Selasa, 21 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bitung Sulawesi Utara`

Warga Madidir Bitung Diliputi Kekhawatiran, Ada Bunyi Gemuruh dan Getaran Berulang dari Dalam Tanah

Tepatnya di lingkungan 1 Kelurahan Madidir Ure Kecamatan Madidir, Kota Bitung dengan radius sekitar 15 meter di tepi jalan.

|
Dok Pribadi
KHAWATIR - Sejumlah warga Kelurahan Madidir Ure Kecamatan Madidir Kota Bitung berkumpul di tepi jalan yang ada di lingkungan I untuk meliat, mendengar peristiwa alam bunyi gemuruh disertai getaran dari dalam tanah. 
Ringkasan Berita:
  • Warga Kelurahan Madidir Ure, Bitung, resah akibat bunyi gemuruh dan getaran dari dalam tanah yang terjadi berulang sejak akhir Maret 2026.
  • Warga merekam suara dari lubang pipa dan mengaku getaran sudah terjadi lebih dari delapan kali dengan durasi semakin lama.
  • Pemerintah Kota Bitung bersama BPBD, BMKG, dan Badan Geologi melakukan penelitian dan mengimbau masyarakat menunggu informasi resmi.

 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Warga Kelurahan Madidir Ure Kecamatan Madidir, Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tengah diselimuti kegelisahan dan kekuatiran.

Menyusul adanya peristiwa alam, bunyi gemuruh dari dalam tanah disertai getaran yang sudah berlangsung sejak hari Minggu (29/3/2026).

Menurut informasi dari warga sekitar, aktivitas tersebut terjadi pada hari Sabtu 1(8/4/2026).

Tepatnya di lingkungan 1 Kelurahan Madidir Ure Kecamatan Madidir, Kota Bitung dengan radius sekitar 15 meter di tepi jalan.

Baca juga: Gempa Terkini Guncang Ternate Senin 20 April 2026, Gempanya Baru Saja Terjadi Sore Ini

Warga kuatir akan hal-hal yang tidak diinginkan kan dengan adanya kejadian tersebut.

Bahkan untuk menyakinkan peristiwa tersebut, warga menempatkan sejumlah pipa paralon ukuran besar.

Mereka kerang menyendengkan telinga ke lobang pipa paralon untuk mendengar kondisi yang terjadi.

Tak sampai disitu, ada warga yang meletakkan rekam suara dari handphone ke lobang paralong dan di atas tanah.

Dari hasil rekaman tersebut, jelas terdengar bunyi getaran dan gemuruh dari dalam tanah.

Menurut Fendy Kilateng warga yang tinggal di dekat titik gemuruh disertai getaran, kejadian tersebut pertama kali terdeteksi pada Minggu (29/3/2026), atau beberapa hari sebelum gempa mengguncang wilayah Sulawesi Utara.

Pihaknya mendata, kondisi tersebut sudah berlangsung berulangkali lebih dari delapan kali.

Lurah Madidir Ure, Viktor Kantohe, mengimbau warga tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Kejadian ini oleh Pemerintah Kota Bitung, bersama instansi terkait sudah menindaklanjuti dengan cara melakukan penelitian.

"Masyarakat diharapkan mengikuti informasi resmi," lurah Madidir Ure Viktor Kantohe.

Warga lainnya mulai mempertanyakan potensi risiko yang mungkin ditimbulkan, akibat kejadian itu.

Warga juga berharap ada kesiapan atau mitigasi oleh pemerintah dalam mengantisipasi kemungkinan terburuk yang akan terjadi.

Menurut Wolter warga Kelurahan Madidir Ure, kejadian tersebut kian tidak wajar. 

Karena awal diketahui terjadi dalam rentang waktu mingguan, sampai rentan harian.

"Durasinya agak lama dari yang awal di ketahui. Kami kuatir," jelas Wolter.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan adanya aktivitas geologi di bawah permukaan, terutama berkaitan dengan pergerakan sesar aktif pascagempa. 

Pemerintah Kota Bitung melalui Badan

Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Badan Geologi terus melakukan kajian terhadap fenomena tersebut. 

Sejumlah instansi, termasuk BMKG, PVMBG, PDAM, serta dinas teknis lainnya, telah turun langsung melakukan peninjauan.

Langkah ini dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab pasti serta memastikan kondisi lingkungan tetap aman bagi warga sekitar.

Pemerintah memastikan akan terus menyampaikan perkembangan terbaru berdasarkan hasil kajian lapangan. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bitung mengaku telah melakukan langkah awal berupa koordinasi dengan instansi teknis dan pengambilan sampel di lokasi.

Kepala Pelaksana BPBD Bitung, Fivy Kadeke, menyatakan bahwa penelitian masih berlangsung dan hasilnya belum dapat dipastikan dalam waktu dekat.

"Kami sudah berkoordinasi dan tim teknis telah melakukan penelitian awal. Saat ini masih menunggu hasil kajian," jelas Fivy Kadeke. ujarnya.

-

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Baca berita lainnya di: Google News

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved