*Guncangan gempa bumi di Luwu, Sulsel pada Jumat 3 Juni 2022
TRIBUNMANADO.CO.ID - Info terkini gempa bumi di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat 3 Juni 2022.
Gempa berkekuatan magnitudo 4.8 mengguncang daerah Luwu, Sulsel, pada pukul 00:31 WIB, Jumat dini hari.
Lokasi pusat gempa berada di darat, 66 km dari arah Timur Laut Luwu Utara.
Kedalaman gempa 10 km dari permukaan darat. Lokasi koodinat terletak di 2.12 LS-120.55 BT.
Getaran gempa dirasakan di tiga daerah dengan skala MMI II-IV.
"#Gempa Dirasakan Magnitudo: 4.8, Kedalaman: 10 km, 03 Jun 2022 00:31:27 WIB, Koordinat: 2.12 LS-120.55 BT
(Pusat gempa berada di darat 66 km TimurLaut LUWU UTARA),
Dirasakan (MMI): IV Masamba, III Luwu Timur, II Palopo #BMKG" demikian laporan BMKG dalam laman resmi bmkg.go.id
Baca juga: Gempa Sore di Darat Kamis 2 Juni 2022, Berikut Info BMKG Lokasi dan Kekuatannya
Baca juga: Gempa Guncang Bengkulu Kamis 2 Juni 2022, Baru Saja Guncangan di Laut, Berikut Info Terkini BMKG
Baca juga: Gempa Bumi 5,0 SR Kamis 2 Juni 2022 Pagi, Baru Saja Guncang Berpusat di Laut, Info BMKG Lokasi
Penyebab gempa bumi
Bagaimana gempa bumi terjadi?
Meski bumi terlihat cukup padat di permukaan, sebenarnya planet kita sangat aktif tepat di bawah permukaan.
Bumi terbuat dari empat lapisan dasar yaitu kerak padat (solid crust), mantel panas hampir padat (mantle), inti luar cair (outer core) dan inti dalam padat (inner core).
Kerak padat dan lapisan atas mantel membentuk daerah yang disebut litosfer (lithosphere).
Litosfer bukanlah bagian yang terus menerus membungkus bumi seperti kulit telur.
Litosfer sebenarnya terbuat dari potongan seperti puzzle raksasa yang disebut lempeng tektonik.
Pelat tektonik terus bergeser saat melayang di lapisan mantel yang kental atau mengalir perlahan di bawah.
Gerakan tanpa henti ini menyebabkan tekanan pada kerak bumi.
Tekanan terlalu besar menyebabkan retakan yang disebut patahan.
Ketika lempeng tektonik bergerak juga menyebabkan gerakan pada patahan.
Gempa bumi adalah gerakan tiba-tiba kerak bumi di garis patahan.
Energi yang memancar keluar dari patahan ke segala arah dalam bentuk gelombang seismik seperti riak di kolam.
Gelombang seismik mengguncang bumi ketika lempeng tektonik bergerak.
Ketika gelombang mencapai permukaan bumi, berakibat pada tanah dan apa pun di atasnya berguncang.
Guncangan gempa paling hebat sering terasa di dekat pusat gempa.
Namun, getaran gempa bumi dapat terasa dan terdeteksi ratusan bahkan ribuan mil jauhnya dari pusat gempa.
(TribunManado.co.id/Kompas.com)