Nasional

Kemendikbud Ristek Hadirkan Program RekaPreneur Pertama di Sulawesi 

Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: Isvara Savitri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Jajaran Dirjen Dikti Ristek Kemendikbud Ristek RI bersama perwakilan Universitas Negeri Makassar (UNM) dan para narasumber saat kegiatan RekaPreneur yang merupakan bagian dari Ekosistem Kedaireka di UNM, Makassar, Sulsel. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kemendikbud, melalui Kedaireka menghadirkan program RekaPreneur. 

Sebelumnya Kemendikbud sukses dengan program Matching Fund pada tahun 2021 dan 2022.

RelaPreneur merupakan bagian dari Ekosistem Kedaireka hadir di Universitas Negeri Makassar (UNM).

Peresmiam RekaPreneur pertama di Sulawesi Utara ini berlangsung, Kamis (10/11/2022).

Dijelaskan dalam keterangan ke Tribunmanado.co.id, Senin (14/11/2022), RekaPreneur menghadirkan narasumber yang berpengalaman dan berkompeten dalam pembuatan proposal kreasi reka, pitching dan negosiasi dengan pihak industri.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, Prof Nizam menyampaikan, dalam rangka mencapai cita-cita Indonesia Emas tahun 2045, dibutuhkan kolaborasi multi-stakeholders guna mempercepat dan mengonsolidasikan perubahan berkelanjutan dalam pola konsumsi maupun produksi.  

Baca juga: Renungan Kristen, Senin 14 November 2022, Yakobus 3:16 TB: Iri Hati Itu Berbahaya

Baca juga: Diskusi Memilih Damai di Makassar, Presiden Harus Orang Jawa?  

Program RekaPreneur dijalankan sebagai upaya mewujudkan Insan Perguruan Tinggi yang siap meluncurkan kreasi reka dan berkolaborasi dengan industri untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada.

Melalui RekaPreneur, insan perguruan tinggi diharapkan dapat meningkatkan pemahamannya dalam penyusunan proposal kreasi reka yang baik dan benar sehingga memiliki kualitas yang baik dan sesuai dengan kebutuhan industri. 

"Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang pitching dan cara bernegosiasi yang baik sehingga insan perguruan tinggi lebih berpeluang dalam menciptakan sinergi dengan Mitra DUDI untuk melaksanakan kerja sama strategis,” ujar Nizam.

Jajaran Dirjen Dikti Ristek Kemendikbud Ristek RI bersama perwakilan Universitas Negeri Makassar (UNM) dan para narasumber saat kegiatan RekaPreneur yang merupakan bagian dari Ekosistem Kedaireka di UNM, Makassar, Sulsel. 

Mengusung tema Penguatan Kapasitas Inovasi dan Kolaborasi Perguruan Tinggi, pemateri yang hadir pada RekaPreneur di UNM yakni penerima dana Matching Fund tahun 2022 dari UNM, Prof Dr Rosmini Maru, MSi PhD dan evaluator Matching Fund tahun 2022 dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Dr Yusring Sanusi B. MApp Ling. 

Kegiatan ini dihadiri ratusan peserta dari perwakilan Insan Perguruan Tinggi dan perwakilan Mitra DUDI yang ada di sekitar wilayah pelaksanaan.

Mewakili Universitas Negeri Makassar (UNM) sebagai tuan rumah RekaPreneur pertama, Wakil Rektor Bidang Akademik UNM Prof Dr Hasnawi Haris, MHum mengatakan, kehadiran ekosistem Kedaireka menjadi sangat penting untuk meningkatkan kemanfaatan dan relevansi sekaligus menyelaraskan pengembangan Iptek di perguruan tinggi dengan pemenuhan kebutuhan atau pemecahan permasalahan masyarakat.

Baca juga: Petarung MMA Windri Patilima Jadi Pelatih Cabor Kick Boxing Boltim di Porprov Sulut 2022

Baca juga: Pemkab Minahasa Sulawesi Utara Gelar Upacara Penghormatan Terakhir Almarhum Jantje Wowiling Sajow

Ia mewakili UNM mengatakan, sangat antusias menyambut hadirnya ekosistem Kedaireka di dunia pendidikan tinggi di Indonesia.

Setelah sukses dengan Matching Fund 2022, kini dengan hadirnya RekaPreneur di UNM, diharapkan dapat mengakselerasi dan meningkatkan minat insan akademik untuk dapat berpartisipasi dalam ekosistem kolaborasi inovasi. 

"Yang kelak menciptakan banyak solusi untuk berbagai tantangan di industri dan masyarakat," katanya.(*)

Berita Terkini