Sabtu, 9 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ibadah GMIM

Ibadah Minggu GMIM Imanuel Bahu Manado Sulut, Bertekun dalam Pengajaran dan Persekutuan 

Dalam ibadah ini, bertugas sebagai penyelenggara ibadah, jemaat kolom 26, yakni Pnt Robby Pangaila dan Dkn Berty Rumondor.

Tayang:
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Indry Panigoro
Tribun Manado/Foto Tribun Manado/Fernando Lumowa
IBADAH - Ibadah Jemaat GMIM Imanuel Bahu sesi kedua dipimpin Pdt Marherry Bawinto MTh.  Warga Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) diajak untuk merenungkan firman Tuhan dari Kisah Para Rasul 2:41-47. 
Ringkasan Berita:
  • Jemaat diajak meneladani kehidupan jemaat mula-mula yang bertekun dalam pengajaran, persekutuan, doa, serta saling mengasihi dan berbagi.
  • Pdt Marherry Bawinto MTh menekankan bahwa bertekun berarti melakukan segala sesuatu dengan sungguh-sungguh, sabar, dan penuh kesadaran agar jemaat bertumbuh dalam hikmat serta memahami firman Tuhan.
  • Jemaat diingatkan untuk terus hidup dalam kebersamaan, saling membantu, tekun berdoa, serta menjalankan panggilan GMIM untuk bersekutu, bersaksi, dan melayani.

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Warga Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) diajak untuk merenungkan firman Tuhan dari Kisah Para Rasul 2:41-47.

GMIM Imanuel Bahu adalah salah satu gereja di bawah naungan Gereja Masehi Injili Minahasa (GMIM).

GMIM adalah persekutuan orang-orang Minahasa dan suku lain serta ras lain, yang ada di tanah Minahasa dan di luar tanah Minahasa, yang percaya kepada Yesus Kristus untuk memberitakan perbuatan-perbuatan besar Tuhan Allah dan menjadi berkat bagi orang banyak di manapun dan kapanpun.

Dengan bersumber dari kesaksian Alkitab maka dalam Tata Gereja 2021, GMIM merumuskan panggilannya dalam 3 bentuk yakni terpanggil untuk bersekutu, bersaksi, dan melayani; terpanggil untuk melengkapi anggota-anggotanya; dan terpanggil untuk mengelola segenap anugerah dan karunia Tuhan Allah dalam segala bentuk.

Kembali ke ibadah GMIM Bahu, Manado, Sulut, Nas itu berjudul Cara Hidup Jemaat yang Pertama. Tema perenungan firman minggu ini adalah Bertekun dalam pengajaran dan dalam persekutua

Ketua Badan Pekerja Majelis Wilayah Manado Barat Daya, Pdt Marherry Bawinto MTh mengungkapkan, firman Tuhan ini berisi nasehat dan ajakan. 

"Kita hendaknya belajar dari kehidupan jemaat mula-mula yang bertekun dan saling mengasihi, berbagi dan sepenanggungan," kata Pendeta Bawinto dalam ibadah Minggu 15 Februari 2026 sesi kedua mulai pukul 09.00 Wita. 

Ia menjelaskan, kehidupan orang percaya hendaknya bertekun dalam persekutuan ibadah. Sejalan dengan itu, bertekun dalam pengajaran firman.

"Ibarat atlet, jika tidak tekun berlatih, pasti tidak akan juara. Pelajar, tidak tekun belajar, tidak akan mendapatkan gelar dan prestasi," ujarnya. 

Katanya, bertekun ialah melaksanakan segala sesuatu dengan sungguh-sungguh. Dengan kesadaran penuh dan kesabaran. 

"Jemaat yang bertekun, pasti memahami firman dan memperoleh hikmat darinya. Itulah kemenangan yang kita miliki," ujarnya. 

Ia berpesan, persekutuan gereja harus hidup dalam kebersamaan, saling membantu dan tekun berdoa. 

"Kita bersekutu, beribadah, mendengarkan firman sekaligus saling mendoakan dan memperhatikan saudara-saudara yang membutuhkan," ujarnya. 

Dalam ibadah ini, bertugas sebagai penyelenggara ibadah, jemaat kolom 26, yakni Pnt Robby Pangaila dan Dkn Berty Rumondor.(ndo) 

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved