TRIBUNMANADO.CO.ID - Jembatan Sukarno bisa disebut The Heart of Manado.
Perannya vital, sebagai sarana perhubungan ekonomi dan ikon pariwisata.
Ternyata ada cerita menarik di balik nama Sukarno pada jembatan tersebut.
Ini dibeber mantan Wali Kota Manado Wempie Frederik kepada Tribunmanado beberapa waktu lalu.
Menurut dia, jembatan itu awalnya bernama Nyiur Melambai.
"Ini digagas Gubernur EE Mangindaan dan didukung Wali Kota Manado Lucky Korah," katanya.
Setelah menjabat Walikota, Wempie dan wakilnya Teddy Kumaat dihadapkan pada kebutuhan mendesak membangun jembatan itu.
Masalahnya uang cekak.
Ide pun muncul di benak Wempie.
"Mengapa kita tidak namakan jembatan Sukarno, kan bisa berhadapan dengan jembatan Megawati," katanya.
Kumaat setuju. Nama Sukarno bisa mengundang perhatian dari Presiden Megawati Sukarno Putri. Nyiur melambai pun berganti Sukarno.
Suatu kali, kata dia, almarhum Taufik Kiemas, suami Megawati Sukarno Putri, menggelar acara.
Kumaat yang waktu itu kader PDIP mengajak Wempie ketemu Taufik.
Ide jembatan Sukarno disampaikan.
"Di luar dugaan Taufik langsung setuju, bahkan Menteri PU langsung dipanggil," kata dia.
Dalam perkembangannya, pembangunan jembatan ini sempat mangkrak 12 tahun.
Dan akhirnya, pada 2015, Puan Maharani, selaku Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), meresmikan Jembatan tersebut.
Ia meresmikan jembatan ini bersama dengan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono.
Jembatan ini menghubungkan Kota Manado dengan Kabupaten Minahasa Utara.
Puan mengatakan bahwa jembatan ini sudah lama ditunggu-tunggu oleh masyarakat.
Diketahui Puan adalah cucu dari Sukarno. (Art)
Tentang Jembatan Soekarno
Jembatan Soekarno diresmikan pada Mei 2015.
Jembatan ini panjangnya sepanjang 1,127 km.
Biaya pembangunan jembatan Soekarno ini menelan biaya Rp 300 miliar.
Dari jembatan Soekarno masyarakat bisa melihat pemandangan indah, bila berada di atasnya.
Dari jembatan ini bisa melihat Pulau Manado Tua, yang indah dengan gunung yang menjulang di tengah-tengah laut teluk Manado.
Selain itu dari jembatan Soekarno, bisa melihat sebagian besar wilayah Kota Manado.
(TribunManado.co.id/Art)