Senin, 1 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Transportasi di Manado

Kata Warga Manado Soal Angkot dan Bus BTS, Sopir Mikrolet Perbaiki Perilaku di Jalan

Sebagian besar warga Manado, khususnya pengguna angkot setuju dengan kehadiran bus angkutan umum. 

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Alpen Martinus
Tribun Manado/Tidak Ada
TRANSPORTASI: Kolase bus BTS dan Angkot di Manado, Sulawesi Utara. Ini kata warga soal dua transportasi tersebut. 
Ringkasan Berita:1.Sebagian besar warga Manado, khususnya pengguna angkot setuju dengan kehadiran bus angkutan umum. 
 
2.Tante Nona, warga Malalayang bilang, bus BTS memberi pilihan baru kepada para pengguna angkutan umum. 
 
3.Eliz, warga lainnya menilai, dengan kehadiran BTS, sopir mikrolet harusnya belajar. Mikrolet harus dibuat lebih nyaman. 

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Meski baru seminggu beroperasi, namun bus Buy The Service (BTS) rupanya sudah mendapatkan tempat tersendiri di hati masyarakat Manado, Sulawesi Utara.

Meski mendapat penolakan dari para sopir angkutan kota (angkot).

Sudah lama warga mendambakan transportasi yang nyaman.

Baca juga: Inilah 3 Kejadian Viral di Sulut Kemarin, Sopir Angkot di Manado Adang Bus BTS, Tiga Rumah Terbakar

Sebab tak sembarangan naik bus BTS.

Sebagian besar warga Manado, khususnya pengguna angkot setuju dengan kehadiran bus angkutan umum. 

Tante Nona, warga Malalayang bilang, bus BTS memberi pilihan baru kepada para pengguna angkutan umum. 

"Kalau sudah ada bus, masyarakat bisa leluasa. Kalau dilihat, tentu fasilitasnya lebih baik dan lebih nyaman," kata Nona kepada Tribunmanado.co.id, Selasa (2/12/2025) 

Ia menilai, semakin banyak pilihan moda transportasi umum semakin bagus. 

"Mikrolet tidak boleh egois. Ada bus, kami masyarakat kecil yang diuntungkan," katanya. 

Ia bilang, mikrolet jangan dilarang tapi harus memperhatikan aturan dan tertib di jalan. 

"Mikrolet terjangkau dan punya kelebihnan busa berhenti di mana saja. Kalau bus hanya di titik tertentu," katanya lagi. 

Eliz, warga lainnya menilai, dengan kehadiran BTS, sopir mikrolet harusnya belajar. Mikrolet harus dibuat lebih nyaman. 

"Selama ini mikrolet manja karena bertahun-tahun cuma mereka pilihan transportasi umum dalam kota," katanya. 

Lebih dari itu, ia berharap sopir mikrolet lebih tertib di jalan raya. Sebab, sudah jadi rahasia umum, banyak perilaku berkendara sopir angkot yang seenaknya di jalan. 
  
"Kalau ada pilihan lain, pembanding, tentu sopir mikrolet harus berbenah, buat bagus mobilnya," ujar warga Karombasan ini. 

Sopir Angkot cegat bus

Aksi sopir angkutan kota (angkot) Manado menolak beroperasinya bus Buy The Servis (BTS) memasuki hari kedua, Selasa 2 Desember 2025.

Mereka menggelar aksi protes dengan mencegat bus BTS yang beroperasi. 

Aksi ini terpantau di sejumlah titik seperti Malalayang dan Paniki. 

Selain itu, sedikitnya 200 sopir menggelar aksi mogok. 

Ratusan angkot tidak beroperasi dan terparkir di salah satu sisi Jalan Sam Ratulangi (Samrat) Manado. 

Ratusan 'mikrolet' ini parkir dua baris. Memanjang di sisi kanan Jalan Sam Ratulangi. Barisan mikrolet memanjang dari Zero Point hingga ke arah RS Siloam. 

Elias Pua, Ketua Basis Angkot Malalayang mengungkapkan, mereka protes kehadiran bus BTS yang mulai beroperasi beberapa hari lalu. 

"Kami menolak kehadiran bus itu. Sedangkan bus tidak ada kami kesulitan, apalagi sudah ada bus," kata Elias di depan gedung eks Swalayan Multimart Manado. 

Atos, seorang sopir lainnya mengatakan, kehadiran BTS yang di masa ujicoba ini gratis mengancam pencaharian mereka. 

"Semua penumpang pasti akan naik bus. Kalau begini, sampai Natal, bini lari akang pa torang," kata Atos, warga Malalayang. 

Di balik penolakan, muncul argumen lain di antara sopir. Ada yang berpendapat, sebaiknya bus BTS tidak digratiskan di masa ujicoba ini. 

"Kami pasti semakin sulit. Harusnya tarifnya lebih tinggi dari angkot atau paling tidak sama, 6000 pera (rupiah)," teriak seorang sopir. 

Lanjut mereka, kebijakan Pemerintah Kota Manado mengoperasikan bus jelang Natal sangat tidak bijaksana. 

"Ini menjelang Natal, momen di mana kami busa mendapatkan pendapatan lebih baik. Kalau sudah ada busa begini, mau dapat berapa?" ujarnya Elias. 

Ia mengungkapkan, armada mikrolet di trayek Malalayang ada 500 unit lebih. Belum lagi di trayek Lapangan (arah Bandara) dan Paal Dua yang terdampak. 

"Ada ribuan jiwa yang kena imbas dari kehadiran bus ini. Kami minta Pemkot bijaksana," jelas Elias. 

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved