TRIBUNMANADO.CO.ID - Pasiar Natal jadi tradisi unik warga Sulut.
Tradisi yang sudah berlangsung puluhan tahun ini berlanjut pada 2024.
Bukan sekedar makan minum, tapi tradisi tersebut menyambung rasa antar warga yang berasal dari latar berbeda.
Dari sinilah toleransi dan spirit persaudaraan dipupuk yang pada akhirnya jadi energi kemajuan Manado.
Jemi warga Minut mengaku selalu didatangi teman temannya saat Natal.
"Mereka datang dari mana mana, bahkan ada yang setahun sekali ketemu, ya di Natal itu," katanya Kamis (26/12/2024).
Ia menuturkan, selalu melakukan open house.
Makanan disediakan dua macam.
Satu umum. Satu nasional.
"Yang Muslim datang disuguhi makanan nasional," katanya.
Jemi juga sedia kue dan minuman bersoda. Kue ia buat sendiri.
"Kalau beli sangat mahal," kata dia.
Selain makanan, tamu juga disuguhi hiburan.
Alat musik Keyboard disediakan.
"Yang ingin nyanyi boleh saja, pun bisa menari bersama," kata dia.
Kiki, warga Banjer Manado mengaku kedatangan rekan rekan sepelayanannya saat Natal.
Mereka disuguhi kue dan minuman bersoda.
Ia menuturkan, pasiar natal adalah momen penuh sukacita.
"Disaat ini kami bersyukur, berbagi cerita dan merencanakan hari depan yang lebih baik," katanya. (Art)