Rabu, 8 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pelantikan Presiden

Ini Perbandingan Pidato Presiden Jokowi pada Pelantikan 2014 dan 2019

Lima tahun lalu, 20 Oktober 2014, pidato perdana Jokowi sebagai Presiden ke-7 RI lebih menekankan pada semangat untuk bekerja.

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/pras.(AKBAR NUGROHO GUMAY)
Presiden Joko Widodo berpidato usai dilantik menjadi presiden periode 2019-2024 di Gedung Nusantara, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Hari ini Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia telah dilantik.

Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin resmi dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024.

Salah satu yang menarik perhatian dan dinanti adalah pidato Jokowi setelah resmi dilantik sebagai presiden pada periode keduanya.

Lima tahun lalu, 20 Oktober 2014, pidato perdana Jokowi sebagai Presiden ke-7 RI lebih menekankan pada semangat untuk bekerja.

Bagaimana dengan pidato kali ini? Pidato yang disampaikan Jokowi lebih spesifik, dan menekankan pada kerja-kerja yang perlu dilanjutkan pemerintahannya bersama Ma'ruf Amin dalam 5 tahun ke depan.

Pidato perdana tahun 2014

Pada pidato perdana Jokowi setelah dilantik sebagai Presiden, Jokowi mengatakan komitmennya untuk persatuan dan gotong royong.

Ia mengajak masyarakat dari semua unsur untuk bekerja.

Bahkan, penekanan pada kata “kerja” dan “bekerja”ia ucapkan sebanyak 16 kali sepanjang pidato.

Pantun Ketua MPR Bamsoet Trending Topic di Twitter, Singgung Prabowo saat Pelantikan Jokowi-Maruf

(Video) Detik-detik Saat Jokowi-Maruf Amin Bacakan Sumpah Presiden dan Wapres RI 2019-2024

“Saya menyerukan untuk bekerja keras, bahu membahu, bergotong royong, karena ini lah momen bersejarah bagi kita semua untuk bergerak bersama-sama untuk bekerja, untuk bekerja, dan bekerja,” ujar Jokowi di Kompleks Parlemen, Senin (20/10/2014).

Jokowi juga menyinggung pengembangan peradaban global.

Selain itu, dalam pidato perdananya ini, Jokowi mengingatkan untuk mengembalikan kejayaan maritim Indonesia.

Jokowi menyatakan, Indonesia saat itu telah lama memunggungi laut dan samudera, maka saatnya untuk mengembalikan semuanya.

“Sehingga ‘Jalesveva Jayamahe’, di laut kita jaya, sebagai semboyan kita di masa lalu bisa kembali,” kata Presiden.

Pada pidato ini, ia menyampaikan harapan selama lima tahun ke depan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved