Jumat, 5 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Buaya di Manado

Buaya Kembali Muncul di Teluk Manado, Nelayan Tetap Melaut Demi Bertahan Hidup

Buaya kembali muncul sejak akhir pekan lalu, meski hingga kini belum banyak nelayan yang melihatnya secara langsung.

Tayang:
Penulis: Isvara Savitri | Editor: Isvara Savitri
Tribun Manado/Isvara Savitri
PESISIR SINDULANG - Suasana di Pesisir Sindulang, Manado, Sulawesi Utara, Kamis (5/2/2026). Nelayan tetap melaut meski ada isu kemunculan buaya di Teluk Manado. 

Ringkasan Berita:
  • Buaya kembali muncul sejak akhir pekan lalu.
  • Belum banyak nelayan yang melihatnya secara langsung.
  • Nelayan tradisional tetap memiilih melaut.

 

TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Kabar kemunculan buaya kembali di Teluk Manado, Sulawesi Utara, menggegerkan masyarakat.

Keberadaannya juga menimbulkan kekhawatiran.

Pasalnya, selama ini tidak pernah ada buaya yang memiliki habitat di Teluk Manado.

Buaya pertama kali ditemukan di Teluk Manado pada akhir tahun lalu, diduga terbawa arus dari muara Sungai Ranoyapo, Kabupaten Minahasa Selatan.

Kemunculan buaya ini juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan nelayan tradisional. 

Buaya kembali muncul sejak akhir pekan lalu, meski hingga kini belum banyak nelayan yang melihatnya secara langsung.

Salah satu nelayan tradisional, Marvin, mengatakan bahwa dirinya telah mendengar kabar tersebut.

KERANGKENG - Pemkot Manado memasang kerangkeng untuk menangkap buaya di salah satu titik seputar perairan depan Megamas, Manado, Sulut, Selasa (3/2/2026). Umpan ayam utuh.
KERANGKENG - Pemkot Manado memasang kerangkeng untuk menangkap buaya di salah satu titik seputar perairan depan Megamas, Manado, Sulut, Selasa (3/2/2026). Umpan ayam utuh. (Tribun Manado/Arthur_Rompis)

Namun, ia sendiri belum pernah menyaksikan langsung keberadaan buaya di laut.

Meski khawatir, Marvin tetap memilih untuk melaut. 

Hal ini disebabkan kondisi cuaca yang buruk sejak akhir tahun 2025, sehingga mereka kesulitan mencari ikan dan kehilangan penghasilan.

"Sekarang cuaca sudah membaik, kalau tidak melaut lagi bisa-bisa tidak ada pendapatan sama sekali,” tambahnya, Kamis (5/2/2026).

Meski begitu, tidak semua nelayan berani melaut setelah munculnya isu buaya tersebut. 

Namun, sebagian lainnya tetap melaut karena sudah lama tidak bisa mencari nafkah.

Ia berharap tidak terjadi konflik antara manusia dan satwa liar tersebut. 

Baca juga: Breaking News: Perahu Nyaris Tenggelam di Dekat Pulau Gangga Minut, Ada Peluk Anak, Teriakan Tolong

Baca juga: Advokat Terdakwa Kasus Korupsi Dana IsDB di Unsrat Manado Beberkan Alasan Tak Ajukan Eksepsi

Menurut Marvin selama buaya tidak diganggu, nelayan juga tidak akan mengalami masalah.

“Yang penting kami berdoa dan niatkan bekerja. Asal buayanya tidak diganggu, tidak apa-apa. Semoga tidak berkonflik,” tutup Marvin.(*)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved