TRIBUNMANADO.COM, MINUT- Kemunculan Jones Paendong di Gelanggang Pacuan Kuda Balitka Mapanget, Manado, Sulawesi Utara, pada Sabtu (23/8/2025), langsung menyita perhatian.
Jones Paendong merupakan joki kuda pacu bernama Milord.
Kuda terbaik Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tersebut mengalami peristiwa nahas saat final Indonesia Jateng Derby 2025 di Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Salatiga, Jateng, Minggu (16/2/2025) sore.
Milord tewas dalam insiden tersebut, dan joki Jones Paendong alami cedera serius.
Milord turun di kelas paling bergengsi, 3 Tahun Derby Divisi I 1600 meter.
Insiden yang menewaskan Milord terjadi di trek lurus 400 meter terakhir.
Saat memimpin tinggal beberapa meter dari finish, Milord yang start dari gate 3 ditabrak Kuda Salvator Minang yang lari berlawanan arah tanpa joki.
Akibat peristiwa itu, Jones Paendong harus menepi dari lintasan pacu.
Sekitar enam bulan lamanya, ia harus menjalani perawatan hingga proses penyembuhan pasca cedera yang dialami.
Kemunculan laki-laki usai 45 di lintasan pacu Manado langsung meraih juara I.
Jones meraih juara I di kelas Remaja jarak 1.200 meter.
Warga Desa Tompaso 2, Kecamatan Tompaso Barat, ini menunggangi kuda pacu bernama Melasti, milik Bupati Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Joune Ganda.
Kala itu Melasti bertanding dalam Kejuaraan Pacuan Kuda, Bendi Kalaper, dan Pacuan Roda Sapi Merdeka Cup 2025 semarak HUT ke-80 RI Pemerintah Kabupaten Minut dalam rangka memperebutkan Piala Bupati Minut 2025.
Kuda Melasti berjenis kelamin betina, keturunan betina napas.
Baca juga: Harga Bahan Pokok di Pasar Bersehati Manado Selasa, 26 Agustus 2025, Rica dan Tomat Jadi Segini
Baca juga: Sosok Burhanuddin Abdullah, Eks Napi Koruptor yang Dapat Penghargaan Berjasa Luar Biasa dari Prabowo
Usianya 2 tahun dengan tinggi 153 cm dan dilatih oleh Jolly Paendong dan bernaung di Miranda Stable.
Jones bercerita, kembalinya ia ke lintasan kuda pacu pascaberistirahat enam bulan karena niat ingin sembuh lalu berpacu kembali.
"Latihan setiap pagi, latihan khusus di rumah. Tiga bulan pascakecelakaan itu niat naik kuda. Lalu latihan dan tidak ada trauma," cerita Jones Paendong ketika diwawancarai Tribunmanado.com.
Untuk kembali ke pacuan kuda di Manado, Jones berlatih rutin dan intens selama dua bulan.
Semua bisa dilalui atas penyertaan dan campur tangan Tuhan.
"Puji Tuhan saat kembali di lintasan kuda pacu bisa juara, ini di luar dugaan," tambahnya.(*)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Threads Tribun Manado, Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.