Kamis, 9 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

RHK Senin 20 September 2021

BACAAN ALKITAB Yehezkiel 3:18 - Teguran yang Nyata dan Tegas

Amsal 27: 5 berbunyi, _"lebih baik teguran yang nyata-nyata daripada kasih yang tersembunyi."_

Editor: Aswin_Lumintang
internet
Ilustrasi Renungan 

  Yehezkiel 3:18
TRIBUNMANADO.CO.ID - Amsal 27: 5 berbunyi, _"lebih baik teguran yang nyata-nyata daripada kasih yang tersembunyi."_ Begitulah yang Allah kehendaki bagi Yehezkiel atas orang-orang Israel yang telah memberontak kepada Tuhan, Allahnya.

Sebagai penjaga kaum Israel, Yehezkiel harus menegur dan memperingatkan orang-orang Israel secara langsung serta nyata-nyata dalam segala kejahatannya. Sebab orang jahat, pasti akan dihukum mati atas pelanggaran dan dosanya. Tidak ada kompromi dengan kejahatan.

Ilustrasi.
Ilustrasi. (SHUTTERSTOCK)

Allah bermaksud baik dengan mendatangkan pertolongan kepada umat-Nya. Yang penting mereka harus bertobat dari kejahatannya dan berbalik ke jalan yang benar. Karena itu, Yehezkiel harus memperingatkan mereka dengan teguran yang nyata, demi keselamatan umat Israel dari hukuman mati akibat dosanya. Sebab upah dosa ialah maut. Upah kejahatan adalah hukuman, yakni hukuman mati dari Allah sendiri.

Demikian firman Tuhan hari ini.
  "Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti dihukum mati! dan engkau tidak memperingatkan dia atau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu dari hidupnya yang jahat, supaya ia tetap hidup,"  (ay 18a)_

Adalah tugas Yehezkiel untuk memperingatkan dan menegur dengan tegas orang-orang yang hidup dalam perbuatan jahat. Apapun kejahatan yang dilakukan, dan siapapun pelaku kejahatan itu, harus ditegur dan diperingatkan dengan tegas, agar mereka bertobat dari segala dosa dan pelanggarannya.

Jika tidak bertobat, umat yang demikian akan menanggung akibat perbuatannya itu. Sebab mereka pasti dihukum mati. Dia akan mati dalam kejahatannya jika tidak mau berubah maupun bertobat.

Namun jika dia bertobat dari pelanggarannya, sudah tentu dia akan diampuni dan diselamatkan. Sehingga dia tidak akan dihukum mati karena pertobatannya itu.

Sahabat Kristus, demikianlah keadilan hukum Allah. Allah ingin kita hidup pada jalur yang tegas dan pasti, yakni hidup baik dan benar sesuai firman-Nya. Jika kita melanggar apalagi melawan kehendak-Nya, maka siap-siaplah menghadapi hukuman kematian.

Allah tidak akan berkompromi dengan dosa. Itu adalah kekejian di hadapan-Nya. Apalagi kejahatan umat Israel pada waktu itu adalah penyembahan berhala, yang juga dilakukan oleh rajanya. Sehingga membuat mereka dibuang ke Babel. Ini sangat dibenci Tuhan.

Kita diutus Tuhan untuk berani menegur semua orang yang hidup dalam kejahatannya tanpa takut dan gentar, namun berdasarkan hikmat dan kasih dalam takut akan Tuhan. Adalah tugas dan tanggungjawab kita untuk memperingatkan mereka.

Ingatlah bahwa tugas kita memperingatkan dan menegur mereka, bukan menghakimi. Sebab menghakimi adalah hak dan tugas Tuhan. Kita harus melakukan tugas kita. Jangan merampas apa yang menjadi hak dan bagian Allah.
Bahwa ada yang tidak mau berubah ďan bertobat, biarlah nanti Allah yang menghukum. Bukan kita. Sebab bagian kita adalah mengingatkan mereka agar terhindar dari hukuman kekal itu.

Sebagai keluarga dan orang Kristen, kita harus berani menegur sesama yang hidup dalam kejahatan. Jangan biarkan sesama berkanjang dalam dosa, tapi tegorlah dia dalam kasih dan segala kesabaran, agar dia selamat dari kematian. Sebaliknya, jika kita masih hidup dalam dosa, bertobatlah sebelum terlambat. Sebab hukuman dari Tuhan akan terjadi. Kita akan menderita dalam kematian dan keabadian.

Karena itu, kita harus hidup dalam pertobatkan dan berusaha semaksimal mungkin menobatkan orang untuk keselamatan kita dan sesama. Dengan demikian kita telah hidup jadi berkat bagi sesama dan menyenangkan hati Allah serta memuliakan Dia. Amin

 DOA: Tuhan Yesus, mampukanlah kami menyatakan kebenaran-Mu kepada semua orang, dan ajarlah kami untuk selalu hidup menyenangkan hati-Mu. Amin

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved