TRIBUNMANADO.CO.ID - Bibi Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Roslin Simanjuntak, ikut merasa bingung dengan pengakuan pihak Irjen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi yang tak konsisten.
Diketahui hingga kini, Bareskrim Polri masih melakukan penyidikan terkait kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J, ajudan Irjen Ferdy Sambo.
Terbaru, Bareskrim Polti menghentikan penyidikan kasus pelecehan yang dilaporkan Putri Candrawathi, istri Irjen Ferdy Sambo dengan terlapor Brigadir J.
Hal itu lantaran tudingan Putri Candrawathi istri Ferdy Sambo tak terbukti.
Perlahan-lahan borok Ferdy Sambo mulai terbongkar.
Dia akhirnya mengaku jika dirinya lah yang menyusun rencana pembunuhan terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Namun pengakuan Ferdy Sambo di tengah kasus pembunuhan Brigadir J malah semakin membuat publik geram.
Selain itu, suami dari Putri Candrawathi itu dianggap semakin berdrama.
Tak hanya publik, Ferdy Sambo pun mengakui bahwa pernyataannya selama ini telah direkayasa.
Seperti diketahui, Ferdy Sambo sebelumnya telah menumbalkan ajudannya Bharada E.
Sempat dikira Bharada E tersangka utama yang membunuh Brigadir J.
Rupanya, Bharada E nekat melakukan penembakan atas perintah Ferdy Sambo.
Semula Brigadir J disebut melakukan pelecehan terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.
Namun kini terungkap Brigadir J tak terbukti melakukan pelecehan sebelum peristiwa penembakan.
Terbaru, Ferdy Sambo yang kini menjadi tersangka mengungkap satu pengakuan mengejutkan.
Ferdy Sambo mengaku murka dengan perlakukan Brigadir J kepada Putri Candrawathi di Magelang, Jawa Tengah.
Perlakuan Brigadir J tersebut, kata Ferdy Sambo, melukai harkat dan martabat keluarganya.
Atas dasar itu, Ferdy Sambo merencanakan pembunuhan kepada Brigadir J mengajak ajudan hingga sopir kepercayaannya.
Pengakuan terbaru Ferdy Sambo itu membuat keluarga Brigadir J kebingungan termasuk ayahanda Brigadir J, Samuel Hutabarat.
"Kami merasa bingung, karena pertama kali diangkat kasus ini kejadiannya (pelecehan) di rumah dinas di Duren tiga, sekarang udah pindah lagi di Magelang," ucapnya dikutip dari TribunJambi.com, Kamis (11/8/2022).
Samuel gerah dengan pernyataan yang diucapkan Ferdy Sambo berubah-ubah.
Tak ada yang lain selain kebenaran yang diingankan Samuel Hutabarat.
"Jadi mohon kiranya apa yang sebenarnya terjadi itu yang kami usulkan ke tim penyidik Polri," ucapnya.
Selain Samuel, bibi Brigadir J, Roslin Simanjuntak juga merasa kesal dengan pasangan suami istri tersebut.
Bahkan kepada mereka berdua, Roslin Simanjuntak berharap tak ada lagi skenario yang dibuat-buat.
Roslin ingin keduanya jujur terkait apa yang terjadi sampai-sampai Brigadir J meninggal secara mengenaskan.
"Buat pak FS dan Bu PC jangan terlalu banyak buat skenario karena jiwamu takkan tenang
klo kamu masih menutupi kebenaran....
berkata jujur lah, apakah anda tidak capek?????
Kami butuh keadilan," tulisnya di akun Facebook dikutip TribunJakarta.com, Sabtu (13/8/2022).
Meski begitu keluarga Brigadir J kini dapat bernafas sedikit lebih lega setelah mendengar fakta terbaru terkait pelecehan, dikutip dari artikel berjudul Dear Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, Ada Pesan dari Keluarga Brigadir J: Anda Tidak Capek? yang tayang di TribunJakarta.com.
Brigadir J terbukti tidak melakukan pelecehan kepada Putri Candrawathi di rumah dinas atasannya.
Dirtipidum Polri, Brigjen Andi Rian, mengatakan Bareskrim Polri telah menghentikan penyidikan kasus dugaan pelecehan yang dilakukan Brigadir J pada istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.
Samuel Hutabarat dan sang istri, Rosti Simanjuntak tampak bersyukur mendengar pernyataan tersebut.
Pasangan suami istri ini mendengar secara langsung pengumuman yang disampaikan polisi di televisi.
Terlihat raut wajah Samuel yang bahagia dan mengucap syukur, begitu juga dengan ibu Brigadir Yosua.
"Saya sangat bersyukur Dirtipidum mengumumkan bahwa kasus pelecehan seksual kepada anak saya sudah dihentikan, saya sangat mengapresiasi," ucapnya.
Ia mengatakan dengan hal ini sudah menjawab tudingan liar yang selama ini berkembang.
Ke depannya ia berharap agar nama baik anaknya bisa pulih kembali dengan pernyataan langsung dari Ferdy Sambo dan Ibu Putri bahwa tidak ada kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh Brigadir Yosua.
Sementara itu dijelaskan Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto, semua saksi tak ada yang melihat Brigadir J masuk ke rumah dinas kala itu setelah mengantar Putri Candrawathi.
Dengan kata lain, tudingan Brigadir J masuk ke dalam kamar Putri Candrawathi lalu melakukan pelecehan seksual dan menodongkan pistol tidak terbukti.
Brigadir J memang ada di rumah dinas tersebut, tapi tak masuk ke dalam hanya berada di pekarangan depan rumah.
"Semua saksi kejadian menyatakan Brigadir Josua almarhum Josua berada di dalam rumah,"
"Tapi di taman pekarangan depan rumah," kata Agus saat dikonfirmasi, Sabtu (13/8/2022).
Ayah Brigadir J Minta Polisi Usut Uang Rp 1 M Janji Ferdy Sambo untuk Bharada E
Sementara itu sebelumnya dikabarkan, mantan pengacara Bharada E, yakni Deolipa Yumara menyebut mantan kliennya dijanjikan uang sebesar Rp 1 miliar oleh keluarga Ferdy Sambo setelah peristiwa penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Selain Bharada E, Deolipa juga menyebut Brigadir RR dan KM dijanjikan masing-masing Rp 500 Juta.
Mendengar pengakuan Bharada E yang disampaikan melalui Deolipa Yumara bahwa ia dijanjikan Rp 1 miliar oleh Ferdy Sambo, ayah dari Brigadir J yakni Samuel Hutabarat kaget.
"Kaget saya, siapa saja pasti kaget kalau ada iming iming dijanjikan Rp 1 miliar," ucapnya dikutip TribunStyle.com dari TribunJambi, Jumat (12/8/2022).
Dirinya baru mengetahui kabar ini setelah melihat tayangan di televisi pengakuan Bharada E yang disampaikan Deolipa.
Dengan adanya pengakuan tersebut Samuel mengatakan perlu diusut lebih lanjut.
Karena dalam keterangan Deolima, saat menjanjikan sejumlah uang tersebut Ferdy Sambo bersama dengan Istrinya.
"Ini saya baru tau, kalau sudah ada begitu ya perlu diusut yang berwajib, kalau ada janji yang begitu," katanya.
Deolipa Yumara mengungkap curhatan Bharada E setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus kematian Brigadir J.
Deolipa Yumara menyebut jika Bharada E sempat bercerita tentang iming-iming uang Rp 1 miliar dari Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
"Miss X ini adalah ibu Putri sendiri, ini keterangannya Richard."
"Jadi Ibu Putri sama Pak Sambo memanggil Pak Kuwat, Richard, Ricky (lalu) dateng mereka.
Ini situasi udah mulai aman nih, keliatannya skenario pertama berhasil."
"'Kalo ini dah beres lu tetep jangan buka mulut' bahasa kasarnya kan gitu 'tutup mulut ye, ini gue kasih kalo dah beres gue kasih ini dolar, Rp 1 miliar'.
Rp 500 juta, 500 juta, satu M ya'," jelas Dialopa menjelaskan keterangan Bharada E.
Deolipa juga menjelaskan jika uang tersebut belum diterima Bharada E.
Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi akan memberikan uang tersebut jika kondisi sudah aman.
"Tapi ini dikasih kalo udah aman, udah SP3 dari perkara bela paksa udah aman, nanti satu bulan kemudian udah SP3," lanjut Dialopa.
"Yakin sudah Sp3 ya?" tanya jurnalis metrotv.
"Lo ini udah skenario, sama tim anggota yang lengkap," pungkas Dialopa. (TribunJakarta/Siti)
Diolah dari artikel di TribunJakarta.com