Senin, 1 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pemkab Bolmong

Gerak Cepat Pemkab Bolmong Tekan Risiko DBD di Wilayah Terdampak Banjir Bandang

Langkah cepat diambil oleh Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, dalam menjaga kesehatan warga pascabencana.

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Rizali Posumah
Dok. Kominfo Pemkab Bolmong
ANTISIPASI - Langkah cepat diambil oleh Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, dalam menjaga kesehatan warga pascabencana. Mengantisipasi ledakan kasus penyakit setelah banjir bandang, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menggelar aksi pengasapan (fogging) massal di sejumlah wilayah terdampak pada Minggu (31/05/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Langkah cepat diambil oleh Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, dalam menjaga kesehatan warga pascabencana.
  • Mengantisipasi ledakan kasus penyakit setelah banjir bandang, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menggelar aksi pengasapan (fogging) massal di sejumlah wilayah terdampak pada Minggu (31/05/2026).
  • Sterilisasi ini menyasar area pemukiman yang sempat terendam.

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Langkah cepat diambil oleh Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, dalam menjaga kesehatan warga pascabencana.

Mengantisipasi ledakan kasus penyakit setelah banjir bandang, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menggelar aksi pengasapan (fogging) massal di sejumlah wilayah terdampak pada Minggu (31/05/2026).

Sterilisasi ini menyasar area pemukiman yang sempat terendam.

Seperti Desa Solimandungan Satu dan Solimandungan Dua di Kecamatan Bolaang.

Upaya ini dilakukan secara agresif guna memutus rantai penularan penyakit.

Kepala Dinkes Bolmong, I Ketut Kolak, menjelaskan bahwa fogging massal ini merupakan langkah preventif krusial, khususnya untuk mengantisipasi penyakit yang dibawa oleh vektor nyamuk.

"Kita lakukan pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) karna biasanya pasca banjir banyak kubangan air yang jadi tempat berkembang biak nyamuk," ucapnya.

Guna memaksimalkan aksi di lapangan, Dinkes menerjunkan tim khusus beranggotakan 6 personel untuk menyisir sisa-sisa genangan.

Tidak hanya mengandalkan fogging, para tenaga kesehatan juga gencar mengampanyekan Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) langsung kepada warga terdampak.

Masyarakat diimbau untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar, mulai dari menguras genangan air, menutup rapat penampungan air bersih, hingga menyingkirkan barang-barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk baru.

Menurut Kolak, ancaman kesehatan pascabanjir memerlukan kewaspadaan kolektif.

Selain ancaman DBD, warga juga diingatkan untuk membentengi diri dari potensi penyakit lain yang kerap mengintai setelah bencana, seperti diare, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), penyakit kulit, hingga leptospirosis.

"Pencegahan jauh lebih penting. Kami mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala demam, diare, batuk, maupun keluhan kesehatan lainnya setelah banjir,” katanya.

Aksi tanggap darurat kesehatan ini sejalan dengan kebijakan Pemkab Bolaang Mongondow yang sebelumnya telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan banjir bandang selama 14 hari, berlaku sejak 27 Mei hingga 9 Juni 2026.

Langkah ini diambil menyusul dampak banjir yang merendam ratusan rumah warga serta merusak sejumlah fasilitas umum di wilayah Solimandungan dan sekitarnya.

Dengan ini, pemerintah daerah berharap ancaman wabah penyakit pascabencana dapat diredam sedini mungkin, sehingga proses pemulihan sosial dan ekonomi warga terdampak bisa berjalan lebih optimal.

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Baca berita lainnya di: Google News

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

 

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved