan depan Mesjid. 

Sajadah digelar di atas aspal. 

Shalat diisi dengan sembahyang serta khotbah dari khotib. 

Suasana haru nampak usai salat. 

Umat saling menjabat tangan sambil bermaaf-maafan. 

Ada pula yang saling berpelukan sambil meneteskan air mata. 

Diketahui kawasan seputaran Mesjid Darul Arqom dikenal sebagai basis Muhammadiyah di Manado. 

Selain Mesjid, di sana ada sekolah hingga panti asuhan Muhammadiyah.

Khotib Rivai Poli mengatakan, pihaknya menggelar shalat Ied berdasarkan maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menyebut 1 Syawal 1447 H atau Hari Raya Idul Fitri 2026 jatuh pada 20 Maret 2026.

"Kami gelar hari ini," kata dia. 

Menurut dia, yang hadir dalam Sholat adalah warga Muhammadiyah dan para simpatisan. 

Ada pula umat yang setuju dengan perhitungan Muhammadiyah. 

Sebagai khotib, ia berpesan pada umat untuk menjaga tali silaturahmi. 

"Jaga tali silaturahmi, khususnya dengan orang tua serta tingkatkan ketakwaan," katanya. 

Terkait perbedaan waktu pelaksanaan Idul Fitri, ia mengatakan, hal itu tak perlu dipermasalahkan. 

Sikap saling menghargai musti dikedepankan. 

"Saling menghargai dan tidak saling mencela," kata dia. (ART)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Youtube Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved