Sabtu, 9 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bahan Pokok di Manado

Hulu Minim Pasokan, Harga Cabai Rawit Gorontalo dan Kotamobagu di Manado Naik

Awal bulan suci Ramadan, para konsumen di Pasar Bersehati Manado, Sulawesi Utara, harus merogoh kocek lebih dalam.

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Rizali Posumah
Tribun Manado/Ferdi Guhuhuku
CABAI RAWIT - Pedagang cabai rawit di Pasar Bersehati Manado Sulawesi Utara. Harga cabai rawit dari dua daerah di Sulawesi Utara mengalami kenaikan harga di Pasar Bersehati. 

Ringkasan Berita:
  • Memasuki momentum awal bulan suci Ramadan, para konsumen di Pasar Bersehati Manado harus merogoh kocek lebih dalam. Komoditas cabai rawit asal Gorontalo dan Kotamobagu.
  • Berdasarkan pantauan pada Jumat (20/2/2026), cabai rawit asal Gorontalo kini dibanderol di angka Rp 70 ribu per kilogram.
  • Faktor ketersediaan barang di tingkat pengepul menjadi alasan utama di balik tren kenaikan ini.

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Awal bulan suci Ramadan, para konsumen di Pasar Bersehati Manado, Sulawesi Utara, harus merogoh kocek lebih dalam. 

Komoditas cabai rawit asal Gorontalo dan Kotamobagu terpantau mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan akibat terbatasnya pasokan yang masuk ke pasar induk tersebut.

Berdasarkan pantauan pada Jumat (20/2/2026), cabai rawit asal Gorontalo kini dibanderol di angka Rp 70 ribu per kilogram, naik dari harga sebelumnya yang hanya Rp 65 ribu.

Kenaikan serupa juga terjadi pada cabai rawit asal Kotamobagu yang kini bertengger di harga Rp 70 ribu per kilogram dari harga semula Rp 60 ribu.

Faktor ketersediaan barang di tingkat pengepul menjadi alasan utama di balik tren kenaikan ini.

"Sehingga stok kurang harganya pasti naik," ujar Lindawati, salah satu pedagang di Pasar Bersehati saat diwawancara.

Menurut Lindawati, tren kenaikan ini diperkirakan belum mencapai puncaknya.

Mengacu pada pola pasar tahun-tahun sebelumnya, harga cabai rawit berpotensi menyentuh angka Rp 95 ribu hingga Rp 100 ribu per kilogram selama bulan puasa.

"Sama seperti tahun lalu momen puasa bisa sentuh harga seperti itu," ungkapnya menambahkan.

Kondisi ini mulai memicu kekhawatiran di tingkat konsumen.

Beberapa pembeli memilih untuk melakukan aksi borong demi menghindari lonjakan harga yang lebih tinggi di kemudian hari.

Salah satunya adalah Junita, yang memutuskan untuk menyetok cabai dalam jumlah banyak.

"Kita beli banyak untuk stok karena bisa besok harganya sudah kembali naik," tuturnya.

Meski memahami bahwa kenaikan harga bahan pokok merupakan siklus tahunan menjelang Ramadan, Junita tetap berharap agar pemerintah atau pihak terkait dapat menjaga stabilitas harga di pasar.

"Tapi semoga masih bisa dijangkau," pungkasnya.

Baca Berita Tribun Manado di Google News

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK 

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved