Jumat, 8 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Program MBG di Bolmong

Program MBG di Bolaang Mongondow Sulut Diterapkan, Penghasilan Pemilik Kantin Sekolah Menurun

Ketika penghasilan pemilik kantin sekolah menurun karena adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tayang:
Penulis: Sujarpin Dondo | Editor: Frandi Piring
Sujarpin Dondo/Tribun Manado
KANTIN SEKOLAH - Kantin milik Nanda Ambarak di sudut SMAN 1 Bolaang, Kecamatan Bolaang, Bolmong, Sulut., Jumat (3/10/2025). Jualan berbagai macam gorengan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - BOLMONG - Senyum bahagia anak sekolah penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai terlihat di beberapa sekolah yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara (Sulut).

Program MBG adalah merupakan program makan siang gratis di Indonesia era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang berjalan secara bertahap sejak 6 Januari 2025.

MBG menargetkan siswa-siswi PAUD hingga SMA/SMK serta ibu hamil dan menyusui.

Sejak program MBG di mulai di Kecamatan Bolaang anak-anak sekolah sudah bisa menikmati makanan gratis bergizi.

Itu terlihat saat Bupati Bolaang Mongondow Yusra Alhabsyi berkunjung ke salah satu sekolah usai memantau dapur MBG di desa Inobonto dua, Kecamatan Bolaang.

Di sini, senyum anak-anak sekolah terlihat disusul dengan kabar gembira bahwa semua anak sekolah pasti akan merasakan manfaat program MBG ini.

Namun, dari senyum anak-anak sekolah karena program MBG ini ada beberapa sosok yang terlihat sedang melamun.

Mereka adalah ibu-ibu kantin yang biasa mengais rezeki dengan menjajakan makanan kepada para siswa di sekolah-sekolah.

Kepada Tribun Manado Nanda Ambarak, salah satu pemilik kantin di salah satu sekolah di Kecamatan Bolaang mengaku senang melihat anak-anak yang begitu antusias menerima program MBG ini.

Namun, disisi lainnya dia juga sedang memikirkan keberlangsungan usaha kecil kecilannya tersebut.

"Senang melihat senyum mereka dan tentu saya juga mendukung program ini apalagi ini kan gratis tentu semua siswa bisa merasa bahagia saat belajar," ucapnya.

Nanda mengaku, bahwa sejak program MBG ini dimulai tentu berpengaruh terhadap usahanya ini.

"Tapi kan anak-anak tetap bisa jajan karna yang di program adalah makanan berat, sedangkan disaya gorengan dan yang tidak ada di program itu," ucapnya.

Dirinya memang mengaku penghasilannya menurun namun tidak terlalu banyak karena perbedaan dengan menu yang ada di MBG.

"Memang ada penurunan hasil tapi saya yakin usaha ini masih bisa terus berjalan," tandasnya.

Jumlah Dapur MBG di Wilayah Provinsi Sulawesi Utara

Sebanyak 9 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berdiri di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Hal itu dikatakan oleh Kadis Pangan Sulut Franky Tintingon di sela-sela launching dapur MBG di Paal Dua, Senin (11/8/2025).

"Data yang kami terima, sudah ada 9 dapur MBG yang telah berdiri di Sulut," katanya.

Sebut dia, jumlah tersebut akan terus bertambah.

Ia menargetkan akan ada 50 dapur MBG terbentuk tahun ini.

"Target kami hingga Desember 2025 akan dibentuk 50 dapur MBG," katanya.

Ungkap dia, secara keseluruhan Sulut membutuhkan 226 dapur MBG.

Dengan adanya dapur MBG, kata dia lagi, dapat membuka peluang kerja, di mana setiap dapur dibutukan 50 orang pekerja.

"Jadi hitung saja berapa pekerja yang nanti diserap, itu belum terhitung sektor lain yang terdampak," ujar dia.

Anggaran MBG Tahun 2026

Pemerintah dikabarkan akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp300 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2026. 

Hal itu diungkap Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan.

Angka tersebut meningkat hampir dua kali lipat dari alokasi anggaran MBG tahun ini (2025) yang totalnya sebesar Rp 171 triliun dengan target penerima manfaat sebanyak 82,9 juta orang.

"Berbicara tentang school meal (MBG), yang menurut saya adalah program yang sangat bagus. Besaran program ini, kita biayai mungkin sekitar Rp 300 triliun tahun depan," ujar Luhut saat International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 di Jakarta Convention Centre (JCC), Kamis (12/6/2025), dikutip dari Kompas.com.

Terkait adanya penambahan anggaran MBG, Luhut berharap program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini dapat mewujudkan kesetaraan secara merata serta tepat sasaran di seluruh wilayah Indonesia.

Anggaran sebanyak itu tidak hanya difokuskan ke Pulau Jawa, tapi ke seluruh wilayah.

Tujuannya supaya memunculkan simpul-simpul ekonomi baru hingga ke pelosok desa.

Maka dari itu, Luhut meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat terdongkrak ke level 8 persen selama lima tahun pemerintahan Presiden Prabowo dengan adanya program MBG ini.

"Saya yakin, kita pertumbuhan 8 persen itu bisa tercapai. Tapi sekali lagi, kita harus kerja sama dengan tim yang kuat dan harus bekerja secara detail. Regulasinya harus ada," ucapnya.

Sebagai informasi, besaran anggaran MBG tahun depan yang disebutkan Kaden Luhut Binsar Pandjaitan itu tidak berbeda jauh dengan yang pernah diungkapkan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/2/2025).

Pada kesempatan itu, Dadan mengungkapkan bahwa program Makan Bergizi Gratis membutuhkan dana sekitar Rp 28 triliun setiap bulan pada tahun depan.

Artinya, jika dihitung selama 12 bulan, maka total anggaran MBG di 2026 mencapai Rp 336 triliun.

"Kalau tahun depan kita butuhnya Rp 28 triliun per bulan," kata Dadan.

Tapi besaran anggaran MBG itu berbeda dengan yang tercantum dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2026, di mana anggaran yang dialokasikan untuk BGN mencapai Rp 217,86 triliun di 2026.

Adapun, alokasi anggaran BGN tersebut akan digunakan sebagai dukungan manajemen Rp 7,45 triliun dan pemenuhan gizi nasional Rp 210,40 triliun. (Kompas.com)

-

Baca juga: Turun hingga ke Sekolah, Bupati Bolmong Yusra Alhabsyi Pastikan Dapur MBG Inobonto Steril dan Bersih

(TribunManado.co.id/Pin)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved