Manado Sulawesi Utara
Korban Love Scamming, Pria di Manado Rugi Hingga Jutaan Rupiah
“Saya tidak curiga waktu itu, karena berpikir wajar mungkin dia belum nyaman,” ujar AM, Kamis (12/2/2026).
Penulis: Isvara Savitri | Editor: Isvara Savitri
Ringkasan Berita:
- Awal perkenalan mereka berlangsung secara normal selama 2-3 bulan.
- Keduanya kerap berkomunikasi melalui pesan dan panggilan suara.
- Pelaku selalu menolak ketika diajak melakukan panggilan video dengan berbagai alasan.
TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Love scamming merupakan salah satu bentuk penipuan daring yang marak terjadi.
Tak jarang orang Indonesia menjadi korbannya.
Love scamming adalah penipuan dengan cara mendekati korbannya dengan kasih sayang.
Salah satu yang menjadi korban di Manado, Sulawesi Utara, adalah lelaki berinisial AM
Peristiwa tersebut dialami AM sekitar satu tahun lalu setelah berkenalan dengan seseorang yang mengaku sebagai perempuan melalui aplikasi Instagram.
Awal perkenalan mereka berlangsung secara normal selama 2-3 bulan.
Keduanya kerap berkomunikasi melalui pesan dan panggilan suara.
Namun, pelaku selalu menolak ketika diajak melakukan panggilan video dengan berbagai alasan.
“Saya tidak curiga waktu itu, karena berpikir wajar mungkin dia belum nyaman,” ujar AM, Kamis (12/2/2026).
Setelah hubungan semakin dekat, pelaku mulai meminjam uang dengan alasan untuk biaya pengobatan ibunya.
Nominal awal yang diminta relatif kecil, sekitar Rp 200 ribu, sehingga AM tidak keberatan untuk membantu.
Namun seiring waktu, permintaan pinjaman semakin sering dan jumlahnya terus meningkat.
AM mengaku pernah memberikan uang hingga Rp1 juta dalam satu kali transfer.
Jika permintaan tidak dipenuhi, pelaku kerap menunjukkan sikap marah atau ngambek, sehingga membuat korban merasa tidak enak hati.
“Kalau saya tidak kasih, dia ngambek. Akhirnya saya luluh dan tetap meminjamkan uang,” ungkapnya.
Akibatnya, AM bahkan sempat meminjam uang dari layanan pinjaman online demi memenuhi permintaan pelaku.
Hingga akhirnya, ia menyadari bahwa dirinya telah menjadi korban penipuan bermodus asmara.
“Saya baru sadar setelah merasa sudah tidak sanggup lagi meminjamkan. Saat itu saya putuskan untuk memutus semua komunikasi,” katanya.
AM mengaku heran dengan diri sendiri, karena sebelumnya sudah mengetahui tentang kasus love scamming dan sering membaca ciri-cirinya di berbagai media.
Namun, ia tetap terjebak karena sudah terlanjur memiliki perasaan terhadap pelaku.
“Secara teori saya tahu, tapi pas mengalami sendiri jadi tidak sadar,” ujarnya.
Ia pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada dalam menjalin hubungan melalui media sosial, terutama jika sudah melibatkan urusan keuangan.
Baca juga: Jalan RE Martadinata Manado Rusak, Warga Keluhkan Kemacetan dan Risiko Kecelakaan
Baca juga: Lirik Lagu Conan Gray - Heather - What A Sight For Sore Eyes Brighter Than A Blue Sky
“Sekecil apa pun, harus tetap sadar dan hati-hati. Jangan sampai karena perasaan, kita jadi lengah,” pesannya.(*)
| Daftar Lengkap Pengurus PBH Peradi Manado Masa Jabatan 2026-2029 |
|
|---|
| Melalui Peradi Manado, Prof Otto Hasibuan Pastikan Masyarakat Dapat Bantuan Hukum Gratis |
|
|---|
| Sempat Viral Ludahi Wanita di Manado, Terduga Pelaku Ditangkap di Ring Road Tanpa Perlawanan |
|
|---|
| Dosen Hukum Unsrat Manado Sebut Kasus Penyalahgunaan BBM Sederhana: Tinggal Kemauan Aparat |
|
|---|
| Fakta-Fakta Penemuan Bayi di Tondano Minahasa: Telah Meninggal Dunia di RSUP Kandou Manado |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Pria-asal-Bacan-Malut-terduga-pelaku-love-scammer-diamankan-aparat-ke-Polda-Sulut.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.