Breaking News
Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

PDIP Sulut Incar 33 Persen Suara, LSI: Gerindra Menyalip Golkar

PDIP berpotensi menjadi pemenang pemilihan legislatif pada tahun 2019. Peluang PDIP keluar dari ‘kutukan’ juara bertahan

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
tribun manado/infografis:alex taroreh
Hasil survei LSI soal elektabilitas parpol peserta Pemilu 2019. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – PDIP berpotensi menjadi pemenang pemilihan legislatif pada tahun 2019. Peluang PDIP keluar dari ‘kutukan’ juara bertahan partai pemenang pemilu selama reformasi harus dibayar dengan kirah ‘negatif’ Partai Golkar. Partai Gerindra punya kans kuat menyalip Golkar.

Demikian hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang dirilis, Rabu (12/9/2018). Survei dilakukan pada 12-19 Agustus 2018 dengan melibatkan 1.200 responden di 33 provinsi Indonesia.

Adapun pertanyaan yang diajukan kepada responden adalah apabila pemilu legislatif dilakukan hari ini, partai manakah yang akan dipilih. Dari 1.200 responden, sebanyak 24,8 persen memilih PDIP. "PDIP berpotensi menjadi partai pertama yang memenangkan pemilu dua kali berturut-turut. Sejak reformasi, dari empat kali pemilu, tidak ada satu pun parpol yang memenangi pemilu dua kali secara berturut-turut," ujar Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby di kantornya, Jakarta, Rabu kemarin.

Adjie mencatat, pada Pemilu 1999, PDIP menjadi pemenang dengan perolehan suara sebesar 33,7 persen. Pada Pemilu 2004, PDIP kalah dari Golkar yang mendapatkan perolehan suara 21,6 persen. Kemudian, Pemilu 2009 dimenang Partai Demokrat. PDIP kembali menjadi pemenang pada Pemilu 2014.

"PDIP berpotensi keluar dari kutukan juara bertahan partai-partai pemenang pemilu di era reformasi," paparnya.
Di sisi lain, Adjie memaparkan, Gerindra berpotensi menempati posisi kedua dalam Pemilu 2019 dengan dukungan sebesar 13,1 persen. Sementara Golkar berada di peringkat ketiga dengan dukungan sebesar 11,3 persen.

"Gerindra potensial menjadi partai pertama runner-up di luar PDIP dan Golkar. Dalam empat kali pemilu era reformasi, posisi runner-up tak pernah diperoleh oleh partai di luar PDIP dan Golkar," ujar Adjie.

Sementara Golkar terancam tak masuk pada peringkat dua besar pemenang Pemilu 2019. Sebab, pada survei ini, elektabilitas Golkar berada di bawah PDIP dan Gerindra.

Lucky Senduk
Lucky Senduk (ISTIMEWA)

"Posisi Golkar saat ini akan menjadi yang terburuk dalam sejarah pemilu Partai Golkar di era reformasi. Dalam empat kali pemilu, Golkar selalu masuk dalam dua besar pemenang," papar dia.

Ia menilai masih ada upaya bagi partai-partai untuk mengubah peta dukungan jelang Pileg 2019. Artinya, data survei bisa bertambah atau berkurang sebesar 2,9 persen (lihat grafis).

Hasil survei LSI jadi bahan evaluasi kerja PDIP. Demikian dikatakan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PDIP Sulut, Lucky Senduk.

"Pengalaman Pileg 2014 hasil survei dari berbagai lembaga menempatkan PDIP sebagai pemenang dengan prosentase 22 persen tetapi hasil Pileg 2014 PDIP hanya mendapat 18 persen. Walaupun sebagai pemenang pemilu tetapi tidak sesuai harapan," katanya, Rabu (12/9/2018).

Ia mengatakan, hasil berbagai lembaga survei saat ini merupakan tantangan bagi PDIP untuk lebih kerja keras lagi. Mereka bisa mempertahankan elektabilitas sampai pada hari pemungutan duara nanti minimal mencapai 33 persen.

"Tantangan terbesar yakni Pemilu Legislatif saat ini baru pertama kalinya bersama dengan pemilihan presiden. Kerja, kerja. Elektoral harus benar-benar terencana dan dilaksanakan sehingga seluruh program menyentuh langsung ke masyarakat," katanya.

Kata dia, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri telah menginstuksikan seluruh kader terlebih caleg untuk turun sampai ke tingkatan desa. Mereka harus bekerja bersama rakyat membangun bangsa untuk mewujudkan Indonesia Sejahtera.

Ketua DPD Partai Hanura Sulut, Jackson Kumaat mengatakan, suvei LSI akan dijadikan bahan evaluasi. Tentunya masih banyak waktu untuk menaikan elektabilitas partai kuning kunyit itu.

"Kami akan kerja keras dari tingkat pusat sampai ke privonsi dan kabupaten/kota. Khusus di Sulut, kami akan tambah tenaga sekuat mungkin agar yang mustahil menjadi tidak mustahil," kata Kumaat.

Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved