Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cuaca Ekstrem di Manado

Cuaca Ekstrem Rusak Perahu Nelayan Tradisional di Sindulang Manado

Seorang nelayan Sindulang, Ady, mengatakan perahu kecil miliknya rusak setelah dihantam ombak saat cuaca buruk.

Penulis: Isvara Savitri | Editor: Isvara Savitri
Tribun Manado/Isvara Savitri
PERAHU - Sejumlah perahu nelayan tradisional yang rusak akibat dihantam ombak dan angin kencang di Pesisir Sindulang, Manado, Sulawesi Utara, Rabu (21/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Sejumlah perahu nelayan di Kelurahan Sindulang mengalami kerusakan.
  • Hal itu akibat gelombang tinggi dan angin kencang.
  • Peristiwa tersebut terjadi beberapa waktu lalu ketika cuaca tiba-tiba memburuk pada malam hari.

 

TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Cuaca ekstrem yang melanda Sulawesi Utara berdampak serius pada aktivitas nelayan.

Selain tak bisa melaut, sejumlah perahu nelayan tradisional juga rusak.

Sejumlah perahu nelayan di Kelurahan Sindulan, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, mengalami kerusakan akibat gelombang tinggi dan angin kencang.

Seorang nelayan Sindulang, Ady, mengatakan perahu kecil miliknya rusak setelah dihantam ombak saat cuaca buruk. 

Peristiwa tersebut terjadi beberapa waktu lalu ketika cuaca tiba-tiba memburuk pada malam hari.

"Saya punya dua perahu, yang besar dan kecil. Yang kecil rusak karena dihantam ombak,” ujar Ady.

Menurutnya, memang banyak perahu nelayan yang rusak terutama perahu kecil. 

CUACA EKSTREM MANADO - Akibat cuaca buruk, gelombang tinggi dan angin kencang nelayan tradisional Manado tak melaut. Kondisi ini sudah berlangsung sejak awal tahun.
CUACA EKSTREM MANADO - Akibat cuaca buruk, gelombang tinggi dan angin kencang nelayan tradisional Manado tak melaut. Kondisi ini sudah berlangsung sejak awal tahun. (Tribun Manado/Tribun Manado/Fernando Lumowa)

Saat itu perahunya sudah dinaikkan ke daratan, namun posisinya tidak cukup jauh dari garis pantai. 

Ketika cuaca ekstrem terjadi pada malam hari, ia tidak sempat menyelamatkan perahu tersebut.

“Paginya saya lihat perahu sudah rusak. Ada rencana mau diperbaiki, tapi belum tahu kapan,” katanya.

Nelayan lainnya, Abdul, mengungkapkan cuaca ekstrem membuat para nelayan semakin waspada. 

Para nelayan kerap mengangkat perahu hingga ke badan jalan untuk menghindari kerusakan akibat ombak besar.

“Kalau cuaca ekstrem memang sudah susah. Makanya kami nelayan sering angkat perahu ke jalan," kata Abdul.

Menurutnya, tidak bisa melaut bukan menjadi masalah rumit bagi para nelayan selagi ada mata pencaharian lain.

Baca juga: Gubernur Sulut YSK Terima Audiensi Kemenkum Sulut, Perkuat Sinergi Pelayanan Hukum

Baca juga: Lirik Lagu Main Rapi - Resta Donica

"Tapi jangan sampai perahu ikut rusak,” ujar Abdul.(*)

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved