Senin, 27 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pemkot Manado

Benahi Sistem Penyaluran Sosial, Pemkot Manado Belajar dari Banyuwangi

Sistem penyaluran perlindungan sosial diseriusi Pemkot Manado. Buktinya, Pemkot tak segan segan belajar dari daerah lain. 

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Chintya Rantung
Tribun Manado/Arthur_Rompis
PERLINDUNGAN SOSIAL - Sistem penyaluran perlindungan sosial diseriusi Pemkot Manado. Buktinya, Pemkot tak segan segan belajar dari daerah lain. Studi banding dilakukan ke Banyuwangi, Rabu (11/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Sistem penyaluran perlindungan sosial diseriusi Pemkot Manado
  • Buktinya, Pemkot tak segan segan belajar dari daerah lain
  • Studi banding dilakukan ke Banyuwangi pada Rabu (11/2/2026)

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sistem penyaluran perlindungan sosial diseriusi Pemkot Manado

Buktinya, Pemkot tak segan segan belajar dari daerah lain. 

Studi banding dilakukan ke Banyuwangi pada Rabu (11/2/2026). 

Kepala Dinas Sosial Kota Manado Rollies Rondonuwu menyebut, kunjungan tersebut merupakan tindaklanjut dari Kemendagri tentang Digitalisasi Bansos Perlindungan Sosial (Digitalisasi Bansos Perlinsos).

"Dimana Pemkot Manado merupakan salah satu daerah yang dipilih menjadi Pilot Project dari 40 Kabupaten/Kota di Indonesia," kata dia kepada Tribunmanado Rabu (11/2/2026). 

Ia menuturkan, dalam pertemuan tersebut terungkap bilamana kunci utama keberhasilan pengelolaan bantuan sosial terletak pada penghapusan ego sektoral antar-instansi.

Kolaborasi ini memastikan bahwa seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bergerak bersama sebagai agen pemerintah dalam mengawal pendataan, sehingga tidak ada lagi warga yang terabaikan karena kendala administrasi.

"Salah satu fokus utama dalam diskusi tersebut adalah edukasi kepada masyarakat mengenai akurasi data pekerjaan pada KTP yang sering kali menjadi penghambat akses bantuan," katanya. 

Dikatakannya banyak warga yang secara ekonomi masuk kategori miskin namun status di identitasnya masih tertulis sebagai karyawan swasta, sehingga sistem otomatis menolak permohonan bantuan mereka. 

Selain itu, dorongan kuat dari pimpinan untuk mempercepat perekaman administrasi kependudukan menjadi fondasi penting agar setiap bantuan yang dikucurkan memiliki dasar data yang valid dan transparan.

"Sebagai langkah konkret, Disdukcapil Kota Manado akan segera melakukan sinkronisasi data dengan meminta data desil 1 hingga 10 dari Kementerian Sosial untuk diverifikasi ulang," kata dia. 

Ungkapnya, proses ini mencakup pembersihan data bagi warga yang telah meninggal dunia, pindah domisili, hingga percepatan penggunaan Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Melalui fasilitas jemput bola bagi warga yang bermasalah secara administrasi, Pemkot Manado optimis integrasi data kependudukan dan sosial ini akan meminimalisir masalah klasik bantuan tidak tepat sasaran di masa mendatang. (Art) 

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved