TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Belasan pemuda dari 15 kabupaten dan kota se-Sulawesi Utara mengikuti seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2025.
Seleksi berlangsung selama tiga hari di Hotel Grand Puri, Kota Manado, Sulut, Selasa (20/5/2025).
Selama seleksi, peserta mengikuti tes wawancara dan tertulis.
Materi tes antara lain berkait wawasan kebangsaan, potensi akademik, kemampuan komunikasi dan menulis artikel, bahasa Inggris serta jejak Digital peserta.
Pada seleksi ini, akan dipilih lima terbaik. Selanjutnya nama mereka akan diserahkan ke Kemenpora untuk diseleksi tahap lanjut.
Seleksi melibat 4 juri. Di antaranya Willem Alfa Tumbuan PhD yang juga dosen Unsrat sekaligus Ketua Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI Sulut).
Ada juga Stafsus Gubernur Sulut Bidang Kepemudaan Farist Soeharyo dan Dr Magdalena Wullur, dosen FEB Unsrat sekaligus Stafsus Gubernur Sulut Bidang Perencanaan Pembangunan.
Pesan Kadispora
Dibuka oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Sulawesi Utara Jimmy Ringkuangan mewakili Gubernur Sulut Yulius Selvanus SE.
Dalam sambutannya, Jimmy mengatakan seleksi PPAN ini merupakan program unggulan dan strategis dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Peserta yang terpilih akan menjadi duta bangsa atau diplomat muda, calon pemimpin masa depan dan aset bangsa yang harus dijaga.
Karena itu, ia berharap para pemuda harus jauh dari peredaran narkoba. Punya karakter dan jati diri bangsa serta menjunjung nilai-nilai Pancasila.
Bukan hanya itu, pemuda saat ini harus punya wawasan global, wawasan geopolitik, punya integritas dan jauh dari paham radikalisme.
"Tak kalah penting juga adalah sikap empati dan simpati kepada sesama," pesan Jimmy dengan suara lantang. (Ren)
Baca tanpa iklan