Bacaan Alkitab
Bacaan Alkitab Selasa 7 September 2021, Yudas 1:19 : Kesesatan Menuai Kehancuran
Banyak orang menjadi percaya dan dibaptis. Namun di sisi lain, ada guru-guru palsu yang menyusup dan memecah belah jemaat.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Pada zaman jemaat mula-mula, penyesatan bertumbuh seiring berkembang pesatnya penginjilan.
Banyak orang menjadi percaya dan dibaptis. Namun di sisi lain, ada guru-guru palsu yang menyusup dan memecah belah jemaat.
Mereka adalah penyesat-penyesat yang hidup untuk keserakahan, hawa nafsu, kefasikan, yang menghambakan diri pada berbagai dosa dan kejahatan.
Mereka tidak segan-segan menjadi penjilat bagi orang-orang yang ditargetkan, dengan menggunakan kata-kata yang membual, demi mendapatkan keuntungan bagi diri sendiri.
Mereka tak segan-segan menghancurkan dan menjerumuskan orang percaya demi mencapai ambisi dan hawa nafsu kebejatannya. Karena mereka hidup dalam kesesatan.
Yudas, saudara Yakobus, hamba Kristus, menyatakan mereka sebagai penyesat dan pemecah belah jemaat yang harus ditentang dan dilawan.
Dia menyatakan bahwa orang-orang seperti itu mengutamakan perut mereka karena sudah dikuasai kesesatan dan keserakahan hawa nafsu duniawi.
Mereka hidup tanpa Roh Kudus. Inilah kehancuran mereka, baik di bumi maupun di sorga.
Demikian firman Tuhan hari ini. "Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus." (ayat 19)
Orang-orang demikian hanya hidup untuk kepentingan dan keinginan duniawi. Yang ada dalam pikiran mereka hanyalah rancangan kejahatan, untuk menjerat dan menjatuhkan orang dan mengais untung dari penderitaan orang lain, terutama umat Tuhan.
Bagi mereka, memecah belah jemaat adalah kesenangan. Sebab di balik penderitaan dan kesusahan umat itulah mereka mengais keuntungan. Mereka sangat suka menari-nari di atas penderitaan orang lain.
Tak ada rancangan kebaikan dalam hidup mereka. Kalaupun ada kebaikan yang mereka lakukan, sesungguhnya itu hanyalah sebuah siasat supaya kelihatan baik agar dapat diterima di kalangan orang baik.
Padahal itu hanya sebuah strategi infiltrasi (penyusupan) untuk menghancurkan kebaikan atau orang baik. Terutama umat Tuhan.
Kebaikan bagi mereka hanyalah alat untuk memenuhi hawa nafsu dan keserakahan hidup dalam kesesatan.
Sehingga bagi mereka, kebaikan hanyalah salah satu bagian atau episode dalam skenario kejahatan mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/renungan-bacaan-alkitab-kamis-1-juli-2021.jpg)