Kecelakaan Lalu Lintas

Kecelakaan Maut, 2 Kendaraan Saling Tabrak, Bule Australia Tewas dan Pelaku Kabur

Editor: Tirza Ponto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi - Terjadi kecelakaan maut di ruas jalan Klungkung tepatnya di Jalan Raya Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali.

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terjadi kecelakaan maut di ruas jalan Klungkung tepatnya di Jalan Raya Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali.

Insiden kecelakaan maut ini terjadi pada Selasa (12/12/2023) sore.

Adapun kecelakaan maut ini melibatkan sepeda motor Honda Scoopy Nopol 6521 FCM dan seorang pengendara.

Akibat peristiwa nahas itu WNA Australia bernama Semmend Breadley (33) tewas.

Kronologi kecelakaan

Kejadian itu terjadi sekitar pukul 15.30 Wita.

Hal itu diungkap Kasi Humas Polres Klungkung Iptu Agus Widiono.

Seorang saksi menyebutkan warga Australia itu melaju dengan sepeda motor Honda Scoopy Nopol 6521 FCM dari arah barat (Klungkung) menuju ke timur (Karangasem).

Saat tiba di Jalan Raya Pesinggahan, tepatnya di wilayah Banjar Belatung, tiba-tiba Semmend terlibat kecelakaan dengan pengendara yang melaju dari arah sebaliknya yakni dari arah timur (Karangasem) ke Barat (Klungkung).

Belum diketahui secara pasti, identitas serta jenis kendaraan yang terlibat kecelakaan dengan Semmend.

"Korban (Semmend) terjatuh ke aspal, sementara pengendara yang terlibat kecelakaan dengan korban melarikan diri ke arah timur," ungkap Agus Widiono, Rabu (14/12/2023).

Semmend tergeletak di aspal, dengan mengalami cedera kepala berat.

WNA tersebut bahkam dinyatakan meninggal dunia di TKP, dan dibawa ke RSUD Klungkung.

"Sementara persitiwa ini masih dalam penyelidikan dari Satuan Lantas Polres Klungkung," jelas Agus Widiono.

Kronologi Kecelakaan Bocah 3 Tahun Terlindas Ban Pikap

Terjadi kecelakaan di areal SPBU Pulukan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Bali.

Kejadian itu terjadi sekitar pukul 09.00 WITA Selasa (5/12/2023).

Insiden kecelakaan ini dialami seorang balita berusia 3 tahun.

Ia terlindas ban mobil pikap di areal SPBU.

Balita tersebut bernama Farid.

Usai tergilas ban tersebut, Farid hanya bisa terbaring di tempat tidur.

Kejadian ini membuat pihak orang tua bereaksi.

Pihak orang tua sempat dimediasi oleh pihak desa akan tetapi tidak ada solusi.

Hal itu membuat orang tua meminta solusi ke polisi agar anaknya ditanggung hingga sembuh.

Menurut informasi yang diperoleh, peristiwa tersebut terjadi  lalu dengan kondisi hujan.

Awalnya, korban diajak bersama ibunya, Nur Inten (38) untuk membeli BBM di SPBU Pulukan.

Setibanya di SPBU , korban turun dari sepeda motor dan terlepas dari pantauan ibunya.

Tak lama, sebuah kendaraan pikap warna hitam yang dikemudikan oleh IKA alias Unyil (30) datang dari arah belakang. Mobil itu lantas menabrak tubuh bocah tersebut hingga jatuh lalu ban belakangnya melindas bagian paha bocah 3 tahun tersebut.

Sontak, ibunya yang melihat langsung menolong anaknya.

Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Pekutatan dan disarankan dirujuk ke rumah sakit.

Pihak keluarga lantas merujuk kobran ke salah satu RSU swasta yang ada di Kecamatan Jembrana.

Dari hasil rontgennya, korban tidak ada mengalami patah tulang, hanya luka lecet pada lutut kanan dan kondisi terakhir korban belum bisa jalan dan duduk.

Saat itu, terlapor IKA mengantar korban dan membayar biaya pemeriksaannya.

Namun begitu, pihak orang tua tentunya meminta terlapor agar bertanggungjawab untuk membantu biaya pengobatan hingga sembuh.

Namun, hasil mediasi di kantor desa tak menemui solusi. Sehingga pihak keluarga korban meminta solusi atas kejadian tersebut ke Polsek Pekutatan.

"Keluarga korban dengan sopir pikap itu sudah saling kenal. Dan yang dilaporkan ini juga sudah memberikan biaya saat berobat ke rumah sakit pekan lalu," kata Kapolsek Pekutatan, Kompol I Wayan Suastika saat dikonfirmasi, Selasa 12 Desember 2023.

Dia menuturkan, sebelumnya pihak keluarga korban meminta agar sopir pikap itu bertanggungjawab untuk membantu biaya pengobatan anaknya hinga sembuh.

Namun, mediasi yang dilakukan di kantor desa justru mentok.

"Pihak orang tua korban ingin supaya dibantu pengobatan sampai sembuh. Karena mentok di kantor desa, meminta bantuan ke kita. Semoga kami bisa menberika solusi terkait hal ini," harapnya.

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Bocah 3 Tahun Terlindas Ban Pikap, Orang Tua Tuntut Tanggung Jawab

Artikel ini telah tayang di Tribun-Bali.com

Baca berita lainnya di: Google News

Berita Terkini