TRIBUNMANADO.CO.ID - Terjadi kecelakaan maut di Jalan Raya Sebudi - Pura Pasar Agung, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem, Bali.
Peristiwa kecelakaan tersebut melibatkan kendaraan sepeda motor dan pikap.
Akibat kecelakaan tersebut seorang pembonceng meninggal dunia.
Baca juga: Kecelakaan Maut Pukul 02.15 Wita, Seorang Pemotor Tewas, Motor Beat Tabrakan dengan NMax
Baca juga: Helikopter Mendarat Darurat, Kapolda Jambi Alami Patah Tulang, Begini Kondisi Penumpang Lainnya
Kecelakaan merupakan hal buruk yang selalu ingin dihindari setiap orang.
Mau itu dalam berkendara, bekerja ataupun aktifitas lainnya.
Namun walaupun kita sudah berhati-hati kecelakaan bisa tetap terjadi.
Karena kecelakaan memang tidak bisa diprediksi atau tak ada yang tahu kapan dan dimana kejadiannya.
Tapi kecelakaan juga banyak disebabkan oleh kelalaian pengendaranya atau hal lain.
Terkait hal tersebut seperti insiden kecelakaan berikut ini.
Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Sebudi - Pura Pasar Agung, tepatnya di Banjar Sebudi, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem, Bali pada Sabtu, 18 Februari 2023.
Kecelakaan maut ini terjadi antara kendaraan Pick Up berwarna putih DK 8270 SZ dengaan sepeda motor warna Hitam DK 6319 SU.
Sepeda motor DK 6319 SU dikemudikan Gede Wata (32) asal Banjar Bau Kangin, Nawakerti, Kecamatan Abang, Karangasem, Bali.
Membonceng perempuan paruh baya bernama Ni Wayan Sopak warga Bau Kangin, Nawakerti.
Sedangkan pick-up dikemudikan Ketut Suarjana warga asal Uma, Desa / Kecamataan Selat, Karangasem, Bali.
Akibatnya kecelakaan itu seorang penumpang motor, Ni Wayan Sopak, nyawanya tak terselamatkan lantaran terlindas kendaraan.
Pengendara sepeda motor Gede Wata hanya mengalami luka ringan.
Ia mengalami luka lecet di bagian lutut kanan dan siku kanannya.
Sedangkan pengendara pick - up tak mengalami luka, hanya syok.
Kapolsek Selat, AKP Bambang Haryanto, mengatakan, kecelakaan maut terjadi sekitar Jalan Sebudi.
Sepeda motor serta kendaraan Pick up melaju secara beriringan, dari arah Sebudi ke Pura Pasar Agung.
Sepeda motor ada di posisi depan, sedangkan pick -up ada di belakang.
Selama perjalanan, tak ada tanda bahaya.
Sesampainya di lokasi kejadian, sepeda motor jatuh.
Kemungkinan pengendara tidak memperhatikan jalanan berpasir.
Penumpang dan pengendara sepeda motor terjatuh ke kanan, sebelah kiri as Jalan.
Kendaraan pick - up yang ada di belakangnya melindas kepala penumpang motor.
Nyawanya pun tidak terselamatkaan.
"Pengemudi dan penumpang sepeda kotor terjatuh ke kanan, sebelah kiri as jalan. Kemudian ban kiri depan kendaraan pick - up yang berada dibelakangnya melindas kepaala pnumpang sepeda motor. Kecelakaan terjadi dengan titik tabrak berada sebelah kiri as jalan," ungkap Bambang Haryanto, Minggu 19 Februari 2023.
Penumpang motor sempat dilarikan ke Puskesmas Selat, tapi dinyatakan meninggal dunia dikarenakan mengalami cedera kepala berat.
Penyebab kecelakaan kemungkinan karena pengendara motor kurang hati - hati saat melintas jalanan yang dilalui pasir.
Mengingat Jalan tersebut sering dilalui truk pengangkut pasir.
"Untuk penyebabnya masih kita selidiki. Petugas masih belum berani memastikannya. Petugas sudah melakukan olah TKP dilokasi kejadian. Untuk pengendara motor sudah diperbolehkan pulang setelah dapat perawatan di Puskesmas Selat," ungkapnya.
Tips Hindari Kecelakaan di Jalan
Meski telah berhati-hati, pengemudi mobil harus memahami, bila kecelakaan yang terjadi bisa datang dari kendaraan bermotor lain.
Untuk itu, kita sebagai pengemudi kendaraan wajib mengetahui tanda-tanda dari mobil di sekitar pengguna jalan lain.
Lantas, seperti apa tanda-tanda dari kendaraan lain yang menjadi indikasi kecelakaan?
Dirangkum dari keterangan resmi Auto2000, berikut adalah tanda-tanda sekitar mobil dari pengguna jalan lain yang harus diperhatikan demi keamanan bersama agar terhindar dari kecelakaan:
1. Manuver sembarangan
Masih banyak pengguna kendaraan bermotor yang tidak mau mematuhi aturan lalu lintas sehingga melakukan manuver sembarangan yang berbahaya.
Seperti, pindah lajur tanpa mengindahkan mobil lain di sekitarnya.
Begitu melihat ada yang seperti itu, jangan ragu untuk segera menjaga jarak aman dan tidak terprovokasi oleh tindakan mereka.
2. Melawan arah jalan
Tidak hanya sepeda motor, pemakai mobil pun ada yang nekat melawan arah demi kepentingannya sendiri.
Meskipun salah, namun tetap lebih baik jika Anda tidak terpancing emosinya.
Serta menjaga jarak aman dengan cara menghindar kalau terlihat ada yang melakukan perilaku salah tersebut.
3. Sein kanan padahal belok kiri
Gurauan ini banyak terdengar untuk mengomentari pengguna jalan yang tidak peduli cara memberikan sinyal belok dengan aman.
Alhasil, bukannya menyalakan lampu sein yang sesuai arah, malah abai dan menyalakan lampu sein yang salah, bahkan tidak memberikan isyarat apapun.
Jaga jarak aman kalau Anda menemukan tipe pengemudi seperti ini.
4. Bermain ponsel
Dengan alasan sibuk atau mau tetap eksis di media sosial, beberapa pengemudi tetap bermain ponsel ketika mengemudi mobil.
Padahal perilaku tersebut dapat mendistraksi fokus dan kewapadaan sehingga melakukan tindakan ceroboh, seperti pindah lajur tanpa sadar atau lupa mengerem.
Segera hindari dan beri jarak aman waktu bertemu pengemudi seperti ini.
5. Lampu rem mati
Masih banyak pengemudi yang tidak peduli lampu rem mobilnya berfungsi atau tidak.
Padahal, lampu rem yang mati membuat pengemudi lain tidak tahu kapan mobil atau sepeda motor di depannya mengurangi kecepatan.
Hindari mengikuti dari belakang kendaraan yang lampu remnya mati, seperti dengan pindah lajur atau menyalip kalau aman.
6. Membunyikan klakson seenaknya
Mungkin Anda pernah terganggu oleh pengemudi lain yang menyalakan klaskon tanpa alasan yang jelas, seperti traffic light belum hijau tapi sudah berisik menekan klakson.
Meskipun kesal, tetap kendalikan emosi dan tidak perlu terpengaruh oleh sikap mereka.
Berikan jalan jika memungkinkan dan biarkan mereka melaju sehingga tercipta jarak aman.
Baca berita Tribun Manado lainnya di Google News
Telah tayang di Tribun-Bali.com