Sulawesi Utara
Begini Kondisi 2000 Rumah Bantuan Korban Banjir Manado 2014, Banyak Tak Dihuni
Bahkan berdasarkan informasi, banyak warga pemilik rumah memilih kembali tinggal di pinggiran sungai.
Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
TRIBUNMANADO.CO.ID - Niat pemerintah untuk membangunkan rumah bagi korban banjir Manado 2014 seakan sia-sia saja.
Jumlahnya tak sedikit mencapai 2000 unit. Namun sayang, bayak sekali yang terbengkalai atau tak dihuni.
Sampai banyak rumah yang tertutup oleh rumput.
Baca juga: PSMTI Sulawesi Utara Bantu Korban Banjir di Manado
Bahkan ada kaca hingga pintu yang sudah rusak karena dimakan rayap.
Bahkan berdasarkan informasi, banyak warga pemilik rumah memilih kembali tinggal di pinggiran sungai.
Di situ kabarnya ada rumah yang terdampak longsor.
Kabarnya juga, banyak rumah bantuan yang justru disewakan pemiliknya.
Baca juga: Selain Tak Dihuni, Perumahan Korban Banjir di Pandu Manado Sulawesi Utara Banyak Disewakan
Tapi ada beberapa rumah yang ditinggali oleh warga yang direlokasi.
Menurut mereka, sebenarnya fasilitas yang diberikan pemerintah sudah bagus.
Hadapi Bencana Baru
Pasca lolos dari banjir bandang di Manado tahun 2014.
Kini penghuni perumahan relokasi korban banjir tahun 2014 di Kelurahan Pandu, Kecamatan Bunaken, Manado, Sulawesi Utara, dihantui bencana baru.
Baca juga: Korban Banjir di Kecamatan Sangkub Kekurangan Makanan, Mereka Minta Pemkab Bolmut Tangani Serius
Bencana tersebut adalah longsor yang terjadi pada Rabu 1 Februari 2023.
Dari informasi yang diperoleh Tribunmanado.co.id, longsor tersebut setidaknya berdampak pada sembilan rumah yang ada di perumahan milik Pemkot Manado ini.
Ketika ditemui Tribunmanado.co.id, Steven salah satu warga mengaku jika longsor terjadi dua titik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Foto-perumahan-relokasi-korban-banjir-di-Kelurahan-Pandu-Kecamatan-Bunaken0.jpg)