TRIBUNMANADO.CO.ID - Diketahui presiden dan wakil presiden terpilih tak lama lagi bakal memimpin Indonesia 5 tahun ke depan.
Lantas sebelumnya beberapa partai yang bersebrangan dengan Prabowo-Gibran saat Pemilu 2024.
Kini mulai bergabung bersama pemerintahan Prabowo-Gibran.
Beberapa diantaranya yakni koalisi dari PDIP saat di Pemilu 2024.
Yakni, PPP dan Perindo turut mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.
Hal ini menjadi sorotan dikarenakan PDIP kini mulai ditinggalkan.
Hingga Prabowo Subianto pun menanggapi soal PDIP ditinggal sendirian.
Berikut ini pernyataan dari presiden terpilih Prabowo Subianto.
Presiden RI terpilih periode 2024-2029 Prabowo Subianto mengaku tidak mengerti dengan pernyataan bahwa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ditinggal sendirian.
Hal itu dikatakan Prabowo usai menerima kunjungan sejumlah elite Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta, Kamis (15/8/2024) malam.
“Saya tidak mengerti, ditinggal atau siapa yang meninggalkan siapa, saya tidak mengerti,” kata Prabowo menjawab pertanyaan awal media soal pernyataan PDI-P ditinggal sendirian, dikutip dari Kompas TV, Kamis.
Diketahui, Ketua Umum Partai Gerindra tersebut menerima kunjungan sejumlah elite dari tiga partai politik (parpol) berbeda pada Kamis malam, yakni Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPP Mardiono, dan Ketua Umum Partai Perindo Angela Tanoesoedibjo.
Kedatangan elite tiga partai politik tersebut untuk menyatakan kesiapan mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.
Menariknya, PPP dan Perindo sebelumnya bekerja sama dengan PDI-P dan Hanura mengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden Ganjar Pranowo-Mahfud MD pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Setelah PPP dan NasDem, Kini Perindo Turut Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran
Ketua Umum Partai Perindo Angela Tanoesoedibjo mengatakan, partainya resmi memberikan dukungan pada pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih Periode 2024–2029 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Hal itu diungkapkan Angela usai menyambangi kediaman Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Presiden RI terpilih Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta, Kamis (15/8/2024) malam.
“Betul, resmi mendukung pemerintahan yang sah, Prabowo-Gibran,” kata Angela dikutip dari Antaranews.
Angela mengatakan, Perindo harus mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran untuk bisa berkontribusi lebih bagi negara.
“Memang kami melihat, Partai Perindo ke depannya ini harus terus mendukung pemerintahan karena kita ingin berkontribusi lebih lagi, ya, tentunya harus bergabung dengan pemerintah,” ujarnya.
Meskipun menyatakan dukungan pada pemerintahan Prabowo-Gibran, Angela menegaskan bahwa pertemuannya dengan Prabowo tidak membahas soal jatah menteri.
“Kami hanya membahas soal bagaimana arah pembangunan ke depannya dan bagaimana Perindo bisa terus berkontribusi. Apalagi, hari ini Perindo sudah bertransformasi dengan banyak generasi muda yang join (gabung ke) Perindo. Kami harap ini bisa menyalurkan gagasan-gagasan generasi muda dalam pemerintahan ke depannya,” katanya.
Diketahui, Angle adalah ketua umum partai politik (parpol) ketiga yang menyambangi kediaman Prabowo pada Kamis malam. Sebelumnya, ada Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Mardiono.
Menariknya, kedatangan dua ketua umum partai sebelum Angela juga untuk memberikan pernyataan siap mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengatakan, kedatangannya untuk menegaskan sikap partainya yang sudah bertekad mendukung pemerintahan Prabowo ke depan.
“Nasdem jelas bertekad dengan seluruh daya upaya yang ada apa yang dimilikinya berkepentingan untuk menyukseskan pemerintahan ini. Saya juga mengatakan, mudah-mudahan Nasdem bukan sebagai faktor yang menambah beban, insya Allah mudah-mudahan dia bagian yang meringankan,” ujar Surya Paloh.
Sementara itu, Plt Ketua Umum PPP Mardiono datang tidak hanya menyampaikan komitmen dukungan pada pemerintahan Prabowo-Gibran tetapi juga kesiapan partainya bekerja sama dengan Partai Gerindra pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
“Kami telah memiliki komitmen dengan Partai Gerindra, yaitu untuk menjalin kerja sama di pilkada, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota; dan ini telah berjalan sejak proses pencalonan pilkada itu dilakukan. Itu sudah berjalan. Jadi, masih ada beberapa tempat lagi,” kata Mardiono.
Sebagaimana diketahui, Partai Nasdem berada di kubu yang berbeda dengan Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Nasdem bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membentuk Koalisi Perubahan yang mengusung pasangan calon presiden dan wapres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.
Kemudian, PPP dan Perindo bersama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Hanura mendukung pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD
Sementara itu, Prabowo yang berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka diusung oleh Koalisi Indonesia Maju yang berisikan Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Demokrat, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Gelora, Garuda, dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
KIM berhasil mengantarkan Prabowo-Gibran sebagai pemenang PIlpres 2024.
PDI-P ditinggal sendiri
Bergabungnya PPP dan Perindo mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran otomatis meninggalkan PDI-P dan Hanura.
Terkait pernyataan PDI-P ditinggal sendiri diketahui sempat diucapkan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dalam pidatonya di hadapan sejumlah kader partai dan calon kepala daerah yang diusung partainya sempat menyinggung perihal dinamika politik pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Ketika itu, Megawati sedang berbicara mengenai dinamika politik pada Pilkada 2024 yang dinilainya cukup aneh karena ada calon kepala daerah yang tidak boleh berpasangan dengan kandidat lain.
Bahkan, Megawati sempat menyinggung perihal keberadaan Koalisi Indonesia Maju (KIM) “Plus” terkait Pilkada 2024. Hingga, membuat PDI-P akhirnya ditinggalkan sendiri.
"Lucu juga deh kalau liat nih sekarang pilkada nih, yang ini enggak boleh sama yang itu, oh yang ini enggak boleh sama yang itu. Dibuatlah apa namanya ini sekarang, aku sampai dengar lihatin aja,” kata Megawati dalam sambutannya di Kantor DPP PDI-P, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat pada 14 Agustus 2024.
"Terus, saya suka ngomong pada diri saya sendiri kasihan deh PDI-P dikungkung, ditelikung tinggal sendirian. Wah yang lain apa namanya? KIM Plus. Nek KIM Plus itu plus ne opo yo?” ujarnya lagi.
Kemudian, Megawati menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama di depan hukum. Bahkan, memiliki hak dalam dipilih dan memilih dalam kontestasi politik.
“Kenapa ada pemilu langsung, supaya rakyat itu menjadi hakim tertinggi. Dia lah dengan hati nuraninya, dengan pikirannya akan memilih pemimpinnya diizinkan dan orang harusnya menerima hal itu,” kata Presiden Ke-5 RI tersebut
(Sumber Kompas)