Minggu, 12 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Nasional

Sosok Henk Sneevliet Pendiri PKI, Staf Editor yang Dirikan ISDV, Internasionalis Berpaham Marxisme

Berdirinya Indische Sociaal Democratische Vereeniging atau ISDV tidak bisa dipisahkan dari sosok bernama Hendricus Josephus Franciscus Marie Sneevliet

Editor: Alpen Martinus
Wikipedia
Henk Sneevliet 

TRIBUNMANADO.CO.ID- Partai Komunis Indonesia (PKI) pernah mencatatkan namanya dalam sejarah kelam Indonesia.

Peristiwa terkelam yang terjadi hanya dalam sejarah Indonesia terjadi pada 30 September 1965.

Ternyata partai Komunis Indonesia dibawa masuk oleh seorang Belanda.

Baca juga: Kisah Chambali saat Jadi Algojo Pembantaian PKI seusai Tragedi G30S: Semoga Allah Mengampuni Saya

Indische Sociaal Democratische Vereeniging atau ISDV merupakan sebuah organisasi yang sempat ada di Indonesia.

ISDV merupakan organisasi berpaham sosialisme yang didirikan pada 9 Mei 1914.

Sneevliet merupakan seorang internasionalis berpaham marxisme berkebangsaan Belanda.

Namun seiring berjalannya waktu, ISDV kemudian mengubah haluan politiknya menjadi berpaham komunisme dan mengubah namanya menjadi Perserikatan Komunis Indonesia Hindia pada 23 Mei 1920.

Baca juga: Kisah Burhan Kapak jadi Algojo Antek PKI seusai Tragedi G30S: Daripada Dibunuh Lebih Baik Membunuh

Kemudian pada Desember 1920 diganti lagi namanya menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI).

Dengan begitu bisa dikatakan bahwa ISDV merupakan cikal bakal lahirnya PKI di Indonesia.

Berdirinya Indische Sociaal Democratische Vereeniging atau ISDV tidak bisa dipisahkan dari sosok bernama Hendricus Josephus Franciscus Marie Sneevliet.

Dia adalah seorang tokoh berpaham marxisme yang kemudian juga mendirikan ISDV pada 9 Mei 1914 di Surabaya.

Baca juga: Kisah 7 Pahlawan Revolusi Korban Peristiwa G30S/PKI yang Jasadnya Dibuang di Sumur Lubang Buaya

Ia pertama datang ke Indonesia yang masa itu masih bernama Hindia Belanda pada Februari 1913 pada usia 30 tahun sebagai seorang staf editor di Soerabaiaasch Handelsblad.

Meski tinggal di tanah rantau, Sneevliet seperti tinggal di kampung halamannya.

Ia bergaul dengan para buruh kereta api yang bergabung dalam Vereniging van Spoor-en Tramweg Personeel (VSTP).

Jiwa kirinya menggelora, pada 9 Mei 1914 Sneevliet dan kawan-kawan sosialisnya berkumpul di Marine Gebouw, Surabaya.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved