Breaking News
Kamis, 23 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

2 ABG Jambret Handphone Turis Belanda di Kawasan Danau Toba

Kedua orang turis ini mengalami penjambretan dari dua orang ABG saat mengabadikan kecantikan alam Danau Toba, Jumat (07/09/2018).

Editor: Alexander Pattyranie
Facebook Kabar Samosir
Dua wisatawan dari Belanda saat berada di Mapolres Samosir. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kabar tidak sedap datang dari Kabupaten Samosir, nama baik daerah tujuan wisata ini seakan tercoreng dengan terjadinya tindak kriminal yang dilakukan oleh anak baru gede (ABG).

Tindakan kriminal ini terjadi kepada dua orang turis dari negeri Belanda, padahal Kabupaten Samosir memiliki reputasi yang bagus soal keramahan terhadap para wisatawan.

Kedua orang turis ini mengalami penjambretan dari dua orang ABG saat mengabadikan kecantikan alam Danau Toba tepatnya di Simpang Gotting, Kecamatan Harian, Sumatera Utara, Jumat (07/09/2018) kemarin.

Kedua turis yang menjadi korban ini bernama Miryam (22) Chaslotte (22). Keduanya masih berstatus mahasiswa.

Kepada polisi Miryam dan Chaslotte bercerita kejadian berawal ketika mereka berkeliling dan menikmati panorama Danau Toba dari berbagai sudut.

Saat mereka tiba di Simpang Gonting, keduanya pun turun dari Sepeda Motor yang disewanya dan mengambil handphonenya kemudian mengabadikan pemandangan Danau Toba tersebut.

Namun di saat bersamaan dua orang ABG yang diketahui berinisial SK (14) dan RN (16) mendekati mereka dan langsung merampas handphone Samsung yang dipakai Miryam memotret.

 

Saat polisi mengamankan dua anak pelaku Jambret di Samosir
Saat polisi mengamankan dua anak pelaku Jambret di Samosir (Istimewa)

Kedua ABG ini pun langsung melarikan diri ke daerah Harian menggunakan sepeda motor yang sedari awal mereka persiapkan.

Usai mengalami tindakan kriminal, keduanya pun melaporkan kejadian yang menimpanya. Polisi pun langsung mengejar kedua anak-anak ini, dan dengan cepat meringkusnya di Harian.

"Aksi pengejaran terhadap pelaku pun dilakukan personil kepolisian dan akhirnya menangkap kedua pelaku di Kecamatan Harian. Keduanya pun diamankan bersama barang bukti ke kantor polisi," ujar Humas Polres Samosir, Iptu TL Tobing.

Namun saat kedua anak-anak tersebut ditangkap polisi, kedua wisatawan dari Belanda ini tidak melakukan penuntutan karena kedua anak tersebut masih dibawah umur, asalkan handphone yang dijambret dikembalikan.

Kabar tidak sedap ini pun sudah beredar diberbagai media sosial, terutama Facebook, para warganet pun mengutarakan keprihatinannya, karena hal ini sangat memalukan bagi warga Samosir.

Kedua Wisatawan Mancanegara saat berada di Mapolres Samosir
Kedua Wisatawan Mancanegara saat berada di Mapolres Samosir (Facebook Kabar Samosir)

Berikut kometar warganet yang dirangkum Tribun Medan dari Grup Facebook Kabar Samosir

@Hotmauli Gultom: Malu lah klu begini.. kita susah payah promosi Samosir tp klu ahlak manusianya begini ya bgm ? Malu benar... WAHAI MASAYARAT SAMOSIR. TOLONGLAH SADAR KLU KITA BISA HIDUP DARI PARIWISATA. JGN GANGGU WISATAWAN. WLU ANAK ANAK BERI SANKSI !

@Sam Osir Jeffrey: Malu nyaaaaaa....... Hal2 yg begini nih yg gak bisa di biarin. Bgmna mau maju samosir itu klo masih ada begundal kayag anak itu? Naso di ajari amongna do naeng i?  Kalau mau samosir itu di jadikan jdi pusat wisata orng2 seperti anak itu harus di ungsikan. Krn merugikan banyak pihak.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved