Manado, TRIBUNANADO.CO.ID - Salah satu destinasi wisata gunung yang sayang dilewatkan di Sulawesi Utara adalah Gunugn Ambang.
Bagi anda seorang pecinta alam, Gunung Ambang wajib masuk list tujuan pendakian anda saat berada di Sulawesi Utara.
Gunung Ambang merupakan gunung berapi yang berlokasi di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur atau Boltim.
Jalur pendakiannya berada di Desa Bongkudai Baru, Kecamatan Moat, Boltim.
Ketinggian 1.795 meter dari permukaan laut dan memiliki empat pos peristirahatan.
Untuk sampai ke puncak Gunung Ambang membutuhkan waktu kurang dari 30 menit.
Sebelum mendaki, Tribunners diwajibkan untuk melapor ke Pemerintah Desa Setempat
Gunung Ambang menawarkan berbagai macam keunikan salah satunya adalah binatang endemik seperti burung, monyet yaki, babi hutan, anoa dan masih banyak lagi.
Pada malam hari, tribunners bisa mendengar nyanyian dari burung manikulu (burung hantu), nyanyian burung tersebut menjadi ciri khas tersendiri dari Gunung Ambang.
Selain itu, Gunung Ambang menawarkan juga pemandangan holtikultura sepanjang perjalanan ke pos 1.
Di mana Kecamatan Moat yang menjadi Jalur pendakian Gunung ambang adalah kawasan holtikultura terbesar yang ada di BMR, jadi Tribunners selain bisa Mendaki bisa juga membeli hasil panen dari warga dengan harga murah.
Risky Usman, anggota dari Himpunan Pemuda Pecinta Alam Biosfer Boltim (HPPA Biosfer Boltim) mengatakan, Gunung Ambang memiliki keunikan tersendiri di banding Gunung lain.
"Perjalanan menuju pos 1, sepanjang perjalanan kita bisa melihat indahnya Danau Moat dan Perkebunan holtikultura milik warga," ujarnya.
Untuk mendirikan tenda, terdapat dua tempat, yakni di Camp Mata Air dan Camp Mata Angin.
Camp Mata Air dekat dengan Sumber air, sedangkan Mata Angin jauh dari sumber air tapi sangat dekat dengan spot foto.
Risky Usman juga merekomendasikan untuk pemula agar mendirikan tenda di Camp Mata Air.
"Kalau mau spot foto yang dekat di Camp Mata Angin, tapi kalo mau dekat dengan sumber air di Camp Mata Air. Tapi untuk yang baru mendaki lebih baik di Camp Mata Air karena di Camp Mata Angin itu anginnya cukup kuat dan juga lebih dingin terus jauh dengan sumber air, " tuturnya.
Untuk Spot Foto, gunung ambang memiliki dua spot foto yang populer yaitu Leher Unta dan Panorama.
Leher Unta adalah spot foto yang indah dengan pemandangan hutan lindung. Disebut Leher Unta karena perjalanan menuju bukit tersebut menyerupai Leher Unta.
Sedangkan untuk Panorama ada pemandangan alam bebas yang menyajikan beberapa desa di Boltim, Danau Moat bahkan setengah wilayah dari Kota Kotamobagu.
Selain Panorama dan Leher Unta, ada satu momen langkah yang menjadi buruan para pendaki Gunung ambang.
Nama momen tersebut adalah Samudera Awan, Samudra Awan adalah momen ketika awan terbentang menutupi Danau Moat dan Desa-desa yang ada di Boltim dan menyerupai hamparan samudera.
Momen tersebut bisa dibilang hanya ditemui sesuai keberuntungan dan cuaca.
Tapi Tribunners tidak perlu khawatir, Jika mau mendapatkan momen ini Tribunners perlu mendaki ketika bukan musim hujan dan Tribunners diwajibkan menuju panorama pada pukul 5 subuh.
Baca berita lainnya di: Google News
Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini
Baca tanpa iklan