TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Terbakarnya Pondok Pesantren Al-Mujahirin di Kelurahan Bailang, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, Sulawesi Utara, membuat santri dipulangkan ke rumah masing-masing.
Ada delapan santri yang tinggal di pondok pesantren.
Mereka adalah 4 laki-laki dan 4 perempuan.
Mereka tinggal di lantai 2 gedung Pondok Pesantren Al Mujahirin.
Pimpinan pondok Pesantren Al Mujahirin Fejri Gasman mengatakan, kondisi para santri sejauh ini baik-baik saja.
Hanya saja pakaian serta seluruh perlengkapan lainnya terbakar.
"Jadi yang tersisa dari para santri hanya baju di badan. Untuk sementara mereka kembali ke rumah masing-masing," jelasnya, Kamis (13/2/2025).
Dia pun berharap bantuan dari pemerintah untuk pembangunan pondok pesantren ini.
"Santri butuh tempat tinggal, jadi kami butuh uluran tangan dari pemerintah atau dermawan yang ingin membantu," tambahnya.
Diketahui kebakaran terjadi di Pondok Pesantren Al-Mujahirin, Kamis.
Lima ruangan di lantai 2 gedung pondok pesantren hangus terbakar.
Adapun ruangan yang terbakar adalah asrama santri, perpustakaan, lab komputer dan bahasa.
Pimpinan Pondok Pesantren Al Mujahirin Fejri Gasman mengatakan, para siswa diliburkan hingga akhir pekan.
"Sementara diliburkan, tapi kegiatan pembelajaran Senin sudah dimulai, karena ada yang ujian semester genap untuk kelas IX. Untuk ruangan belajar di bawah Alhamdulilah aman," jelasnya.
Baca juga: Daftar Bupati Terkaya di Sulawesi Selatan yang Akan Dilantik pada 20 Februari 2025
Baca juga: Daftar Bupati Terpilih di Sumatera Selatan yang Akan Dilantik 20 Februari 2025
Pasca-kejadian ini, dia pun meminta seluruh penghuni asrama agar lebih berhati-hati terlebih soal kelistrikan.
"Usahakan semuanya dimatikan, baik kipas angin atau terminal listriknya dicabut. Ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dapat terjadi," jelasnya.(*)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
Baca tanpa iklan