Perempuan dari 7 Daerah yang Terkenal 'Mahal' untuk Dinikahi
Bagi mereka yang mampu, uang ratusan juta untuk merayakan pernikahan merupakan hal yang mudah dan wajar.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Menikah menjadi suatu momen yang dianggap spesial dan harus dirayakan dengan cara spesial bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.
Bagi mereka yang mampu, uang ratusan juta untuk merayakan pernikahan merupakan hal yang mudah dan wajar.
Tapi tahukah kamu? perempuan dari tujuh daerah ini terkenal mahal untuk dinikahi.
Bukan karena matre, tapi karena pernikahan di daerah mereka memiliki aturan mahar yang mahal.
Dilansir TribunTravel dari beberapa sumber, berikut ini tujuh daerah yang terkenal dengan mahar yang mahal:
1. Suku Bugis
Suku Bugis menggunakan istilah “uang panai” untuk mahar.
Uang panai sebenarnya adalah dana belanja, besarnya menyesuaikan dengan tingkat pendidikan calon istri.
Baca: Pakar Ekspresi Sebut Syahrini Bangga pada Reino Barack, Punya Karakter yang Berbeda
Baca: Penjaga Kolam Kaget, 110 Ekor Ikan Hiu Ditemukan Mati dan Mengambang di Kolam Penangkaran
Perempuan dengan pendidikan tinggi akan mendapatkan mahar termahal.
Pernikahan adat suku Bugis sebenarnya menerapkan mahar sedemikian rupa untuk melihat seberapa serius pihak laki-laki.
Perempuan dengan tingkat pendidikan S1 bisa mendapatkan sampai Rp 100 juta sebagai uang panai.
Hal ini juga sebagai pengharapan agar pihak pria tidak mudah menceraikan istrinya.
Apalagi mengingat betapa sulit persyaratan untuk menikahinya.
2. Aceh
Orang Aceh tidak mengenal mahar berupa uang, bagi mereka mahar biasanya disebut dengan “mayam”.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pernikahan-suku-bugis-12.jpg)