Regional

Berbeda dengan Kalender Masehi, Berikut Sistem Penanggalan Saka Bali

Editor: Isvara Savitri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pulau Dewata Bali.

TRIBUNMANADO.CO.ID - Meski saat ini dunia pada umumnya menggunakan kalender masehi, ada beberapa wilayah yang masih menggunakan sistem penanggalannya sendiri.

Salah satunya Indonesia.

Meski bukan menjadi sistem penanggalan utama, sistem penanggalan di beberapa daerah di Indonesia masih dilestarikan.

Misalnya saja Bali.

Masyarakat Bali menggunakan Kalender Saka Bali.

Biasanya, Kalender Bali digunakan menentukan neptu.

Neptu merupakan angka yang diambil dari kombinasi pancawara, saptawara, bulan, dan tahun.

Selain sistem penanggalannya yang beda, nama-nama bulan dalam Kalender Saka Bali juga berbeda dengan kalender masehi.

Nama Bulan dalam Kalender Saka Bali

Dalam Kalender Saka Bali, bulan dikenal dengan istilah sasih.

Baca juga: Gempa Terkini Sore Ini Minggu 1 Januari 2023, Baru Saja Guncang di Laut, Info BMKG Magnitudonya

Baca juga: Liburan Keluarga di Wisata Manado Tuur Maasering, Nikmati Cap Tikus Sambil Hangatkan Diri

Terdapat 12 (dua belas) sasih dalam Kalender Saka Bali, yatu:

  • Kedasa (kesepuluh)
  • Desta (Jyesta)
  • Kesada (Asadha)
  • Kasa (pertama)
  • Karo (kedua)
  • Katelu (ketiga)
  • Kapat (keempat)
  • Kalima (kelima)
  • Kanem (keenam)
  • Kepitu (ketujuh)
  • Kewulu (kedelapan)
  • Kasanga (kesembilan)

Perhitungan Bulan dalam Kalender Saka Bali

Jenis sasih dalam Kalender Bali meliputi sasih candra, sasih surya, dan sasih wuku.

Dalam 1 sasih candra terdapat 30 hari, dengan 15 hari menjelang purnama yang disebut penanggal atau suklapaksa, diikuti dengan 15 hari menjelang bulan baru (tilem) yang disebut panglong atau kresnakapsa.

Hasil survei ini menyatakan bahwa Denpasar, Bali menjadi kota tujuan wisata domestik yang paling diinginkan. (baligetaways.com.au)

Selain dibedakan menggunakan warna merah untuk penanggal dan hitam untuk panglong, sasih candra kerap dibedakan dengan titi.

Halaman
12

Berita Terkini