Kamis, 9 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Community

Moningka-Monintja Family, Komunitas Keluarga Terbesar di Indonesia

MMF menjelma menjadi grup keluarga terbesar di Sulawesi Utara (Sulut) bahkan di Indonesia

Penulis: Andrew_Pattymahu | Editor: Andrew_Pattymahu

Sejak pertama kalinya didirikan pada tanggal 6 Mei 2011, Komunitas Moningka-Monintja Family (MMF) menjelma menjadi grup keluarga terbesar di Sulawesi Utara (Sulut) bahkan di Indonesia. Tahun ini komunitas tersebut bakal mendaftarkan nama mereka untuk masuk dalam Museum Rekor Indonesia (Muri) oleh ketuanya di Sulut, Ralphy Monintja sebagai komunitas keluarga terbesar di nusantara.

Saat ini anggota MMF tersebar di Sulut, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Pulau Kalimantan. Keseluruhan jumlah anggotanya mencapai 1.177.

Marck Sumlang salah satu pendiri komunitas ini kepada Tim Edisi Minggu Tribun Manado menuturkan kilas balik berdirinya MMF waktu itu ia mengutarakan ide kepada istrinya Farany Moningka bagaimana untuk mengumpulkan seluruh keluarga Moningka-Monintja. Ide itu pun disambut baik Farany dan sebagai langkah awal mereka dengan membuat grup di situs jejaring sosial melalui Facebook.

"Pertama-tama anggotanya memang sedikit, tetapi dengan usaha keras semua pengurus dan admin MMF kami mencari tahu semua keluarga. Puji Tuhan anggota sudah di atas seribuan," katanya beberapa waktu lalu.

Selain mempunyai Ketua Umum MMF yakni Ralphy Monintja, komunitas ini juga menunjuk beberapa pengurus yang mengatur jalanya organisasi yang disebut admin. Mereka adalah Farany Moningka, Pricilia Moningka, Marck Sumlang, Yandry Moningka, Yudy Moningka, dan Denny Moningka.

Diutarakan Pricilia setiap bulan MMF mengadakan pertemuan. "Soal jadwal pertemuannya kami yang atur tapi ada juga permintaan dari keluarga misalnya dalam rangka syukuran ulang tahun atau lain-lain," ucap pengurus termuda ini.

Ditambahkannya pertemuaan MMF sudah berlangsung sekitar 6 kali dan anggota yang hadir ada 100 orang. "Baru-baru ini juga kami menggelar acara anniversary yang pertama tanggal 6 Mei 2012 dan hampir 200 anggota turut hadir," katanya.


Pertemuan pertama digelar di  Winangun (Manado), kedua di Tenggari (Minahasa Utara), Kayawu (Tomohon). Kemudian
Suluaan Nuansa alam Suluan (Minahasa), Kamangta (Minahasa) dan baru-baru ini Paniki (Manado).

Anggota tertua dari Belanda Olga Coenrad juga rela terbang dari negeri Kincir Angin untuk bertemu komunitas ini. Ada rasa bangga di hati pengurus MMF setiap kali melihat antusias anggota yang hadir itu banyak.

"Ini menandakan komunitas ini tetap aktif dan bisa menjalin rasa persaudaraan. Kami juga masih banyak tugas diantaranya mencari keluarga yang belum terdaftar di organisasi ini," kata Yandri.

Selain menggelar pertemuan akbar, MMF juga rutin mengadakan rapat. "Rapat diadakan di awal dan pertengahan setiap bulan berjalan," kata Denny yang diiyahkan Yudi. (andrewapattymahu)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved