(VIDEO) Pesona Puncak Gunung Karamo Desa Taratau Tabalong
Dari puncak Gunung Karamo ini tersaji pemandangan alam berupa deretan pegunungan lain, yakni pengunungan Meratus dan juga Gunung Batu Kumpai.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Wilayah utara Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, yang mayoritas berupa dataran tinggi ternyata benar-benar banyak menyimpan potensi wisata alam.
Selain wisata air terjun, goa dan riam yang menjadi andalan, sejak satu tahun terakhir satu lagi potensi wisata alam yang ditemukan.
Wisata alam yang kini menjadi destinasi baru di wilayah utara Tabalong ini berupa puncak Gunung Karamo di Desa Taratau, kecamatan Jaro.
Dari puncak Gunung Karamo ini tersaji pemandangan alam berupa deretan pegunungan lain, yakni pengunungan Meratus dan juga Gunung Batu Kumpai.
Selain itu juga dapat dinikmati bagaimana keindahan sebagian wilayah Kecamatan Jaro, Muara Uya dan Haruai, bila dilihat dari ketinggian.
Untuk menambah daya tarik, di puncak gunung yang awalnya hanya difungsikan warga sekitar untuk berkebun ini juga dibangun beberapa fasilitas.
Diantaranya beberapa spot foto di ketinggian dengan latar belakang pegunungan, hutan dan perkampungan.
Tempat duduk yang diseting alami juga ada terlihat di siapkan di dua area yang memang dipilih karena menawarkan pemandangan alam yang eksotis.
Bagi pengunjung yang ingin mendatangi Gunung Karamo juga tidak begitu sulit karena akses jalan yang mudah dan semuanya berupa jalanan beraspal.
Jarak dari Kota Tanjung sendiri sekitar 60 kilometer atau bisa ditempuh dengan perjalanan menggunakan mobil sekitar 1 jam.
Begitu sampai di depan pintu masuk Gunung Karamu, pengunjung juga dimudahkan dengan jalanan terbuat dari semen untuk menuju ke puncaknya.
Perjalanan ke puncak dijamin tak membosankan karena disepanjang jalur yang mencapai sekitar 600 meter bisa dilihat tanaman kebun seperti karet, cempedak dan lainnya.
"Kalau tidak kuat jalan kaki, kami juga menyediakan jasa ojek pakai sepeda motor, bisa melayani untuk naik saja atau sekaligus naik dan turun, biayanya Rp. 5 ribu naik dan Rp.5 ribu untuk turun," kata salah seorang pengelola, Jainudin.
Diceritakannya, awal mula lokasi ini menjadi tempat wisata bermula dari temannya yang datang dan kemudian menyampaikan bila puncak Gunung Karamu bisa menjadi destinasi wisata yang menarik.
Dari situlah kemudian dikelola dan sejak secara resmi mulai dibangun pada 10 Juni 2017, pengunjung terus berdatangan untuk menikmati puncak Gunung Karamo.