TRIBUNMANADO.CO.ID - Simak prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk hari ini di sejumlah wilayah Indonesia.
Berdasarkan BMKG, ada wilayah yang diperkirakan berpotensi terjadi cuaca ekstrem.
Cek apakah wilayah Anda mengalami potensi cuaca ekstrem hujan lebat.
Sejumlah 33 wilayah diprediksi mengalami cuaca ekstrem hari ini.
Baca juga: Gempa Terkini Guncang Jatim Kamis 28 Maret 2024, Info BMKG Magnitudo 3,7 SR
Baca juga: Gempa Terkini Pagi Ini Kamis 28 Maret 2024, Info BMKG Baru Saja Guncang Jawa Timur
Ada kalanya sebelum keluar rumah untuk mengecek kondisi cuaca.
Simak peringatan dini cuaca ekstrem yang telah dirilis oleh BMKG, untuk hari ini Kamis 28 Maret 2024.
Cek peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG untuk sejumlah wilayah di Indonesia, Kamis 28 Maret 2024.
Menurut peringatan dini BMKG hari ini, sejumlah daerah perlu waspada cuaca ekstrem hujan lebat, hujan petir dan angin kencang.
Dilansir dari BMKG, berikut rincian peringatan dini cuaca ekstrem di Indonesia:
Peringatan Dini Cuaca Ekstrem
Wilayah yang berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang:
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Bengkulu
Jambi
Sumatera Selatan
Kep. Bangka Belitung
Lampung
Banten
Jawa Barat
DKI Jakarta
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara
Maluku Utara
Maluku
Papua Barat
Papua
Wilayah yang berpotensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang:
Bali
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Pemicu Cuaca Ekstrem
BMKG menyebutkan, Sirkulasi siklonik terpantau di Samudera Hindia barat Sumatera yang membentuk daerah konvergensi memanjang dari Riau hingga Sumatera Barat, di perairan barat Sumatra, dan di Kalimantan Barat bag utara.
Daerah konvergensi lainnya terpantau memanjang di Aceh, di Jawa Tengah bag selatan, di Kalimantan Utara, dari Sulawesi Tenggara hingga Kalimantan Selatan, di NTT, di Laut Seram dan drai Papua hingga Papua Barat.
Daerah pertemuan angin (konfluensi) terpantau di Kalimantan Barat bag selatan, di Selat Karimata dan di Sumatera bagian Selatan.
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.
(TribunWow.com)
Baca Berita Tribun Manado di Google News
Tayang di TribunWow.com
Baca tanpa iklan