Liputan UMKM
Bakso Lestari, Andalan Kuliner di Sindulang Manado: Kuah Berkaldu dan Variasi Menu Jadi Daya Tarik
Salah satu daya tarik utama dari Bakso Lestari adalah kuahnya yang berwarna putih namun tetap kaya rasa.
Penulis: Indry Panigoro | Editor: Indry Panigoro
TRIBUNMANADO.CO.ID - Bakso Lestari menjadi salah satu kuliner yang cukup populer di wilayah Sindulang, Kecamatan Tuminting, Manado, Sulawesi Utara (Sulut).
Bakso ini berada di Jalan Hasanudin, samping lorong gedung Monalisa, Tuminting.
Kedai bakso yang telah berdiri sejak 2008 ini terus menjadi pilihan warga karena kelezatan kuahnya yang khas serta variasi menu yang beragam.
Dikelola oleh keluarga dan kini dibantu Udin selaku kasir dan juga sejumlah karyawan, Bakso Lestari mempertahankan cita rasa otentik sejak pertama kali dirintis.
Nama “Lestari” sendiri diambil dari nama pemilik usaha.
Yang bikin beda itu macam-macam pilihan baksonya misalnya bakso kompllit, bakso mercon, bakso keju, bakso urat, bakso tenes, bakso sedang hingga tahu bakso.
"Kuahnya putih tapi berkaldu. Alhamdulillah banyak yang suka,” kata kasir bakso Lesatri, Udin kepada Tribunmanado.co.id, Rabu 29 Oktober 2025 sore.
Berawal dari dorongan untuk menghadirkan kuliner bakso yang berbeda, bakso Lestari menghadirkan beragam jenis isian sehingga pelanggan dapat memilih sesuai selera.
Rahasia Kelezatan: Kuah Putih Berkaldu
Salah satu daya tarik utama Bakso Lestari adalah kuahnya yang berwarna putih namun tetap kaya rasa.
Kaldu yang digunakan berasal dari bahan pilihan sehingga menciptakan rasa yang gurih dan ringan.
Menu populer di tempat ini adalah Bakso Komplit yang terdiri dari bakso urat, bakso isi daging cincang, bakso isi telur, bakso biasa, serta bakso tenes.
"Harga bakso komplit ini dua puluh lima ribu satu porsi. Isiannya banyak dan tentu puas makannya," kata Udin.
Anya warga Bailang Tuminting mengaku rutin konsumsi bakso Lestari.
"Seminggu bisa 4 kali saya mampir. Di sini enak dan murah," kata Anya.
Bahan Berkualitas dan Pilihan Variatif
Pemilik usaha memastikan penggunaan bahan berkualitas untuk menghasilkan rasa terbaik.
Selain bakso, tersedia pula tahu bakso dan lontong sebagai pelengkap.
Strategi Pemasaran: Mulut ke Mulut
Meski semakin dikenal warga Manado, Bakso Lestari tidak mengandalkan iklan dan promosi besar-besaran.
Pelanggan datang berdasarkan rekomendasi dari pengunjung sebelumnya.
“Tidak ada iklan, hanya dari mulut ke mulut. Kalau orang datang lalu cocok, biasanya mereka kembali lagi,” jelas Udin.
Meski banyak penjual bakso lain di wilayah Tuminting, Bakso Lestari tetap percaya diri dengan kualitas rasa.
“Tidak merasa tersaingi. Yang penting jualan dan jaga rasa,” ungkapnya.
Usaha ini buka setiap hari mulai pukul 14.30 WITA hingga 22.00 WITA.
Produk dijual dengan harga terjangkau, mulai dari Rp14.000–Rp25.000 per porsi.
Udin menyampaikan terima kasih kepada pelanggan yang setia makan di Bakso Lestari.
“Alhamdulillah kalau banyak yang suka. Semoga tetap ramai dan semakin banyak pelanggan,” katanya.
Dengan keunikan kuah putih berkaldu, variasi menu, dan pelayanan yang ramah, Bakso Lestari bisa menjadi pilihan Anda jika ingin mengonsumsi bakso full varian namun harganya yang terjangkau. (Tribunmanado.co.id/Ind)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Trheads Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya
| Dekat Kampus Unsrat Manado, Batagor Mas Anto Jadi Favorit Mahasiswa |
|
|---|
| Daftar Harga Produk UMKM Ratu Rica di Manado |
|
|---|
| UMKM Ratu Rica di Manado Kenalkan Sambal Khas Sulawesi Utara hingga ke Pasar Digital |
|
|---|
| Cuma Rp 10 Ribu! Es Teler Creamy Acha di Manado Ini Isinya Melimpah, Sekali Coba Langsung Ketagihan |
|
|---|
| Kisah Tukang Sangrai Kacang di Kanonang Kawangkoang Minahasa, Berhasil Kuliahkan Anak Hingga S2 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Bakso-Lestari-menjadi-salah-satu-kuliner-yang-cukup-populer-di-wilayah-Sindulang.jpg)