Sabtu, 11 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Wapres JK Puji E-Voting GMIM: Pendeta dari AS, Gerai Darah di Mantos hingga Goropa Bakar

Sembilan jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa di luar negeri ambil bagian pada Sidang Majelis Sinode ke-79.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
tribun manado
Wapres Jusuf Kalla bersama istri menghadiri Sidang Majelis Sinode GMIM di Hovotel Manado, Senin (19/3/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sembilan jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa di luar negeri ambil bagian pada Sidang Majelis Sinode ke-79.

Empat utusan jemaat Amerika Serikat, tiga dari Jepang, satu Australia, satunya lagi dari Hongkong mengikuti sidang di Novotel Manado Golf Resort & Convention Center, Kawasan Grand Kawanua International City, Jalan AA Maramis Kayuwatu, Kelurahan Kairagi II, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Senin (19/3/2018).

Mereka termasuk dalam 2.233 (1.723 punya hak pilih) peserta sidang yang akan memilih Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM periode 2018-2022.

Peserta SMS GMIM di Novotel Manado, Senin (19/3/2018).
Peserta SMS GMIM di Novotel Manado, Senin (19/3/2018). (tribun manado)

Sejumlah nominator Ketua BPMS santer diperbincangkan! Di antaranya Pdt Dr Hein Arina, Pdt Hendry Runtuwene MTh Msi, Pdt Petra Rembang MTh dan Pdt Joice Umboh-Sondakh MTh.

Menurut Pendeta Yani Rende, ada 17 jemaat GMIM di luar Sulawesi Utara yang ikut sidang. "Ada empat dari AS, tiga Jepang, satu Australia, dan satu dari Hongkong. Satu jemaat dari Medan dan sisanya di pulau Jawa," kata Rende.

Lanjut dia, untuk mengoptimalkan pelayanan di luar Sulut, ada pendeta dan vikaris yang diutus GMIM. Pelayanan ke AS khususnya di Jemaat Alfa Omega New Jersey dan New York. Di sana dilayani Pdt Sofly Maki.

"GMIM di sana (AS) sangat berkembang. Banyak jemaat dari warga Kawanua (Sulut), tenaga kerja Indonesia dan penduduk di sana yang beribadah," kata Pdt Sofly.

Ia baru kembali dari AS setelah tiga bulan bertugas. "Ibadah di sana sama dengam di sini. Tata cara maupun bacaan Alkitabnya. Jika yang hadir adalah bule-bule maka ibadahnya menggunakan bahasa Inggris, tapi jika orang Indonesia maka menggunakan bahasa kita," kata dia.

Pnt Audy Lumangkun Ketua Jemaat Alfa Omega New Jersey-New York mengatakan, ini adalah pengalaman pertama kali di Indonesia mengikuti sidang. "Dengan ribuan peserta yang ikut dan kami pun sangat mengapresiasi karena pelaksanaanya begitu meriah dan besar. Ini menjadi suatu kebanggaan bagi kami. Thanks God kepada panitia yang sudah menerima dan mengakomodasi kami sebagai GMIM khususnya di Jersey," katanya.

Pdt Sofly Maki yang juga pendeta pelayan di jemaat Alfa Omega New Jersey menambahkan, para jemaat yang memang asli New York ada beberapa yang sudah ikut dalam GMIM. "Karena mereka suka dengan tata cara ibadah GMIM. Kami yang datang dari Jersey ada 10 orang, tujuh sebagai peninjau dan 3 orangnya yang akan ikut memilih," jelasnya.

Dari jemaat GMIM Penabur Bandung juga membawa dua utusan di sidang. Satu di antaranya Pdt Gustie Rumondor-Menajang MTh. "Saya di sini hadir sebagai peserta. Saya sangat cinta GMIM sehingga berani untuk melayani meski di luar Sulut," ungkapnya. Ia berharap, pemimpin GMIM ke depan mampu dan berani memajukan GMIM.

Kegiatan empat tahunan ini dibuka Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’ pun langsung dikumandangkan seluruh peserta, menyambut JK. Penjemputan dilanjutkan dengan tarian Maengket.

Pengamanan ketat. Di setiap lorong samping tempat duduk peserta terlihat Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) berjaga. Di pintu depan selain, Polri dan TNI, ada juga Sat Pol PP dari Pemerintah Provinsi Sulut.

Kalla kemudian menekan tombol diikuti bunyi lonceng sebanyak dua kali pertanda sidang dibuka. Lagu ‘Haleluya’ yang dinyanyikan paduan suara terdengar.

"Proses pemilihan (pengurus BPMS) akan jadi lebih cepat dengan e-voting (sistem pemungutan suara elektronik). Jadi, saya mengapresiasi positif, sebab pesta demokrasi bisa jalan dengan baik di gereja. Di DPR saja sistem seperti ini belum dijalankan. Masih menggunakan cara manual hingga sekarang," kata Kalla.

Ia berharap lewat sidang kali ini, akan terpilih pemimpin gereja yang berwibawa. "Semoga sidang ini berjalan baik dan mampu memilih pemimpin yang baik dan berwibawa demi kemaslahatan umat," ujar Wapres.

Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved