Berita Populer Minahasa

Berita Populer Minahasa Minggu 16 Februari 2025, Seorang Pria di Desa Kembes Satu Bacok 4 Warga

Penulis: Tim Tribun Manado
Editor: Frandi Piring
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DESA KEMBES I - Foto Kantor Desa Kembes I, Tombulu, Minahasa. Kabar terbaru, seorang pria di Desa Kembes Satu membacok 4 warga pada Sabtu (15/2/2025). Kejadian tersebut menjadi berita populer Minahasa edisi Minggu 16 Februari 2025 dalam kanal TribunManado.co.id.

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berita Populer Minahasa, Sulawesi Utara pada Minggu 16 Februari 2025.

Berita tentang seorang pria bacok 4 warga di Desa Kembes Satu, Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa, menjadi sorotan publik.

Peristiwa pembacokan terjadi pada Sabtu (15/2/2025). Kejadian ini juga telah viral di media sosial.

Dikabarkan, seorang pria di Kembes Satu, membacok empat warga dengan parang tanpa alasan yang jelas.

Kejadian ini dibenarkan oleh Kasi Humas Polresta Manado Iptu Agus Haryono.

"Benar terjadi di Kembes Satu," ujar Agus.

Menurut Agus pelaku seorang lelaki berinisial AK memotong 4 orang warga yang sedang beraktivitas.

"4 orang yang jadi korban karena dipotong pelaku," jelasnya.

Kata Agus dari penyelidikan awal diduga pelaku mengalami stres berat sehingga nekat melakukan aksinya.

"Kami duga karena stres berat," ungkapnya.

Dia menambahkan saat ini pelaku telah diamankan di Polresta Manado bersama barang bukti.

"Kita sudah amankan untuk proses selanjutnya," pungkasnya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, para korban menderita luka bacok. 

Kasus Lainnya: Aksi Penikaman di Tondano Utara - Minahasa

Peristiwa pembunuhan terhadap seorang sopir taksi travel terjadi pada awal Februari lalu.

Kasus pembunuhan tersebut terjadi di Kelurahan Wulauan, Kecamatan Tondano Utara, Kabupaten Minahasa pada, Senin (3/2/2025), sekitar pukul 15.45 Wita.

Pelaku merupakan seorang pria bernama Stivianus Tombokan Sumanti berusia 21 tahun, warga Kelurahan Wulauan, Kecamatan Tondano Utara, Minahasa.

Ia berhasil diringkus Polisi di rumah tantenya di Desa Walewangko, Kecamatan Langowan Barat, Minahasa.

Sementara, korban inisial AW atau Azriel (24) jenis kelamin laki-laki, merupakan warga Desa Tenggela, Kecamatan Tilango, Kota Gorontalo, berprofesi sebagai sopir taksi.

Dari keterangan pihak polisi, awalnya pada hari minggu tanggal 2 Februari 2025 tersangka Stivianus Sumanti yang telah selesai kerja dari Gorontalo akan pulang ke Tondano, Minahasa.

"Saat itu, tersangka memesan mobil melalui chatingan terhadap korban Azriel yang adalah sopir angkutan (mobil Avanza) rute Gorontalo-Manado-Bitung," jelas Kanit Jatanras Polres Minahasa, Aipda Hendro Purnomo kepada Tribunmanado.co.id, Selasa (4/2/2025).

Lanjut Kanit, sekitar jam 20.00 Wita, mobil yang dikendarai korban AW berangkat dari Gorontalo tepatnya di jalan Delima Gorontalo menuju Manado dan Bitung, kemudian lanjut ke Tondano Minahasa.

Saat itu di dalam mobil ada beberapa penumpang dengan tujuan Manado dan Bitung.

Setibanya di Bitung, penumpang yang lain turun.

"Tinggalah pelaku dan korban didalam mobil, korban kemudian mengajak temannya yang lain bernama Aslan Rahman dari Bitung untuk menemani korban mengantar pelaku ke Tondano," jelas Kanit.

Korban menyuruh temannya Aslan mengendarai mobil karena mengaku sudah capek dan ingin beristirahat.

Kemudian sekitar jam 15.20 Wita mereka tiba di rumah pelaku, di Kelurahan Wulauan, Tondano Utara, Minahasa.

"Saat itu, tersangka turun dan mengatakan kepada korban tunggu ne ta mo ambe doi (tunggu ya, saya mau ambil uang), sekitar 15 menit tersangka tidak kunjung kembali," beber Kanit Jatanras.

Kemudian, korban turun dari mobil dan menunggu di jalan simpang tiga Wulauan.

"Saat itu saksi teman korban yakni Aslan melihat dari kaca spion korban berjalan ke arah mobil sambil menelepon seseorang tiba tiba tersangka datang dari arah belakang korban dan langsung menikam korban dengan menggunakan sebilah pisau dapur mengena pada bagian rusuk atas sebelah kiri," papar Kanit Jatanras.

Lanjut Kanit, korban sempat berusaha lari menjauh namun akhirnya terjatuh di sekitar TKP dengan kondisi bersimbah darah.

Kemudian, tersangka juga mengejar saksi yang saat itu berada didalam mobil Avanza hingga saksi berusaha lompat keluar dari mobil dan mengalami luka pada bagian lutut kiri dan kanan.

"Usai menikam korban tersangka kemudian melarikan diri di rumah tantenya di Desa Walewangko, Kecamatan Langowan Utara," beber Kanit Jatanras.

-

(TribunManado.co.id)

Berita Terkini