Maesi Bangga Babe Palar Jadi Pahlawan Nasional
Maesi Palar Martowardojo tersenyum bahagia sebab ayahnya yang akrab disapa Babe Palar akhirnya dikukuhkan sebagai pahlawan nasional.
Penulis: | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Warstef Abisada
TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - Maesi Palar Martowardojo, putri Almarhum Lambertus Nicodemus Palar tersenyum bahagia. Sebab, ayahnya yang akrab disapa Babe Palar akhirnya dikukuhkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai pahlawan nasional pada Jumat (8/11/2013) lalu.
Penganugerahan Babe Palar sebagai pahlawan nasional dari Presiden SBY di Istana Negara secara simbolis diterima oleh Maesi sendiri sebagai ahli waris. Ia turut didampingi Gubernur Sulawesi Utara Dr Sinyo Harry Sarundajang dan Judie Turambi Sekretaris Panitia Pengusul Babe Palar menjadi pahlawan nasional.
“Saya sangat bangga dan berterima kasih kepada pemerintah, sebab ayah saya boleh diangkat menjadi pahlawan nasional, karena jasa-jasanya dinilai sangat berdampak besar bagi kemajuan Indonesia,” ujar Maesi usai menerima penganugerahan pahlawan nasional dari Presiden.
Kegembiraan dan rasa bangga Maesi setelah Babe Palar diangkat menjadi pahlawan nasional, memang tak dapat disembunyikan. Bersama Gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang, Gimmy Kawatu, Bambang Soeharto, dan cucu Babe Palar Agus Martowardojo, serta Sekretaris Panitia Pengusul Judie Turambi, Maesi berkesempatan mengabadikan momen bersejarah itu lewat sesi foto bersama usai menerima anugerah.
Tak hanya itu, keluarga juga menurut Judie Turambi bahkan langsung melakukan ziarah ke makam Babe Palar di Tanah Kusir bersama Ketua Panitia Pengusul Piet Liuw. “Setelah ziarah, keluarga juga menggelar ibadah syukur diterimanya anugerah pahlawan nasional di rumahnya cucu Babe Palar Wulan Martowardojo di Jalan Saraswati K9 Cipete Jakarta Utara, yang dirangkaikan dengan ibadah atas meninggalnya anak pertama Babe Palar Maria Elizabeth Palar yang meninggal 13 Oktober lalu di India,” tegasnya.
Terpisah, Jimmy Eman, Wali Kota Tomohon mengaku sangat bangga sebab putra asli daerah ini bisa diangkat menjadi pahlawan nasional oleh presiden. “Sosok Babe Palar menjadi kebanggaan juga teladan masyarakat dan Pemerintah Kota Tomohon, sebab mampu berjuang gigih dalam mempertahankan serta memperjuangkan eksistensi Negara Kesatuan Repulik Indonesi di tingkat dunia,” tuturnya.
Ke depan ia berharap akan lahir sosok Babe Palar baru di Tomohon, yang dapat berpikir global tapi mampu bertindak secara lokal demi memajukan daerah, bangsa dan negara. “Pemerintah Tomohon pasti akan terus membangun kemitraan dan network secara global seperti yang ditunjukkan Babe Palar demi membangun Tomohon menjadi lebih maju,” tukasnya.