Kota Manado

Kabel Semrawut di Jalan Sario Manado Dikeluhkan Warga, Berpotensi Korsleting dan Merusak Wajah Kota

Penulis: Rhendi Umar
Editor: Frandi Piring
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SEMRAWUT - Kabel semrawut di Jalan Sario, Kota Manado, Sulut, dikeluhkan warga. Berpotensi korsleting dan merusak wajah kota.

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kondisi kabel listrik dan jaringan telekomunikasi yang semrawut di Jalan Sario, Kecamatan Sario, Kota Manado, Provinsi Sulut, tepatnya di dekat Aula Santo Joseph, menuai keluhan warga. 

Kabel yang terlihat kusut, dianggap membahayakan keselamatan masyarakat sekaligus merusak keindahan Kota Manado.

Dari pantauan, sejumlah kabel tampak bergelantungan tidak teratur di sisi jalan. 

Ada pula yang hampir menyentuh atap bangunan dan papan reklame. 

Situasi ini menimbulkan keresahan, terutama bagi pengendara roda dua maupun pejalan kaki yang melintas setiap hari.

Edo Warouw, warga Malalayang, mengungkapkan kekhawatirannya terkait kondisi tersebut. 

Ia menilai penataan kabel yang tidak rapi dapat berakibat fatal, terutama jika terjadi korsleting listrik.

“Ini sudah lama dibiarkan, dan sangat berbahaya kalau sampai ada percikan api. 

SEMRAWUT - Kabel semrawut di Jalan Sario, Kota Manado, Sulut, dikeluhkan warga. Berpotensi korsleting dan merusak wajah kota.

Selain risiko kebakaran, kondisi kabel yang bertumpukan juga membuat wajah kota terlihat kumuh. 

Padahal Manado dikenal sebagai kota pariwisata yang seharusnya memberi kesan rapi dan nyaman bagi pengunjung,” kata Edo, Kamis (28/8/2025).

Edo menambahkan, masalah kabel semrawut bukan hanya persoalan estetika, tetapi juga menyangkut keselamatan publik. 

Ia berharap pemerintah daerah segera turun tangan bersama PLN dan perusahaan telekomunikasi untuk menata ulang jaringan kabel tersebut.

“Kalau bisa segera ditertibkan, biar rapi dan aman. Jangan tunggu sampai ada insiden baru sibuk menanganinya,” ujarnya

Sejumlah warga sekitar juga mengeluhkan kondisi yang sama. 

Mereka khawatir ketika musim hujan atau terjadi angin kencang, kabel yang kusut berpotensi roboh dan membahayakan orang yang sedang melintas.

Dengan maraknya pembangunan dan promosi pariwisata, masyarakat menilai langkah penataan kabel harus menjadi salah satu prioritas. 

Selain menjaga keamanan, hal ini juga akan mempercantik wajah kota serta mendukung citra Manado sebagai salah satu destinasi unggulan di Sulawesi Utara.

Sekilas Tentang Manado

Kota Manado  adalah ibu kota provinsi Sulawesi Utara. 

Kota Manado seringkali diucapkan dengan kata Menado.

Manado terletak di Teluk Manado, dan dikelilingi oleh daerah pegunungan.

Luas wilayah daratan Kota Manado adalah 15.726 hektare.

Manado juga merupakan kota pantai yang memiliki garis pantai sepanjang 18,7 kilometer.

Kota ini juga dikelilingi oleh perbukitan dan barisan pegunungan.

Wilayah daratannya didominasi oleh kawasan berbukit dengan sebagian dataran rendah di daerah pantai.

KOTA TOLERAN - Potret Kawasan Pasar 45 Kota Manado, Sulawesi Utara yang diambil pada Kamis (18/11/2021) lalu. Manado masuk 10 kota paling toleran di Indonesia pada tahun 2025 versi Setara Institute. (Tribun Manado/Andreas Ruauw)

Interval ketinggian dataran antara 0-40 persen dengan puncak tertinggi di gunung Tumpa.

Sementara, wilayah perairan Kota Manado meliputi pulau Bunaken, pulau Siladen dan pulau Manado Tua.

Pulau Bunaken dan Siladen memiliki topografi yang bergelombang dengan puncak setinggi 200 meter.

Sedangkan pulau Manado Tua adalah pulau gunung dengan ketinggian ± 750 meter.

Sementara itu perairan teluk Manado memiliki kedalaman 2-5 meter di pesisir pantai sampai 2.000 meter pada garis batas pertemuan pesisir dasar lereng benua.

Kedalaman ini menjadi semacam penghalang sehingga sampai saat ini intensitas kerusakan Taman Nasional Bunaken relatif rendah.

Dari sisi topografi, Manado adalah kota terbesar kedua di Sulawesi setelah Makassar.

Kota Manado adalah kota yang indah karena terletak di tepi pantai.

Batas utara, timur dan selatan dikelilingi bukit landai, bergelombang, dan barisan pegunungan yang hijau.

Sementara sebelah barat dikelilingi oleh lautan yang dihiasi tiga pulau eksotik : Bunaken, Manado Tua dan Siladen, yang terkenal dengan pesona wisata bawah lautnya.

Keindahan alam, lingkungan sosial dan budayanya menyimpan banyak cerita.

Namun demikian, hanya sebagian saja yang tercatat dan terekam dalam sejarah, termasuk asal usul nama Manado tidak memiliki catatan dokumentasi yang lengkap, kecuali yang dimiliki oleh bangsa Eropa (Portugis, Spanyol, Belanda) yang datang menjajah karena terpesona oleh keindahan kekayaan alamnya.

Adapun geografisnya, Kota Manado terletak di ujung utara pulau Sulawesi, dengan posisi geografis 124°40′ – 124°50′ Bujur Timur (BT) dan 1°30′ – 1°40′ Lintang Utara (LU).

Kota Manado memiliki iklim tropis dengan suhu rata-rata 24° – 27 °C.

Curah hujan rata-rata 3.187 mm/tahun dengan iklim terkering di sekitar bulan Agustus dan terbasah pada bulan Januari.

Intensitas penyinaran matahari rata-rata 53?n kelembaban antara ±84 %. (Ren)

-

Baca juga: Siap-siap Pemadaman Listrik Selama 3 Jam di Wilayah Manado Siang Ini, Cek Lokasi Terdampak

 
 

Berita Terkini