MANADO, TRIBUN - Tetap semangat untuk hari ini tribunners.
Update informasi seputar Sulawesi Utara (Sulut) hari ini.
Berikut dirangkum berita populer Sulut Rabu (26/2/2025).
Baca juga: Daftar Nama Korban Kecelakaan di Tuyat Bolmong, 3 Meninggal, 6 Dirawat di Rumah Sakit
Berita-berita ini banyak dibaca hingga sore ini.
Baca berita selengkapnya.
1. Kecelakaan di Tuyat Bolmong, Tabrakan Mobil Pickup dan Truk, 9 Orang Korban
Kecelakaan mobil terjadi di Jalan Trans Sulawesi, Desa Tuyat, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (25/2/2025) sore.
Mobil pick up putih nomor polisi DB 8166 AJ terlibat tabrakan dengan truk hijau nomor polisi DB 8373 AG.
Ada sembilan orang yang jadi korban pada kejadian tersebut. Enam orang dirawat di rumah sakit, tiga orang dikabarkan meninggal dunia.
Baca juga: Kesaksian Anto Uli, Korban Kecelakaan Maut di Tuyat Bolmong Sulawesi Utara, Ngaku Sempat Bawa Mobil
Detik-detik sebelum terjadinya kecelakaan diceritakan oleh seorang korban luka bernama Anto Uli (46).
Anto mengatakan, ada sembilan orang penumpang di mobil pick up tersebut.
Berangkat dari Gorontalo menuju Kota Manado.
Sebelumnya, saat perjalanan dari Manado ke Gorontalo, Anto yang mengemudikan mobil.
Menurutnya, ia sudah terbiasa mengemudi jarak jauh antarprovinsi.
"Saya yang bawa mobil dari Gorontalo, tapi karena mulai mengantuk, kami memutuskan berhenti di minimarket di Kecamatan Lolak (Bolmong)," ujar Anto yang saat ini sedang terbaring di tempat tidur pasien RSUP Prof Kandou Malalayang, Rabu (26/2/2025).
Lanjut Anto, saat itu mereka semua istirahat sejenak, mencuci muka, dan bersiap melanjutkan perjalanan.
Mereka berhenti di minimarket tersebut sekitar pukul 13.00 Wita (jam 1 siang)
Saat akan melanjutkan perjalanan dari Lolak ke Manado, Taufik Lakum (korban meninggal) kemudian menawarkan diri untuk menggantikannya mengemudi untuk melanjutkan perjalanan.
"Taufik bilang, Saya saja yang bawa mobil, Saya pun setuju," kata Anto.
Setelah itu, mereka kembali melanjutkan perjalanan.
Para penumpang yang berada di bak belakang, termasuk Anto, memilih untuk tidur.
"Saya tidur dengan posisi kaki di dekat dinding depan bak mobil. Penumpang lain juga tidur," tuturnya.
Namun, hanya berselang 15 menit dari minimarket, kecelakaan terjadi.
Anto mengaku merasakan mobil sempat melaju sebelum akhirnya kehilangan kendali.
Kini, Anto dan dua korban lainnya dirawat di ruang inap RSUP Prof. Kandou Malalayang, Kota Manado.
Sementara tiga korban lainnya masih berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Dari informasi, Anto mengalami patah tulang bagian belakang.
Kecelakaan ini juga merenggut tiga nyawa, termasuk Taufik, yang saat itu mengambil alih kemudi.
Kronologi
Berikut kronologi kecelakaan di Tuyat, Lolak, Bolmong, berdasarkan informasi dari polisi.
Mobil pick up putih dikendarai Taufik Lakum bergerak dari arah Gorontalo menuju Manado dengan 8 penumpangnya.
Sedangkan truk hijau dengan nomor polisi DB 8373 AG yang dikendarai Robin Waworuntu bergerak dari Manado menuju ke Gorontalo.
Saat melintas di Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di Desa Tuyat Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, pick up menabrak bagian samping truk.
"Atas kejadian tersebut pengendara pick up dan dua penumpangnya meninggal di TKP,” ujar
Kasat Lantas Polres Bolmong Iptu Julfian Manopo.
Kondisi Korban Luka
Enam penumpang yang mengalami luka-luka saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Prof Kandou Malalayang, Manado.
Sebelumnya setelah kejadian, mereka dibawa ke RSUD Datoe Binangkang Bolmong. (Tribun Manado/pet/pin)
2. Manado Ketambahan 400 Penderita HIV/AIDS
Waspada penyebaran virus HIV/AIDS di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut).
Data terbaru Pemerintah Kota Manado, angka penderitanya terus bertambah.
Diungkap Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Manado Steven Dandel.
“Ada 400 - an orang yang terdeteksi," katanya Rabu (26/2/2025).
Menurut dia, fenomena unik terjadi dimana 178 diantaranya murni penduduk Manado.
Dirinya menuturkan, pihaknya terus memperkuat penelusuran terhadap kelompok yang
rentan dengan HIV/AIDS.
"Penelusuran terus kami lakukan," katanya.
Menurut dia, fasilitas pengetesan tersedia di Puskesmas.
Hanya saja kendalanya adalah keengganan warga.
"Banyak warga yang antri untuk pemeriksaan, tapi saat tiba gilirannya, orangnya sudah tak ada, mungkin takut diperiksa," kata dia.
Dirinya menuturkan, obat untuk mengontrol virus tersebut tersedia gratis.
Obat tersebut musti dikonsumsi seumur hidup. (Tribun Manado/art)
(Tim Tribun Manado/Pet/Pin/Art)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.